Kompetisi Web (Bisnis Online) dari TrenDigital.com

TrenDigital.comSaya belakangan ini sedang merevisi mockup desain web dari situs Jogja Linux. Saya sendiri masih belum puas dengan hasilnya. Saat sedang merevisi mockup ini, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah halaman web mengenai kompetisi web.

Website ini beralamat di KembaliKeLaptop.com (seorang Tukulista kah penggagas lomba ini?). Sebuah domain yang kesannya tidak serius. Terlepas dari itu, lomba ini cukup berbeda dari biasanya. Karena ini bukan hanya kompetisi desain web, tetapi benar – benar kompetisi Ide Web yang nyata. Penjelasannya kurang lebih seperti ini :

Lomba ini memberikan kesempatan pada anda untuk membuat sebuah ide kreatif website. Tetapi anda harus membuat business plan untuk situs ini. Selain itu anda juga harus membuat mockup nya. Minimal mockup untuk 5 bagian halaman web tersebut. Kemudian 5 kontestan terbaik akan mempresentasikan ide, desain, dan business plan nya di hadapan juri.

Tetapi satu hal yang membuat saya agak penasaran, kok hadiah utamanya “cuma” laptop? Mengapa hadiahnya bukan memberikan modal untuk ide website tersebut. Ini kan termasuk dalam kategori lomba ide bisnis. Hanya saja bisnis ini adalah bisnis online. Tidakkah lebih layak jika lomba semacam ini hadiahnya adalah investasi bagi ide bisnis online tersebut. Ditambah lagi karena dalam lomba ini juga menyertakan business plan.

Bagaimana dengan hak cipta atas karya peserta lomba? Read more Kompetisi Web (Bisnis Online) dari TrenDigital.com

Kompas.com Beta – Redesign Situs Kompas Mengikuti Standar Media Online Luar

Saya tidak tahu sudah berapa lama Kompas.com merubah desain situsnya. Tetapi saya baru melihatnya tadi malam. Suatu hal yang saya nilai layak dipuji. Di saat media – media berita online lainnya menjadikan Detikcom sebagai acuan (meniru?), Kompas melakukan terobosan baru. Saya sudah lama mengidamkan (karena tak sanggup untuk membuat) untuk melihat ada portal media berita online di Indonesia yang memiliki kualitas desain setara desain web media berita online luar.

Memang seperti apa sih desain standar media berita online luar negri? Silahkan kunjungi situs berikut : The Onion, CNN, Reuters, BusinessWeek, Guardian, dll. Tidakkah anda lihat persamaan model desainnya? Dan di Indonesia, setahu saya baru Kompas.com yang memakai desain seperti ini. Salut buat tim Kompas.com.

Mau perbandingan media berita online Indonesia? Detikcom, Inilah, Kedaulatan Rakyat, Republika, MetroTVNews, Suara Pembaruan, dll. Sangat jauh saya rasa kualitas desainnya.

Saat tulisan ini dibuat Kompas.com sendiri masih berstatus Beta. Jadi seharusnya mereka bisa lebih lagi.

Yang jadi pertanyaan saya, apakah ini yang disebut – sebut mega portal nya Kompas?

Innchannels.com Akhirnya Memperbaiki Diri, Berganti Jadi Inilah.com

Inilah.comSaya sempat menulis tentang Innchannels.com. Sebuah portal berita baru di tahun 2007. Selain itu saya juga memberikan 3 “kritik penting” dari saya. Kemudian beberapa saat lalu seseorang dengan nick “crackerzjack” menuliskan komentar bahwa sekarang Innchannels.com sudah berganti menjadi Inilah.com.

“Wow..”, itu kesan saya pertama kali ketika mengetahui hal tersebut. Akhirnya saya mengunjungi kembali situs tersebut, yang kini beralamat di Inilah.com. Dan 3 kritik saya tadi sudah diperbaiki :

1. Domain berganti menjadi lebih Indonesia (inilah.com), lebih muda dieja. Walaupun menurut pendapat saya pribadi “kurang elit”. Tapi ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.

