Penjelajahan Desain Website 2.0

Beberapa hari ini saya sedang mengerjakan 3 website sekaligus. Satu untuk e-Commerce, satu untuk promosi bisnisnya seorang teman kampus, dan satu lagi untuk Indonesia Linux Conference 2007. Kalau sekitar setahun lalu, ketika mendesain website saya masih bingung berurusan dengan migrasi dari Table Based ke CSS Based. Belum lagi banyaknya properti dan nilai dari masing – masing style CSS. Tetapi kini kesulitan yang utama justru adalah ide.. Untuk mendapatkan ide inilah saya menjelajah dunia nya si maya (*gak pake Ahmad).

Penjelajahan dimulai dengan menggunakan Yahoo! (entah mengapa Google selalu error diakses). Tujuan utama tentu mencari seperti apa trend desain web saat ini, atau istilah kerennya Web 2.0 Design. Gak sengaja nemu artikel tentang desain website 2.0. Disini nih : http://mittermayr.wordpress.com/2006/02/03/20-culture/ Menurutku ini referensi yang sangat bagus. Lihat saja website – website yang dia contohkan, memang bener – bener “modern”. Situs lain? Coba saja lihat desain Webware.com, dan Digg.com

Di lokal Indonesia sendiri sepertinya tidak mau ketinggalan, lihat saja Fupei.com (Friendsternya Indonesia punya). Bagaimana dengan Detik, Kompas, atau OkeZone? Hmmm.. sepertinya gak masuk desain Web 2.0 yah.. (dari sisi grafis lho). Kalau anda ingin melihat lebih banyak, sepertinya lebih mudah dengan melihat desain blog – blog. Karena sebagian besar desain/theme blog tersebut tidaklah membuat sendiri seperti virtual.co.id/blog atau indipromedia.com, tetapi menggunakan theme yang sudah banyak beredar di internet. Jadi secara tidak langsung mewakili tren desain website saat ini di seluruh dunia.

Untuk mengetahui lebih lanjut trend desain website sekarang silahkan kunjungi website – website template gratis dan opensource (dengan Creative Common License). Seperti : oswd.org, opendesigns.org, openwebdesign.com, dll.

Tetapi…, nah ada tetapinya nih. Sejauh perkembangan desain web hingga saat ini, justru web – web raksasa yang namanya sudah terkenal seantero jagad ini justru tidak begitu mengikuti trend tersebut. Coba saja lihat News.Yahoo.Com, atau News.Google.Com, atau NYTimes.com. Apakah mereka banyak menggunakan icon – icon dengan efek glass? atau menggunakan background dengan garis – garis miring + gradasi? Atau menggunakan banyak shadow yang tipis? Untuk News.Yahoo.Com memang ada sedikit, tetapi untuk News.Google.com sangat sederhana sekali bukan? Sepertinya mereka memang betul – betul menjaga konsep “Content is the king” (seperti ditulis Eric S. Raymond).

Dari sini dapat dilihat kalau memang desain web yang paling ideal memang sepertinya adalah desain yang memudahkan pengunjung webnya. Baik itu dari segi menu, letak dan ukuran judul tulisan, keterangan, hingga footer. Trend desain seperti disebutkan diawal tadi memang terlihat sangat keren saat ini. Tetapi seiring berjalannya waktu ia akan segera berubah. Seperti beberapa tahun lalu kebanyakan desain bergaya distro, kini bergaya Web 2.0, dan cepat atau lambat akan berganti lagi. Tetapi desain (yang kelihatannya) standar seperti diterapkan Yahoo, Google, Distrowatch dan Slashdot justru tetap bertahan.

Nah setelah selesai menjelajah, akhirnya dapet banyak referensi nih. Siap – siap menjalankan Inkscape untuk membuat icon – icon dengan glass effect. Lho? Mo ikutan desain Web 2.0? *ya iyalah…, secara gue masih muda.. sekali kali ngikutin trend boleh kalee..* (sok muda…!)

NB: – Situsnya ITB (www.itb.ac.id) itu menurutku juga masuk desain web 2.0.
– Kalau anda mencari desainer web 2.0 yang handal, saya bilang bung Thomas Ari Setiawan (www.orangescale.com) tuh salah satunya..

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

durian