*Sedikit mengulang lagi dari twitter*

Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : “Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. “. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : “Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak – balik aku cek gak ada di inbox..”

Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.

Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.

Tapi.. Pada kenyataannya orang – orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.

Tidak cuma di daerah

Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? Di gedung – gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing – masing sebagai “peluang terakhir” untuk eksis di internet. Apalagi kalau di kos – kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)

Masih situs itu – itu saja

Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).

Nah pada akhirnya orang – orang juga akan bosan dengan situs itu – itu saja. Mereka mulai mencari – cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? 😀

Dan memang situs – situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di “lewatkan” dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).

Peluang

Ada dua peluang besar disini :

  1. Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)
  2. Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.

Menurut anda ?

[catatan]

Istilah “mobile web” mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. 🙁

[link terkait]

Informasi statistik pengguna web via OperaMini (via @sandalian)