Nekat Upgrade Ubuntu Natty (11.04) ke Yakkety (16.04)

Note: Ditulis Agustus 2016 lalu, tapi baru dipublish Februari 2017. Lupa kalau ada di draft. 

Sudah lama laptop pribadi saya berganti ke Macbook. Bukan ngikut trend sih, dan bukan karena alasan banyak “tech guy” yang pake Macbook juga. Tapi karena dulu sempat mau agak serius ngulik bikin music di komputer dengan software. Kinerja perangkat-perangkat pendukung proses nguliknya (MIDI Controller, External Soundcard, dll), serta kualitas hasil prosesnya jauh lebih baik di Macbook. Mungkin karena hardware dan sistem operasi Mac memang relasinya 1:1, jadi optimasinya tinggi.

Barusan saya ngebongkar laptop lama saya, Compaq HP, sistem operasinya masih Ubuntu Linux Natty 11.04. Ubuntu Natty 11.04 ini dirilis bulan April tahun 2011 silam. Sejak sekitar awal tahun 2012, laptop ini sudah tidak pernah saya sentuh lagi.

Sekarang Ubuntu terbaru sudah keluar, 16.04 dengan nama Yakkety Yak. Nah saya mau coba upgrade dari Ubuntu 11.04 (Natty) ini ke Ubuntu 16.04 (Yakkety). Beresiko jadi kacau balau sih OS nya kayaknya. Tapi ya bodo amat lah. Toh komputer ini sudah saya jadikan VM, sewaktu-waktu kalau saya butuh masih bisa saya jalankan via VirtualBox di Macbook saya.

Secara garis besar, saya rasa kalau langsung upgrade dari Natty ke Yakkety, pasti bakal broken sistemnya. Jadi saya kan upgrade per rilis. Dari Natty ke Oneiric, Prices, Quantal, dan seterusnya, hingga ke Yakkety.

Ini proses yang saya lakukan:

1. Update apt source list.

Ternyata repository Natty udah pada dihapus di beberapa repository lokal yang saya coba. Di “Kambing”, Gunadarma dan Repo UGM, semua udah gak ada. Tapi dari Ubuntu ternyata masih disediain: old-releases.ubuntu.com.

deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ natty main restricted universe multiverse
deb http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/ natty-updates main restricted universe multiverse

2. sudo apt-get update

laban@labanux:~$ sudo apt-get update
Ign http://ppa.launchpad.net natty InRelease
Ign http://old-releases.ubuntu.com natty InRelease
Ign http://ppa.launchpad.net natty InRelease
Ign http://old-releases.ubuntu.com natty-updates InRelease
Ign http://ppa.launchpad.net natty InRelease
Get:1 http://old-releases.ubuntu.com natty Release.gpg [198 B]
Hit http://ppa.launchpad.net natty Release.gpg
Get:2 http://old-releases.ubuntu.com natty-updates Release.gpg [198 B]
Hit http://ppa.launchpad.net natty Release.gpg
Get:3 http://old-releases.ubuntu.com natty Release [39.8 kB]
Hit http://ppa.launchpad.net natty Release.gpg
Hit http://ppa.launchpad.net natty Release
Get:4 http://old-releases.ubuntu.com natty-updates Release [39.8 kB]

….

3. sudo apt-get upgrade

Ini ceritanya biar aman dulu. Ternyata yang perlu didownload banyak banget. Haha. Totalnya 171 MB. Sikatlah.

laban@labanux:~$ sudo apt-get upgrade
[sudo] password for laban:
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following packages have been kept back:
firefox firefox-globalmenu libsyncdaemon-1.0-1 linux-generic linux-headers-generic linux-image-generic
python-ubuntuone-client ubuntuone-client ubuntuone-client-gnome
The following packages will be upgraded:
bind9-host bluez bluez-alsa bluez-cups

