Perusahaan Teknologi dan Pandangan Pribadi/Politik

Image

Beberapa waktu lalu dunia teknologi sempat geger karena Brendan Eich diangkat jadi CEO Mozilla, lalu tidak berapa lama kemudian langsung turun dari posisi itu.

Kemudian kemarin muncul situs drop-dropbox.com. Isinya cuma 1 halaman. Inti pesan di halaman ini, meminta agar pengguna Dropbox membatalkan keputusan mereka mengangkat Condeleezza Rice menjadi salah satu Board of Director (BOD) di Dropbox.

Sekadar pengingat, Brendan Eich itu adalah pembuat JavaScript. Bisa dibilang hampir semua website terkenal di dunia saat ini pasti menggunakan JavaScript.

Condeleezza Rice sendiri adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Amerika Serikat di era pemerintahan George Bush. Dan banyak yang menyebut wanita single ini sebagai arsitek perang Irak.

Kenapa diminta mundur?

Brendan Eich, dulu ternyata pernah memberikan donasi (uang) agar undang-undang yang melarang pernikahan sesama jenis kelamin disahkan. Atas tindakannya di masa lalu itu, dia dicap anti-gay. Nah, di US, hal seperti ini sangat sensitif. Anti-gay itu dianggap hampir sama seperti rasis, atau pro-apartheid.

Kalau Condeleezza Rice sepertinya cukup jelas ya. Pandangan politiknya sebagai pendukung (apalagi disebut arsitek) perang Irak, membuat gerah banyak orang di AS, bahkan mungkin di dunia.

Sanggahan

Brendan Eich sendiri menyangkal kalau dirinya seorang “anti-gay”. Dia tidak ada masalah dengan mereka yang menyukai sesama jenis. Dia hanya tidak setuju jika pernikahan mereka dilegalkan. Saya kurang tahu kenapa.

Kalau Condeleezza Rice sendiri sepertinya cukup jelas kenapa banyak ditolak orang ya. Selain karena pandangan dan dukungannya atas perang Irak, dia juga yang memberikan otorisasi kepada NSA untuk memata-matai warga AS, pejabat PBB, dan perwakilan Negara lain di AS.

Pro Kontra

Tentunya banyak terjadi pro-kontra terkait hal ini. Mereka yang tidak setuju dengan alasan di atas. Sebagian lagi menyatakan, tidak ada hubungannya pandangan politik / pribadi dengan pekerjaan profesional. Menurut mereka jika semua orang dengan pandangan politik/pribadi yang tidak popular harus dipecat dari tempat kerjanya, maka semua kantor-kantor akan sepi.

Hmm.. masuk akal juga. Tapi yang jelas kalau kantor-kantor itu sepi, saya tahu kemana mereka bisa “ngantor”. Tuh di Senayan.

 

Sumber foto : TheWire.com

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

apel