Salah setting pada Linux tak harus instal ulang

Trial dan error dan modal nekat.., hal ini seringkali dilakukan para newbie (orang-orang baru) di dunia Linux
(termasuk aku sendiri – yang juga newbie). Tapi kadang setelah salah melakukan setting ada yang tidak memperbaikinya
tapi malah langsung melakukan instal ulang. Yah.., maklum sih abis gak tau mau diapain lagi, mo nanya juga kadang sulit untuk mencari tempat bertanya, ato ada juga yang ada tempat bertanya tapi malas bertanya dengan alasan yang beragam.
Tapi sebenarnya saat terjadi error itu tidak harus dilakukan install ulang (dengan maksud mengembalikan semua settingan pada keadaan default (standar).) Ada beberapa trik – trik untuk bisa mendapatkan lagi settingan default tanpa harus menginstal ulang. Antara lain: (Semua yang tertulis dibawah ini mengacu pada pengalaman saya, dengan distro RedHat 9 dan Fedora 2)

1. Biasakanlah untuk membuat file salinan jika akan mengutak – atik suatu konfigurasi. Misal ya, kita ingin utak – atik
file httpd.conf (untuk settingan httpd – server Apache). Sebelum kita utak atik, copy dulu file aslinya, misal di-copy
dengan nama httpd.conf-asli, jadi saat settingan yang kita buat sendiri kacau, kita bisa kembalikan ke settingan semula, hanya dengan membuat copy-an lagi file httpd.conf-asli tadi jadi httpd.conf (meng-overwrite file httpd.conf hasil setting
kita sendiri).

2. Cermati apa yang error, misal yang error itu “kde” nya, kita bisa lakukan berapa trik. Misal setelah muncul prompt login,
jangan masuk ke Desktop apapun (KDE,Gnome,Xfce,TWM atau yang lain..), tapi masuk lah ke mode teks, biasanya sih dgn Alt+F2, untuk kembali ke
ke mode GUI (grafis) Alt+F7. (Aku pernah coba pada Debian,Knoppix,SuSe,RedHat dan Fedora – distroku sekarang, semuanya bisa dgn cara itu).Seelah login dari menu teks, coba hilangkan file yang bermasalah tadi, misal tadi kan KDE, jadi (sesuaikan distro) misal untuk Fedora,
diuninstall aja dulu KDE nya dgn perintah “rpm -e kdelibs –nodeps”. Kenapa ada nodeps? Agar dependenciesnya gak terganggu. Ato misalnya di Debian (kalo gak salah. :-D) dengan “apt-get uninstall kde”. Setelah itu masukkan kembali CD Linux yang mengandung file tadi (kdelibs) ke CDROM, setelah itu install kembali file tadi dengan “rpm -ivh kdelibs*). Mengapa kdelibs*
dan bukan kdelibs.xxx.xxx.rpm (xxx biasanya rilis programnya)? Jawabannya untuk mempersingkat penulisan (he…he.he..),
sebenarnya karena tanda “*” itu akan dilanjutkan sendiri oleh system, seperti jika ketik “/hom”, setelah itu ketik tombol TAB, maka system akan melanjutkan sendiri menjadi “/home/”. Bingung yah..?? udah deh.., biarin aja yang penting coba aja.. (hue..he..he..). Kembali pada masalah, jadi setelah diiinstal maka file yang udah ilang dan diutak – atik tadi akan kembali ke settingan semula. Emang sih gak 100% pasti berhasil, aku sendiri pake cara ini gagal di Fedora 2, tapi di RedHat 9 berhasil terus kok.

3. Cara yang sedikit konyol, tapi lumayan memuaskan, yaitu : Lakukanlah seperti saat anda instal pertama kali (lho..???!!),
iya kok ,serius. Ya pertama atur agar komputer boot from CD, masukin cd linuxnya.(Ingat ini aku pake Fedora 2 lho.., gak tau gimana dengan
distro lainnya.. ). Setelah ini pencet enter, nanti ikuti aja seperti kita instal sebelumnya sampai ada pilih pengaturan partisi, pilih manaually with diskdruid. Setelah itu klik di bagian mana partisi linux diinstal sebelumnya, setelah itu jangan pilih new seperti
saat instal pertama kali, tapi pilih edit, bikin mount pointnya sesuai mount point sebelumnya. Misal sebelumnya “/” maka
kembalikan lah ke mount point “/”. Setelah itu lanjutkan sampai pada pemilihan paket. Pilihlah paket minimal. Setelah itu lanjutkan seperti biasa. Ntar user yang udah ada sebelumnya tetap ada kok. Aku nyoba ini di RedHat 9 dan selalu berhasil, tapi di Fedora 2 gagal, bakalan ada error “Cannot find /dev/dsp ..bla..lba…, pkoknya mengenai soundserver lah… Coba aja…, tapi resiko tanggung sendiri lho …!! :p