4. uname -a dan liat versi

Mau ngecek aja

laban@labanux:~$ uname -a
Linux labanux 2.6.38-15-generic #61-Ubuntu SMP Tue Jun 12 19:15:11 UTC 2012 i686 i686 i386 GNU/Linux

laban@labanux:~$ cat /etc/issue
Ubuntu 11.04 \n \l

5. Restart.

Sebenarnya katanya Linux gak butuh restart kalau habis install atau upgrade software. Cuma pengalaman-pengalaman dulu, tetap aja beda. Ada saja yang agak aneh kalau belum restart. Jadi, saya restart saja deh.

laban@labanux:~$ sudo reboot

 

6. sudo do-release-upgrade

Tadinya mau jalanin “sudo apt-get dist-upgrade”. Tapi dapat notifikasi kalau mau upgrade ke versi Ubuntu berikutnya, pake “do-release-upgrade”. Walaupun saya pakai Ubuntu bertahun-tahun, bahkan dari sejak versi pertamanya, saya baru tahu ada command ini. Katrok.

laban@labanux:~$ sudo do-release-upgrade
Checking for a new ubuntu release
Your Ubuntu release is not supported anymore.
For upgrade information, please visit:
http://www.ubuntu.com/releaseendoflife

54 installed packages are no longer supported by Canonical. You can
still get support from the community.

23 packages are going to be removed. 278 new packages are going to be
installed. 1344 packages are going to be upgraded.

You have to download a total of 818 M. This download will take about
24 minutes with your connection.

Fetching and installing the upgrade can take several hours. Once the
download has finished, the process cannot be cancelled.

Continue [yN]  Details [d]y

Hajarrrr….

Saya jawab Yes aja untuk semua prompt yang muncul.

7. Cek hasil

Sedari tadi itu saya lakukan via SSH dari Mac. Kali ini saya langsung ke laptop HP nya, liat desktopnya. Berasa aneh karena kaya semua font nya di zoom. Entahlah kenapa begitu.

laban@labanux:~$ uname -a
Linux labanux 3.0.0-32-generic #51-Ubuntu SMP Thu Mar 21 15:51:26 UTC 2013 i686 i686 i386 GNU/Linux

laban@labanux:~$ cat /etc/issue
Ubuntu 11.10 \n \l

Nah saya bingung juga apalagi yang mau dicek di sini. Semua setingan server di sini (Nginx, Apache, Tomcat, SOLR, dll) saya sudah lupa. Port nya di mana aja juga lupa. Haha. Jadi selama desktopnya bisa ke-load, ya sudah asumsi saya beres.

8. sudo do-release-upgrade

Oke.., lanjut upgrade lagi ke Ubuntu Precise Pangolin (12.04)

Screen yang muncul miriplah sama yang pertama.

9. Cek lagi

laban@labanux:~$ uname -a
Linux labanux 3.2.0-106-generic #147-Ubuntu SMP Tue Jun 28 21:27:50 UTC 2016 i686 i686 i386 GNU/Linux
laban@labanux:~$ cat /etc/issue
Ubuntu 12.04.5 LTS \n \l

10. Upgrade langsung antar LTS

Nah di sini saya baru sadar kalau 12.04 itu versi LTS. Setelah googling, katanya versi LTS itu bisa langsung loncat ke LTS berikutnya. Versi LTS berikutnya adalah 14.04, lalu 16.04. Jadi seharusnya saya bisa langsung loncat dari 12.04 ke 14.04 terus ke 16.04. Gak perlu lagi “do-release-upgrade” dari 12.04 ke 12.10 ke 13.04 ke 13.10 dst.. sampai ke 16.04.

Tapi anehnya, by default upgrade yang ditawarkan adalah ke 12.10, bukan 14.04 (LTS).

