Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon

UbuntuSetelah berjuang burn ke CD sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga diinstall Ubuntu Gutsy ini. Bayangkan, download image Ubuntu (versi alternate – text mode) nya cuma butuh waktu 10 menitan. Eh, proses burn + coba installnya malah 1 jam lebih. Keren gak tuh.. 🙁

Beberapa hal yang patut dicermati (di notebook ku – Compaq Presario V3103) :

1. Visual Effects

Kesan pertama setelah install : “Eh.., apa nih.., ohh.. Compiz nya secara default aktif.. Hmm.., berarti Ubuntu berani menjamin di sebagian besar PC/Notebook fitur ini bisa berjalan yah..”

Kemudian coba cari setingan buat tampilan Ubuntunya.. Ternyata letakknya bukan di System – Preferences – Theme seperti di Feisty, tetapi di “System – Preferences – Appearance“. Dan di dalam menu ini lah konfigurasi “Theme, Wallpaper, Fonts, Inteface, dan Visual Effects” diletakkan. Oh iya Visual Effects disini cuma menyediakan 3 opsi : None, Normal, Extra. Sementara untuk konfigurasi detail dari efeknya masih belum tahu nih.

Aku sendiri pake yang mode Extra, tetapi efek sampingnya, kadang – kadang rasanya efek ini malah mengganggu. Ketika anda akan memindahkan window ke atas, justru malah keluar efek “wooble”. Wekss..

2. Bluetooth Read more Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon

Microsoft Serius di Open Source

CodePlex.comBeberapa waktu lalu aku baru tahu kalau MS akhirnya mau terlibat juga di dunia Linux. Tetapi konsepnya *isunya* berbeda dengan Open Source pada umumnya. Untuk lebih jelas bisa baca di microsoft.com/opensource . Dan ini masih ditambah dengan dibuatnya situs CodePlex.com (kok pake .com ya?). CodePlex ini kurang lebih seperti SourceForge.net lah menurut saya. Tetapi untuk konsep detailnya mungkin sedikit berbeda.

Pengaruhnya buat saya? Gak ada tuh… Lah selama windowsnya masih bayar gimana mo pake software – software itu? Kalau semisal Vista ato paling enggak XP dah gratis, nah.. bisa dipertimbangkan 😀

Feisty Tidak Mendeteksi Built-in Card-Reader Compaq v3000

Setelah beberapa bulan akhirnya aku menyadari kalo ada sesuatu yang tidak beres dengan Ubuntu 7.04 Feisty Fawn di notbuk ku. Di versi sebelumnya (Etch), built-in card-reader notbuk ku bekerja dengan baik. Tiap dicolokkan MMC, XD, SD, ataupun MS/Pro, semuanya bisa kedetek dan bekerja dengan baik. Tetapi sebaliknya di Feisty Fawn semuanya tidak bekerja sama sekali. Bahkan terdeteksi pun tidak.

Ini terbukti dengan setelah card tersebut dicolokkan, aku coba liat log nya dengan “tail -f /var/log/messages”. Tetapi sama sekali tidak ada tanda – tanda bahwa card tersebut terdeteksi. Suatu hal yang cukup mengesalkan. Apakah ini memang error dari Feisty atau memang card-reader ku yg gak beres yah? Soalnya di OS milik om Bill G, semuanya bekerja normal. Pufffhh…, susahnya pake Linux..

Menjalankan KDE dan GNOME Sekaligus

GNOME-KDE-1Ada yang perang urat syaraf tentang kehebatan KDE dan GNOME, ada juga yang mencerca keduanya karena dianggap boros memori. Nah kalo aku sendiri pengennya menjalankan keduanya sekaligus. Bisa? Ya.., bisa saja.. ;).

Sebenenarnya sih gak bener – bener keduanya sih jalan, tetapi setidaknya di depan mata kita itu yang terlihat. Coba lihat screenshoot diatas (klik untuk liat lebih jelas), dan screenshoot di bawah juga. Read more Menjalankan KDE dan GNOME Sekaligus

Content Baru untuk KPLI – Jogja

Sehubungan dengan proses re-design situs KPLI-Jogja, beberapa content baru juga ditambahkan. Diantaranya nantinya akan ada database “kekuatan” dari personel KPLI-Jogja. Selain itu yang sedang dalam tahap proses percobaan dan pengembangan adalah Planet untuk blog anak – anak KPLI-Jogja. Sementara ini masih bermasalah di crontab. Mungkin setelah ini berhasil dengan baik, bisa segera diimplementasikan dengan keseluruhan web dari Jogja Linux.

