Ini tahun kelima saya menikmati libur Lebaran di Jogja. Dan sama seperti tahun – tahun sebelumnya, biasanya hari pertama, kedua, dan ketiga lebaran saya keliling Jogja untuk melihat keramaian yang ada.

Tidak semuanya ramai tentunya. Daerah Pogung (daerah kos – kosan nya anak Teknik) sepi kaya kuburan.. Pada mudik semua penghuninya. Bahkan pemilik kos pun mudik juga ke kampung halamannya (yang masih berada di seputar Jogja).

Satu hal yang selalu sama setiap saya keliling Jogja ketika libur Lebaran adalah padatnya kendaraan roda empat di jalan – jalan utama. Dan yang cukup menarik bagi saya, 90% kendaraan ini berkode plat luar Jogja (bukan AB). Ini peringkatnya (berdasarkan pengamatan asal – asalan) :

1. Plat B (Jakarta) : 90%

2. Plat H (Semarang)

3. Plat L (Surabaya)

4. Plat D (Bandung)

5.  AB (Jogja)

6. dll

Ya.. kendaraan roda empat berplat AB lebih sedikit daripada lainnya. Saya sempat melewati jalan dari arah Stasiun Tugu menuju lampu merah di bawah jembatan rel kereta api (di sisi selatan tugu Adipura). Antrian kendaraan roda empat disini sangat panjang, mulai dari simpang Stasiun Tugu, hingga lampu merah di samping tugu Adipura. Dan yang paling menarik perhatian saya, semua kendaraan tersebut berplat B ! Kepadatan ini bukan cuma pagi dan siang hari. Tadi malam saya keliling sama makhluk ini hasilnya juga sama.

Tetapi tumpah ruah Plat B ini sepertinya dominan di wilayah pusat Kota Jogja ke arah Selatan.. (Kotabaru, Tugu Jogja, Alun – alun Utara & Selatan, Kota Gede, Wirobrajan, Jalan Solo, Kali Mambu, Jalan Parangtritis, dll). Kalau saya jalan ke arah Utara (lewat Jalan Kaliurang), kondisinya sedikit berbeda.. Tumpah ruah Plat B tidak sebanyak itu.

Ini mungkin karena objek wisata dan tempat hiburan memang lebih banyak terletak di wilayah tengah Jogja dan ke arah selatan. Di sisi utara sendiri objek wisata yang paling dikenal ya Gunung Merapi dan daerah Kaliurang. Kalau kalian belum pernah ke Kaliurang, tapi mungkin pernah ke daerah Puncak, Bogor, nah kondisinya mirip – miriplah.. Berbukit – bukit, dingin, jalan menanjak, dan banyak villa. Yang kurang cuma “gadis – gadisnya” :P.

Sori, saya tidak sempat mengambil fotonya.. 🙁