Sekitar tahun 2007, saya tahu TechCrunch pertama kali. Waktu itu cuma bisa ngiler aja lihat berbagai startup diulas di TechCrunch. Sama juga seperti pembaca TechCrunch dari Indonesia yang lain, sebagian besar pasti berpikir : Kapan ya, startup dari Indonesia masuk TechCrunch [TC] ? Saya berpikir, ah paling cepat 5 tahun lagi.

*Yang belum tahu tentang TC, bisa dibilang TC ini kiblat informasi tentang startup (yang sebagian besar memang startup dunia online).

Dan akhirnya, beberapa hari lalu pertama kalinya TechCrunch membahas startup Indonesia (ya karena dibeli Yahoo tentunya). Dialah Koprol, sebuah microblogging berbasis lokasi, yang sering dibanding – bandingkan dengan FourSquare (yang memang jauh lebih besar). Hey.., ternyata gak sampai 3 tahun sampai akhirnya pikiran saya itu terwujud.

Dan hari ini, tepat saat hari raya Waisak, TC menulis spesial tentang startup di Indonesia. Silahkan baca lengkapnya di TC.

Pesimis ?

Saya sempat rada pesimis dengan desas – desus maraknya startup dari Indonesia? Kenapa? Sebagian besar *yang saya tahu* karena kelihatannya bukanlah pemain serius. Lebih ke arah kreatifitas developernya. Seakan – akan memang cuma ajang kreatifitas, bukan memang serius direncanakan dan diekseksusi sebagai bisnis. (Salut buat Tokopedia yang memang memandang startup mereka itu sebagai bisnis sejak dari awal diriset, direncanakan, hingga eksekusi).

Tapi, mungkin memang begitu jalannya. Mereka yang menuangkan kreatifitas mereka itu, tentu juga terbersit soal bisnis. Mungkin saja karena kurang pede, atau masih belum 100%, jadi masih menunggu waktu. Jadi setelah usernya besar, dan kelihatan arahnya, baru lebih diseriusi. (Flickr sendiri tadinya bukan ditujukan buat sharing foto, tapi akhirnya besar dan menjadi bisnis karena sharing foto. Kaskus pun awalnya buat diskusi, bukan buat jual-beli, tapi akhirnya FJB (Forum Jual Beli) -nya jadi luar biasa besar.) Mungkin model ini yang banyak diterapkan di Indonesia.

Saran?

Kita sama – sama bisa baca, memang tidak ada rule pasti untuk membangun startup. Yang satu bilang : “Buatlah bisnis model sejak awal”. Yang lain bilang : “Hey.. just do it ! Kalo user udah banyak, duit datang dengan sendirinya !” .  Ada juga yang bilang : “Fokuslah pada ide.. Karena ide itu mahal”. Lalu ada yang berujar : “Eksekusi lah..! Ide itu tidak harus original. Pebisnis itu adalah orang bisa menjalankan bisnis, sekalipun ide nya tidak original”.  Pernyataan : “Cari Ide, temukan investor.., eksekusi” dibantah dengan “Cari ide, eksekusi, investor bakal datang sendiri “. Dst..

Jadi saya tidak akan menambahkan saran baru lagi. Selamat berusaha..!

Ah iya, selamat Hari Raya Waisak.. Semoga Semua Makhluk Berbahagia…