Mengetahui Informasi Hardisk atau USB Flashdisk di Linux

Kadangkala kita membutuhkan informasi teknis dari hardisk ataupun usb flashdisk kita, ntah itu untuk keperluan instalasi aplikasi baru, untuk konfigurasi Linux kita, atau sekadar ingin mengetahui informasinya saja. Ini beberapa contohnya :

1. Untuk mengetahui berapa banyak partisi kita yang sudah atau belum terpakai, gunakanlah perintah berikut ini : df -h

Berikut contoh ouput dari Debian Linux saya, dengan kapasitas hardisk : 60GB :

Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda2 4.9G 2.6G 2.1G 55% /
tmpfs 248M 0 248M 0% /lib/init/rw
udev 10M 68K 10M 1% /dev
tmpfs 248M 0 248M 0% /dev/shm
/dev/sda5 15G 12G 1.8G 88% /media/adata
/dev/sda6 15G 12G 2.0G 86% /media/bdata
/dev/sda7 11G 7.9G 3.2G 72% /media/lagu

Dari situ juga kita mendapatkan informasi lain, yaitu bahwa partisi root sistem kita terletak di /dev/sda2 Read more Mengetahui Informasi Hardisk atau USB Flashdisk di Linux

Memaksa Menggunakan Partisi SWAP dengan Octave

Sewaktu anda install Linux, tentu anda mengenal SWAP partition. Partisi ini definisi sederhananya adalah space dari harddisk yang akan digunakan sebagai RAM sewaktu RAM anda yang aslinya sudah tidak mampu menampung proses dari komputer anda. Tapi mungkin anda bertanya – tanya, kok rasanya gak pernah dipake yah partisi SWAP ku? Saya sendiri sempat berpikir seperti itu, sampe akhirnya saya “paksa” sendiri Linux saya hingga menggunakan partisi SWAP tersebut.

Caranya seperti ini,

1. Anda harus memiliki program octave yang berjalan baik di komputer anda. Octave ini sendiri program semacam Matlab, hanya saja bentuknya murni command line. Mungkin bisa diganti dengan R, software untuk perhitungan matematika juga, tapi saya sendiri belum coba.

2. Masuk ke octave, dengan perintah: octave

3. Jalankan script berikut ini : x = [0.0001 : 0.0001 : 10000];

Itu artinya, dilakukan iterasi x = 0.0001 + x , dimulai dari x = 0.0001 sampai dengan x = 10000. Dan hasil dari iterasi itu disimpan dalam sebuah baris matriks, dengan tiap kolom dalam baris matriks tersebut berisi nilai x. Yah nilai 10000 kali ini bisa anda ganti juga. Saya sendiri dengan RAM 512, sudah tidak sanggup menyelesaikannya.

4. Lihat System Monitor anda, anda akan melihat grafik penggunaan dari RAM anda akan naik sangat drastis, hingga mendekati 100%, setelah itu partisi SWAP anda juga akan menunjukkan grafik penggunaannya yang naik secara drastis, hingga mungkin komputer anda tak sanggup lagi melakukannya. Read more Memaksa Menggunakan Partisi SWAP dengan Octave

Mengapa Memiripkan Linux dengan Mac atau Windows?

Setelah berhasil dengan install Ubuntu Feisty, aku bermain – main dengan Beryl. Sebuah aplikasi desktop effect. Dengan aplikasi ini, desktop Linux anda yang kelihatan biasa – biasa saja akan menjadi wahh.., bahkan untuk beberapa hal bisa mengalahkan grafis dari Windows Vista. Alhasil setelah setting tampilannya disana – sini, desktop Ubuntu ku dah mirip – miriplah dengan grafis dari Mac OS X. (Abis pengen beli Apple gak punya duit.. :D). Setelah setting grafisnya berhasil, mulai deh tepe – tepe sana – sini. Dan memang temen – temen kampusku pada kaget, “Wah.. ini bener Linux? Kok keren banget?”. Atau ada juga yang dengan PD nya ngomong ke aku “Wah, notbuk mu bisa diinstal Mac yah..”. Dan kujawab “Bisa dong..”. Eittss.., aku gak bo’ong kok. Emang bisa kan.. Ya walaupun diriku tau kalo temenku ku itu ngira Linux ku ini Mac, habis tampilannya emang mirip. Tapi esoknya waktu ketemuan sama anak – anak Linux lainnya, ada salah seorang temenku yang komentar “Kenapa tampilannya dibikin mirip Mac? Kok gak pake tampilannya Linux itu sendiri?”. Read more Mengapa Memiripkan Linux dengan Mac atau Windows?

Koneksi internet di Linux dengan GPRS IM3 menggunakan Motoral C650

Sebelum ini aku pernah nulis tentang hal yang sama. Tapi waktu itu ada yang lupa kutuliskan. Kalo mo baca artikel sebelumnya yang bahas ini silahkan liat di post sebelumnya, atau kalo gak ketemu search aja.

Ok, aku ulang dikit ya. Handphone yang digunakan adalah Motorola C650. Kabel datanya original, waktu aku beli harganya Rp 175rb. Kartu GSM yang kupake IM3. Di Motorola C650 ku ini, setingan GPRS IM3 nya kesetting otomatis. Apa memang gitu ya??. Linux yang kupake ada 2, Ubuntu 6.06 (dapper drake) dan Debian Sarge (stable). Program yang dibutuhkan adalah Wvdial, kalo gak salah defaultnya belum ada di kedua Linux tadi. Kalo gak yakin coba aja kasih perintah wvdial di terminal.

Setingan untuk wvdialnya terletak pada file /etc/wvdial.conf. Isi file wvdial.conf punyaku seperti ini :
Read more Koneksi internet di Linux dengan GPRS IM3 menggunakan Motoral C650