Tentang Membuat Lagu

Beberapa waktu belakangan ini saya cukup aktif menciptakan karya musik. Ada yang instrumental (EDM – Electronic Dance Music), ada yang lagu biasa.

Proses pembuatan lagu (non-EDM) ini cukup mengherankan juga bagi saya. Beberapa variasinya :

  1. Saya menemukan nadanya dulu (entah di jalan, di kamar mandi, di mall, dll). Nada ini segera saya rekam di handphone. Di kamar saya cari chord nya dengan gitar. Jika tema lagunya belum ada, saya cari temanya dulu, baru kemudian liriknya menyusul. Antara menemukan nada sampai saya lanjutkan membuat liriknya itu bisa jedanya berbulan – bulan, atau tahunan bahkan. Karena seringkali mood nya sudah keburu hilang, atau saya bingung sendiri temanya apa. Contohnya : Nada lagu yang saya ciptakan waktu kelas 4 SD dulu, sampai sekarang belum ada liriknya.. 🙁
  2. Saya genjreng – genjrengan aja dengan gitar di kamar (belakangan kadang dengan keyboard). Kadang menemukan nada – nada yang menurut saya menarik, langsung saya buat liriknya, dan jadi lagu. Anehnya, dengan proses ini justru lebih sering lagunya langsung jadi, lengkap dengan liriknya.
  3. Membuat lirik dulu, baru mencari nada yang sesuai dengan lirik tersebut, hingga jadi satu lagu utuh. Ini yang dari dulu saya coba praktekkan dari jaman kuliah. Tapi ini juga susah. Karena susah membuat kalimat yang bagus sekaligus potongan suku katanya pas untuk nada lagunya. Atau mungkin juga karena saya amatir aja sih.

Beberapa hal yang saya pelajari :

  1. Susah ternyata bikin lirik lagu ya. Apalagi jika temanya rada abstrak. Yang paling mudah itu bikin lirik tentang cinta – cintaan. Gak heran lagu dengan tema cinta itu paling banyak.
    Lagu karya saya pertama banget itu liriknya malah bagian awalnya modifikasi dari lirik lagu Agnes Monica dan Anang Hermansyah, dan sudah bisa ditebak tema lagunya juga tentang cinta – cintaan.
  2. Tema lagu itu juga sangat membantu. Kalau temanya rada abstrak (contoh : tentang kemelut dunia, pemanasan global, dsb), saya sulit sekali mencari kata – kata yang pas.
  3. Pada dasarnya bernyanyi itu katanya sama dengan bercerita. Jadi kalau ada hal yang mau diceritakan dengan lagu, itu sangat membantu. Liriknya lebih cepat dapat, karena kita tahu persis apa yang mau diceritakan. Contohnya lagu dari curhatan teman saya itu.
  4. Nada yang enak, harus dibarengi pilihan kata yang pas. Kalau enggak, bakal terasa rada janggal dinyanyikan. Disinilah kemampuan memilih kata dan sinonim sangat berperan.
  5. Bercerita lewat lagu dalam bahasa Indonesia itu susah.. Bukan karena bahasanya, tapi karena kata – kata dalam bahasa Indonesia itu cenderung lebih panjang. Contoh deh, dengan lagu Alter Bridge  : "On this day.., I see clearly..", dalam bahasa Indonesia "Hari ini, kulihat lebih jelas.", kalau dinyanyiin dengan ketukan nada yang sama, jadi gak enak. Kenapa? Karena dalam bahasa Inggris cukup 7 suku kata, sedangkan dalam bahasa Indonesia menjadi 11 suku kata. Ya.., mungkin saya perlu belajar lagi untuk memilih padanan kata yang lain sih.

Oh iya untuk jenis lagu yang EDM, sebenarnya relatif lebih mudah, karena gak terlalu butuh tema dan lirik, yang penting nada dan aliran lagu yang enak. Tapi saya justru kesulitan mencari jenis suara instrumen yang sesuai, dan seringkali masih kepentok teknik yang belum saya kuasai. (contoh : bass ala dubstep, lead ala dirty dutch, dll).

NOTE: Yeah.., belakangan saya sudah tidak begitu tertarik untuk ngoprek hal – hal teknis seputar dunia website development. Musik sedang menarik minat saya akhir – akhir ini.

1 Comment

  • At 2012.11.25 01:21, baju senam said:

    hmm. memang sulit sekali bikin lagi, saya lagi coba iseng bikin lagu dengan pacar saya nih, karena pacar saya jago juga main piano, sayanya yang main gitar hehe

    (Required)
    (Required, will not be published)

    mangga