#1 Non-Profit E-commerce Consulting in Indonesia

E-Commerce betul-betul sangat seksi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Dari mulai level perorangan sampai grup-grup konglomerat lokal pun ikut berkecimpung ke ranah ini. Djarum dengan BliBli.com dan Kaskus-nya, Lippo Group dengan MatahariMall.com nya, XL dengan Elevenia.co.id, Telkom dengan Blanja.com, EMTEK (Group Holding SCTV dan Nexmedia) dengan BukaLapak.com-nya, dll.

Untuk kelas konglomerat, tentu mereka tidak ada masalah dengan pengembangan bisnis mereka. Baik dari sisi penguasaan pasar, iklan, maupun permodalan. Mereka sangat bisa memanfaatkan momentum ini. Yang disayangkan adalah, jika UKM – UKM yang sudah mulai melek e-commerce, tidak bisa memanfaatkan momentum ini. Beragam pasti masalahnya. Sebagian dari mereka mungkin bahkan baru melek komputer. Jadi boro-boro paham soal digital marketing, SEO, SEM, dkk.

Dulu saya pernah dengar di sebuah acara di televisi, katanya salah satu pilar besar penopang ekonomi Indonesia itu adalah UKM. Sewaktu krisis finansial melanda global tahun 2007/2008, Indonesia terbilang cukup tangguh. Katanya lagi, salah satu penunjang utamanya adalah sektor UKM ini.

Nah jika saja UKM-UKM ini bisa dibina, diarahkan, dan difasilitasi untuk bisa memanfaatkan internet lebih baik, mereka pasti bisa berkembang lebih pesat. Pertanyaannya siapa yang bisa diharapkan untuk mau melakukan ini? Pemerintah? Ahh.. susah membicarakan yang berhubungan sama pemerintah. Haha. Selain pemerintah deh, siapa?

Dulu, sewaktu Juale.com masih beroperasi. Setahu saya mereka cukup getol melakukan sosialiasi penggunaan media internet bagi UKM (Tentunya karena UKM-UKM ini juga adalah target market-nya Juale.com). Saya tidak tahu sih seperti apa persisnya hasilnya. Apalagi Juale.com akhirnya tutup. Saya tidak tahu, setelah Juale apakah ada atau tidak pihak swasta lain yang melakukan hal yang serupa.

Mungkin, mungkin ya.. Akan lebih bagus jika ada lembaga non-profit yang bisa menjalankan ini. Bukan berarti lembaga ini tidak mencari uang, tetapi sesuai deskripsinya, lembaga non-profit ini tidak bertujuan memperkaya pemiliknya. Siapa isinya? Sebagai punggawa-punggawa nya mungkin bisa diisi dari perwakilan konglomerat-konglomerat yang saya sebutkan di awal tadi. Toh kalau UKM ini berkembang di online, konglomerat-konglomerat itu juga untung. Karena masyarakat menjadi terbiasa dengan e-commerce, regulasi pun akan disesuaikan jadi lebih baik, win-win lah.

Hanya satu lembaga non-profit? Oh tentu tidak. Jika ada beberapa juga lebih baik. Mungkin satu fokusnya khusus UKM yang didirikan wanita, satu lagi fokus ke UKM yang didirikan anak muda dibawah umur 25 tahun, dsb. Terakhir, pemerintah bisa bikin acara untuk mencari ” #1 Non-Profit E-commerce Consulting in Indonesia“. Yang terpilih, akan di-endorse oleh pemerintah. Bagus toh?

 

**Iya…iya, yang ngerti sih dari awal mungkin paham, kalau saya sebenarnya sekalian eksperimen SEO juga. Akibat baca thread di milis sebelah. Hahahaha.

4 Comments

(Required)
(Required, will not be published)

rambutan