4. Lah.., terus gimana kalo belum sempat bikin file copyan settingan asli?? Hmmm…, ini nih yang rada sulit. Aku pernah sih ngalamin ini.
Waktu itu aku setting displaynya monitor ku, tapi lewat tampilan GUI nya . (GUI = Graphical User Interface – gampangnya:
tampilan mode grafis). Masalahnya setelah reboot (restart) tampilan Linux ku gak ada , monitor ngeluarin pesan “Sync. Out of Range”. Wah..,
mampus dah.., sempat kebingungan juga sih. Nah kalo situasi gini sih yang pertama kita lakukan adalah mencari tau dimana sebenarnya file
konfigurasi (settingan) itu disimpan, karena biasanya file settingan itu sebenarnya disimpan dalam bentuk teks biasa, misalnya setting server
Apache itu di httpd.conf, nah mencari ini yang sulit kalo kita belum tau dimana disimpan. Aku aja waktu itu butuh waktu 3 hari untuk tau
dimana file konfigurasi itu sebenarnya disimpan, ternyata di folder X11. Cara nyarinya?? ya kayak tadi, masuk ke mode text dulu, terus cari filenya (ya emang sulit sih…,berusahalah..). Nah setelah ketemu konfigurasinya aku hapus, terus simpan lagi. Cara ngapus?? ya pake text
editor biasa lah.., seperti jpilot, vim, ato mungkin pico. Setelah itu restart. Nah pas mau masuk ke Linux ntar bakal muncul prompt yang
menanyakan mau konfigurasi ulang ato enggak.., pilih aja yes, setelah itu system akan coba detect sendiri, pake ajalah apa yang system bilang,
ntar kalo udah tinggal login seperti biasa. Tapi ingat ini untuk konfigurasi beberapa hal aja, misal ya tampilan display ini. Banyakan emang
gak bisa pake cara ini kok.

Segitu aja dulu kali yah.., kalo ada yang error coba email ke aku : okto@silaban.net, bukan berarti aku hebat lho..!! Aku juga newbie.., cuma
mo bagi pengalaman aja. Sukses yah..!!

7 Comments

  • At 2005.02.12 15:13, gedong said:

    kalo muncul

    LocalHost login:
    password:

    itu maksudnya apa…????

    • At 2005.02.13 13:24, laban said:

      Itu maksudnya prompt login. Tinggal isi aja dengan username kamu dan passwordnya. Habis itu kalo mau start tampilan grafis nya (X Window nya, kasih perintah startx)

      • At 2005.03.21 16:38, blackjack said:

        Please check some relevant pages about blackjack

        • At 2008.10.31 08:28, aryn said:

          Mas aku mo nanya gimana cara sharing internet lewat mandriva 2008 yang cliennya win XP awalnya aku udah pernah nyoba sih terus berhasil tapi besoknya aku coba lagi udah ga bisa waktu itu aku sharinya lewat squid proxy. Mohon bantuannya ya mas segera cause ini salah satu bahan ujian ku nanti thanks before….

          • At 2008.11.04 23:20, Okto Silaban said:

            Maaf, saya tidak tahu..

          • At 2008.11.18 08:10, ahmad said:

            Mas Okto…..
            bisa buat tutorial “cara install Xfce di Suse” tidak mas ? (saya pakai suse 10.2)
            maklum….masih Newbie neh…

            😀
            salam kenal…
            baru belajar linux
            http://alsinji.co.cc

            • At 2008.11.20 00:12, Okto Silaban said:

              maaf, saya juga enggak ngerti

            (Required)
            (Required, will not be published)

            rambutan