2. Logo : Nah begini jauh lebih baik. Jadi diri sendiri, tak usah “berkiblat” ke media luar negri.

3. About Us : Akhirnya sudah diisi juga. Saya sangat puas dengan ini. Dari poin no 1 dan 2, hal ini yang paling saya kritisi. Orang lain (baik pembaca maupun pengiklan) perlu tahu siapa yang berada di belakang media ini. Selain itu jika ada yang ingin memberikan masukan (seperti saya kemarin) tahu kemana harus disampaikan. Sekarang, hal ini sudah benar – benar diperbaiki. Disini juga akhirnya saya tahu bahwa pemimpinnya adalah Gigin Praginanto (kalau tidak salah beliau Alumni Antropologi UI 1976)

Tetapi terlepas dari itu, saya masih memiliki dua kritik kecil (yang tidak begitu penting tetapi tetap perlu) :

1. Favicon (kalau di Firefox berupa icon di kolom URL) -nya masih menggunakan logo lama : INN

2. Alamat kontak masih menggunakan domain lama : redaksi@innchannels.com (tidakkah seharusnya redaksi@inilah.com)?

Salut buat Inilah.com. Semoga menjadi media online yang sukses… !

AyoDance.com – Lomba Dance Online

Seorang teman meminjam notebook ku, ketika aku kembali menggunakannya sudah terbuka sebuah situs, AyoDance.com. Di page title nya tertulis : “Dance Battle Game Online Indonesia“. Saya tidak tahu cara kerjanya seperti apa. Silahkan langsung meluncur ke situsnya kalau kalian penasaran.

Tapi satu hal yang aku peringatkan.. , web ini total besar halaman depannya 1,08 MB !

Ya, karena memang tim mereka sepertinya basisnya memang orang desain grafis, jadinya gitu deh webnya. Gambar segede – gede gaban dijejalin di satu halaman. Ampun deh..

Gak sampai disitu, hati – hati bukanya. Jangan sampai Browser anda HANG! Karena di halaman ini dia pake efek animasi javascript. Dengan berjalannya script tersebut, prosesor ku termakan 95% resourcenya. EDAN..!

Innchannels.com – Portal Berita Baru di Tahun 2007

Innchannels.comDapet dari blognya Pak Nuk, ternyata tahun 2007 lalu ada Portal Berita baru. Tapi formatnya sepertinya bukan breaking news, tapi berupa berita feature. Portal ini beralamat di Innchannels.com. Beberapa hal yang jadi perhatian sederhana saya :

  • Domain. Kok domainnya ribet. Coba saja anda beritahu alamat web ini pada rekan anda. Sebagian besar orang yang saya temui ketika memberi tahu alamat portal ini pasti bertanya, ” Hah? INCANEL? Gimana nulisnya?”. Bandingkan kalo saya mengatakan ke orang lain Kompas.com, Detik.com. Jarang disusul dengan pertanyaan seperti tadi. Dan saya pun tidak perlu memberi tahu ejaan sebuah kata.-
  • Logo. Kenapa logonya mirip dengan CNN yah? Terinpirasi atau ..?
  • Siapa Mereka? Anda ingin tahu? Coba saja buka halaman About Us nya. Dan apa isinya? KOSONG. Sebuah website portal yang profesional dengan konten yang bagus. Tetapi tidak sempat mengisi halaman About Us nya. Aneh..

Tetapi terlepas dari itu, saya puas dengan desain dan isi dari situs ini. Walaupun sedikit masih terinfluence Detikcom. Baik dari penempatan iklan, dan penempatan tulisan. Tetapi setidaknya tidak dibombardir oleh iklan di seluruh halamannya.

YogYES.com – Tak Perlu Berwisata Modal Nekat di Jogja

YogYES.comIni kisah nyata saya dengan beberapa teman lama saya (teman SMP yang sudah tidak pernah bertemu selama 7 tahun).

Waktu itu malam hari, sekitar pukul 19.00 ada SMS dari Evan (temen lama ku itu), isinya “Ban.. , besok aku sampe di Jogja sama Lusi (temen lamaku satu lagi). Kami berangkat dari Bandung malem ini. Jemput ya.., eh iya aku nginep tempatmu ya..”

Kaget juga waktu bacanya. Soalnya kita sudah 7 tahun tidak pernah bertemu ataupun saling berkabar satu sama lain. Malah aku waktu itu belum ingat sama yang namanya Lusi.

Singkat cerita, mereka sudah di Jogja. Kemudian mereka minta ditemenin jalan – jalan ke tempat – tempat wisata di Jogja. Aku sendiri 4 tahun lebih kuliah di Jogja tidak tahu dimana saja tempat wisata di Jogja, selain yang standar semacam : Kaliurang, Keraton, Parangtritis, Candi Prambanan, Benteng Vredeburg, dkk. Akhirnya kelabakan sendiri, tanya – tanya temen sana – sini. Ditemani Fitri, temen SMP-ku yang juga kuliah di UGM, jadilah kami mengunjungi tempat – tempat wisata yang, jujur saya sendiri baru pertama kali mendatanginya. Jadi saya dan teman – teman lama dari Bandung itu sebenarnya sama – sama wisata.