Welcome to Ubuntu 12.04.5 LTS (GNU/Linux 3.2.0-106-generic i686)

* Documentation:  https://help.ubuntu.com/

New release '12.10' available.
Run 'do-release-upgrade' to upgrade to it

Setelah googling sebentar, dapat tips untuk menjalankan ‘sudo do-release-upgrade -c -d’.

laban@labanux:~$ sudo do-release-upgrade -c -d
[sudo] password for laban:
Checking for a new Ubuntu release
New release '14.04.5 LTS' available.
Run 'do-release-upgrade' to upgrade to it.

Nah baru deh, kedetect 14.04 Trusty (LTS).

laban@labanux:~$ sudo do-release-upgrade
Checking for a new Ubuntu release
Get:1 Upgrade tool signature [198 B]
Get:2 Upgrade tool [1,156 kB]
Fetched 1,156 kB in 0s (0 B/s)
authenticate 'trusty.tar.gz' against 'trusty.tar.gz.gpg'
extracting 'trusty.tar.gz'

Yes berhasil. Saya do-release-upgrade lagi ke 16.04.

Saya login ke Desktop. Cek sekilas sepertinya semua berjalan normal.

11. Matikan GDM (Gnome Display Manager) & Otomatis Terkoneksi ke Wifi
Karena laptop ini mau saya jadikan server saja, saya mau matikan desktopnya. Seingat saya ini bisa dilakukan dengan membuat GDM tidak otomatis dijalankan.

Googling sebentar, katanya ada konfigurasi Grub yang harus saya utak-atik. Pokoknya seingat saya bagian “splash” diganti jadi “text”. Lalu mengubah sedikit konfigurasi systemd agar GDM tidak diload.

Selain itu saya mengubah konfigurasi /etc/network/interfaces agar otomatis terkoneksi ke hotspot tanpa perlu login.

12. Semua Error

Setelah restart, ternyata malah booting gagal. Gak tahu kenapa. Saya coba pakai command ‘c’ di pilihan boot Grub untuk mengembalikan “text” ke “splash”. Tapi tetap gagal. Kayaknya karena systemd nya. Bubar sudah. Nyesel saya ngapain utak-atik setingan GDM.

13. Install Ulang via USB

Karena kesalah tadi, dan saya sudah males mikir, saya install ulang laptop saya. Saya pakai Unetbootin di Mac untuk membuat bootable USB. Saya pakai Ubuntu Desktop 16.04 yang versi amd64, karena mikirnya toh laptop saya sudah 64 bit. USB saya 4GB.

Gagal.

Saya pakai USB lain, 64 GB. Error juga. Padahal tipe filesystemnya sudah FAT. Tapi saya gak tahu ini FAT32 atau FAT yang lain, di Mac gak kelihatan.

Saya coba lagi pakai USB 2GB. Masih error juga.

Akhirnya saya kombinasi: 3 USB tadi, dengan iso Ubuntu 16.04, 14.04, 12.04, amd64, i386. Semingguan (di waktu agak lowong). Gagal semua. Termasuk akhirnya saya pakai iso Ubuntu 11.04 i386 (versi Ubuntu di laptop saya yang berjalan mulus sebelum saya utak-atik tadi). Tapi gagal juga.

Sampai akhirnya saya bawa laptop Windows 10 ke rumah. Format USB 4GB ke FAT32. Lalu dengan Unetbootin, bikin USB bootable Ubuntu 11.04 alternate. Akhirnya berhasil.

14. Upgrade lagi ke 12.04

Karena memang ini iseng saja. Setelah selesai install ulang 11.04, saya do-release upgrade lagi ke 11.10, lalu ke 12.04. Tapi kali ini stop sampai di sini. Saya curiga spesifikasi laptop tua saya sudah gak kuat untuk 14.04, apalagi 16.04.

 

Setelah ini, saya jadikan laptop saya server, biar bisa akses file pribadi di rumah darimana saya. Tapi belakangan malah ribet buka-buka FTP atau Filesharing. Jadinya saya malah pakai Box.com saja. Setelah semua perjuangan upgrade dan install ulang laptop ini, ujung-ujungnya nangkring di rak juga nih laptop.

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

apel