Para Gadis dan DNS Server

[Ilustrasi: Terry Chay | tychay – flickr.com]

“Eh nanti lunch di mall yuuk cyiin..”
“Yukk.. yuk.. Mumpung gue agak santai nih. Email gue sepi.”
“Jalan sekarang aja apa ya? Gue udah beres sih..”
“Yukk, cusss..”

Para gadis-gadis AE (Account Executive) sumringah bersiap berangkat ke mall. Hanya berjumlah 5 orang, mereka cukup menggunakan 1 mobil. Waktu masih menunjukkan pukul 11.15.

Tim IT yang berada dalam satu ruangan bersama mereka sibuk dengan urusannya masing-masing di laptopnya. Cuma melirik sekilas ke arah para AE lalu kembali sibuk dengan terminal console, kode HTML, atau kode-kode lain. Dasar geek.

“Cyiin.. Lo udah dapat email belum tentang materi banner yang baru?”
“Belum sih. Katanya mau dikirim siang ini.”
“Hmm.. Gue belum terima sih”

Mereka sudah kembali dari makan siang. Tim IT juga sudah duduk manis lagi. Mereka cukup puas makan di warteg belakang.

“Dikirim ntar sore juga gapapa kok. Itu materi bannernya gampang revisinya. Sepuluh menitan juga kelar ..”, salah satu tim IT menimpali.

“Waah.. thank youu Mass..!”, sahut salah satu AE girang.

Waktu menunjukkan pukul 2.30.

“Masih belum dikirim ya materi revisi banner nya?”
“Belum cyiin.. Dese’ sibuk kalik.”
“Gue sih emang seharian belum dapat email dari pagi. Ahh senang deh sekali-kali hidup gue tenang.. hehe”
“Eh, gue jugak belum ada email masuk sama sekali dari pagi”, mulai bingung
“Hah? Gue kira client gue doang yang lagi jinak. Lo semua juga gak dapat email masuk?”
“Mas, ini kenapa ya email kita?”

“Ya berarti Google nya lagi ngaco. Itu email kita host nya di Google. Ya gak bisa apa-apa kita.”, salah satu tim IT menjawab. Ia melihat laptopnya kembali. Aneh, tidak ada masalah dengan emailnya. Hmm.. Bodo’ ah. Kembali dengan kode HTML dan CSS nya.

Selang 10 menit.

“Ini aneh deh, Mas. Lo email masuk gak?” ujar salah satu AE sambil merapikan rambutnya yang terjuntai lurus seperti ekor kuda.

“Iya nih. Gue juga.”
“Gue jugak, Mas. Aneeh dehh.”

“Masuk kok. Tauk nih Google”, jawab seorang tim IT. Tapi mulai curiga. Oh iya, dia sadar, tim AE dan tim IT menggunakan alamat domain yang berbeda. Akhirnya mulai googling, apakah mungkin Google memperlakukan Google Apps for Domain berbeda-beda untuk tiap domain.

Wah, jangan-jangan DNS servernya mati lagi. Cek ke NS server domain tim AE, semua normal. Akhirnya cek ke Domain Control Panel. Matanya melotot melihat ke nameserver yang tertulis. Ohh iya.. Nameserver domain tim AE sudah bukan di server yang dia cek tadi. Kemarin malam dia menyatukan semua Nameserver di perusahaan itu ke satu tempat lain.

Eh, tapi domain yang dipakai tim IT sekarang kan menggunakan nameserver yang sama dengan domain yang dipakai tim AE. Berarti DNS server nya gak ada masalah dong. Dia ping, test NSLOOKUP, DIG. Iya bener, nyala, lancar jaya.

Ya sudah, dia mengambil gelas, hendak membuat kopi di pantry lantai satu. Selangkah kemudian terpikir. “Eh, MX record nya sudah bener kan ya?” Lalu duduk kembali.

Cek ke konfigurasi BIND, “Dyaaaaarrr…!”. Gak ada MX record sama sekali untuk domain yang dipakai para AE. Bos IT menghampiri.

“Bro, kenapa ya nih email cewek-cewek gak masuk. Gue bingung. Padahal Google Mail gak kenapa-napa tuh.”
Berbisik, “Iya bro. Kemarin kan kita jadiin semua nameserver di satu tempat. Nah gue lupa nambahin MX Record buat domain mereka. Hehe..”
Setengah berbisik, “Ahhh elahh.. Hahaha. Ngaco lo. Buruan tambahin.”

Para AE masih sibuk sendiri. Ada yang bergosip ria, ada yang BBM-an. Ada yang berkutat dengan MS Excel.

Selesai menambahkan MX Record, dia turun ke bawah. Membuat kopi.

15 menit kemudian kembali ke lantai atas.

“Gimana, masih belum ada email masuk?”, ujar si tim IT sambil berjalan ke mejanya dengan segelas kopi di tangan.

“Udaahh, Mas..!”
“Eeee.. resek nih client gue. Dia marah-marah katanya udah dikirim materi nya dari pagi, kenapa gak direvisi juga dari sekarang.. Ya mana gue tau, emang gak masuk kok emailnya. Gembel..!”
“Iya.., client gue juga. Emailnya baru masuk sekarang bilangnya dari pagi dikirim. Ya kalo urgent telpon aja nyeeeet..”

Salah satu tim IT tadi melirik bosnya, tersenyum, lalu menenggak kopinya, memasang earphone, mendengarkan lagu Rage Against The Machine, lalu kembali ke kode HTML dan CSS nya.

..semacam true story.

 

Cerita lain: Sulitnya membuat satu halaman website.

2 Comments

  • At 2015.05.28 12:31, christin said:

    Okto ki nek dadi Bos IT mbok ojo nakal ngono kuwi :p

    • At 2015.06.13 11:03, darmanex said:

      tiap hari aja digituin, biar para AE hidupnya tenang sentosa..wkwkwkkwkk

      (Required)
      (Required, will not be published)

      semangka