Setelah mereka pulang ke Bandung, saya berpikir. Harusnya mereka bisa saya bawa ke tempat wisata yang lebih “berasa”. Yang enggak standar, dan berkesan. Tapi dimana aku bisa dapat informasinya.. Kepikiran sesaat untuk membuka Google. Dan.. “Arrrgghh……!!! Bukankah ada situs YogYES.com ??!! Saya tahu situs ini. Tetapi mengapa saya tidak melihatnya terlebih dahululu sebelum menemani mereka berwisata.. ”

YogYES punya kampanye yang namanya Tour de Djokja. Disini diulas puluhan tempat wisata yang ada di Jogja (kalau gak salah data ini pun diupdate dan bertambah terus. Dan ini dilengkapi dengan fitur teranyar dari mereka : Yogyakarta Map. Suatu fitur yang sangat luar biasa. Saya belum menemukan situs katalog wisata lainnya yang dilengkapi fitur peta interaktif seinformatif YogYES.

Jadi kalau anda punya rencana berwisata di Jogja, saya rasa dengan mengikuti petunjuk Tour de Djokja ini anda belum puas menikmati Jogja dalam waktu sebulan..

Dan lain kali kalau ada kerabat anda yang minta ditemani berwisata, sepertinya YogYES.com harus jadi panduan utama. Soalnya hal ini tidak mungkin dilakukan dengan mengikuti petunjuk si situs 17,5M (my-indonesia.info)..

Review Situs – situs “Hebat” di Yahoo! POTW

POTWPOTW singkatan dari People Of The Web. Saya tidak tahu sudah berapa lama situs ini ada. Tetapi sepertinya belum lama. Situs yang beralamat di potw.news.yahoo.com ini berisi tulisan – tulisan “feature” mengenai website – website hebat. Bukan berarti harus situs – situs sekelas Facebook, MySpace, Detikcom(?), dll. Tetapi situs – situs yang punya pesan – pesan khusus dibaliknya, atau situs – situs yang mempunyai kisah atau sejarah yang luar biasa dibaliknya. Feature yang dimaksud di sini adalah feature dalam istilah jurnalistik.

Salah satu contohnya adalah review tentang situs Whateverlife.com. Situs yang cukup membuat gempar para “pencari uang” di internet. Pemiliknya adalah seorang gadis berumur 17 tahun, Ashley Qualls. Ia mendapat lebih dari $1 juta per tahunnya dari situsnya ini. Bung Pogung177.com juga pernah menulis tentang ini dalam blognya.

Atau mungkin anda perlu membaca situs ini juga : MyFreeImplants.com . Di sini adalah tempat dimana para wanita yang ingin melakukan implant pada payudara mereka (yang menurut mereka “maaf” kurang besar), tetapi tidak punya uang. Mereka akan mendapatkan uang melalui situs ini. Caranya setiap pria atau siapa saja bisa bergabung di situs ini dengan membayar sejumlah uang. Lama keanggotaannya beragam, ada yang satu bulan, tiga bulan, dsb. Dengan menjadi member situs ini, mereka bisa mendapatkan akses terhadap profil dan foto gadis – gadis tersebut (foto ketika mereka dalam keadaan “polos”) tentunya. Cukup gila memang. Kalau saya bilang sih ini PORNOGRAFI !!. Edan.. Read more Review Situs – situs “Hebat” di Yahoo! POTW

Ribut – ribut Situs Rp 17.5M

Visit Indonesia 2008Dimana – mana belakangan ini banyak saya baca postingan tentang ribut – ribut situs My-Indonesia.info (lagi – lagi situs resmi dari Indonesia yang tidak pakai domain .id). Website yang dengar – dengar dikembangkan (dan eksploitasi) oleh Indo.com ini merupakan situs resmi kampanye pariwisata Indonesia dengan tag line “Visit Indonesia 2008”. *Gimana mau mengunjungi Indonesia tahun 2008 jika sekarang saja informasi tentang pariwisata di Yogyakarta masih kosong?

Protes disana – sini terdengar, mulai dari dunia blog, milis sampai di burjo dan angkringan. Tetapi salah satu ulasan yang cukup mendalam mungkin bisa anda mulai dari blog nya Ray.

Saya dengar juga bahwa 17.5M itu tidak hanya untuk development saja. Tetapi sudah termasuk biaya promosi. Mungkin bisa saja benar. Jika dianggap tiap propinsi di tiap negara di dunia mendapat mini-magazine yang high class tentang situs ini, berarti wajar angka segitu bisa dicapai. Tapi dengan tampilan dan informasi situs seperti itu.. rasanya gimana gitu ya?

Butuh pembanding situs pariwisata Indonesia? Lihatlah YogYES.com Kalau anda mengerti website anda bisa lihat, baca dan rasakan perbedaannya.. Dan yang jelas Bung Agus (Founder YogYES.com) tidak mengeluarkan dana sampai 17.5M untuk pengembangan, promosi, maintenance, marketing dan service situsnya. Menurut anda?

Jamendo.com – Sebuah Contoh Nyata Musik Gratis dan Legal

Jamendo.comDulu saya sempat menulis sebuah konsep tentang kira – kira seperti apa industri musik(Indonesia khususnya) nantinya. Silahkan dibaca disini. Detail konsepnya memang tidak saya tulis. Tetapi intinya saya menginginkan (atau ingin membuat) situs yang berisi koleksi lagu – lagu (baik dalam format mp3 maupun ogg) dari musisi – musisi Indonesia. Tetapi bukan yang bajakan, atau ilegal. Melainkan legal. Jadi yang saya harapkan si pemilik lagu sendiri yang mengupload lagunya disini. Dan disediakan bebas untuk didownload secara gratis. Dan lebih jauh lagi, saya menginginkan agar website ini harus dibangun di atas sistem operasi Linux, dengan software – software legal. Untuk hal ini saya tidak tahu apakah Jamendo juga melakukan hal yang sama, mengingat pendirinya juga adalah seorang Linuxer (founder dari Lynucs.org). Ia juga teman dari Gael Duval (pendiri distro Mandrake Linux), yang sudah keluar dari Mandrake dan membuat distro baru Ulteo.

Sebagian musisi mungkin akan khawatir dengan hak cipta lagu dalam website Jamendo tersebut. Tetapi ini bisa ditangani dengan model lisensi dari Creative Commons License. Sedangkan mengenai bagaimana si musisi tersebut mendapatkan royalti/bayaran/ atau apapun yang intinya adalah “penghargaan” atas karya ciptanya, bisa dibaca pada tulisan saya tadi itu. Jamendo sendiri menyediakan opsi bagi hasil dari iklan di websitenya (dengan ketentuan tertentu) bagi musisi dan donasi dari user yang mendownload website tersebut.

Jamendo.com sendiri bagi saya merupakan “A Proof of Concept” dari apa yang saya bayangkan. Dan Jamendo melakukannya dengan sangat baik. Dan tidak hanya bagaimana musisi mendapat uang atas hasil karyanya yang di jelaskan dengan transparan, tetapi bagaimana Jamendo menghasilkan uang dari website nya tersebut pun dijelaskan.

Bagi para musisi, di Jamendo.com anda bisa mengupload lagu – lagu hasil karya anda sendiri. Syaratnya Read more Jamendo.com – Sebuah Contoh Nyata Musik Gratis dan Legal

Canonical Inspirasi Model Perusahaan OpenSource bagi Drupal (dan Kita?)

Drupal CMSDries Buytaert, pencipta dari Drupal CMS (Content Management System) baru saja mendirikan perusahaan startup, Acquia. Bidang perusahaan ini tentunya masih di seputar Drupal. Lebih lengkapnya bisa dilihat di FAQ nya.

Drupal sendiri berlisensi GPL, sama seperti Linux. Dan Drupal juga mempunya varian (distro), salah satunya (dan satu – satunya yang saya tahu) CivicSpace. Jika di Linux distro satu dengan yang lainnya yang membedakannya adalah paketan software – software yang dibawanya (termasuk manajemen paketnya), di Drupal pun seperti itu. Perbedaan CivicSpace dan Drupal adalah paketan modul – modul yang menyertainya.

Saya sendiri dulu juga sempat bertanya – tanya, banyak perusahaan pengembang web & Drupal Support yang berkembang dan telah terbukti menghasilkan bisnis yang bagus. Di antaranya adalah Lullabot, yang mengembangkan web MTV Inggris dengan CMS Durpal. Tetapi mengapa si penciptanya sendiri tidak membuat perusahaan serupa, dan tetap asyik saja menjalani kuliah PhD nya. Dan pertanyaan saya terjawab sudah. Bukannya tidak, tetapi belum (walaupun tidak serupa).

Canonical (Ubuntu Linux)

UbuntuCanonical Ltd. sendiri sebuah perusahaan di bidang opensource yang cukup unik. Berbeda dengan pendahulunya yang telah sukses RedHat dan Novell, perusahaan yang digawangi oleh Mark Shuttleworth ini tidak membuat edisi enterprise dan edisi umum (public). Tetapi Read more Canonical Inspirasi Model Perusahaan OpenSource bagi Drupal (dan Kita?)