<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>php &#8211; The Labana Post</title>
	<atom:link href="https://labanapost.com/tag/php/feed/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://labanapost.com/</link>
	<description>LabanaPost.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Apr 2024 07:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://labanapost.com/wp-content/uploads/2018/03/cropped-labanux_500px-32x32.png</url>
	<title>php &#8211; The Labana Post</title>
	<link>https://labanapost.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MindTalk.com &#8211; Social Media Baru Buatan Lokal</title>
		<link>https://labanapost.com/971/2011/06/mindtalk-com-social-media-baru-buatan-lokal/</link>
					<comments>https://labanapost.com/971/2011/06/mindtalk-com-social-media-baru-buatan-lokal/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Okto Silaban]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 02:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital & Tech]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[mindtalk]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[python]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://labanapost.com/?p=971</guid>

					<description><![CDATA[Sebenarnya saya sudah lama ingin menuliskan tentang ini, tapi saya cukup mengerti jika MindTalk.com sendiri saat itu memang belum ingin dipublikasikan. Tapi berhubung rekan &#8211; rekan saya disana sudah sering mempublikasikannya di Twitter mereka, saya rasa tidak apa &#8211; apa saya menuliskannya sekarang 🙂 Apa itu MindTalk.com ? MindTalk.com adalah salah satu besutan baru dari &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" title="mindtalk-logo" src="https://labanapost.com/wp-content/uploads/2011/06/mindtalk-logo.png" alt="" align="left" />Sebenarnya saya sudah lama ingin menuliskan tentang ini, tapi saya cukup mengerti jika MindTalk.com sendiri saat itu memang belum ingin dipublikasikan. Tapi berhubung rekan &#8211; rekan saya disana sudah sering mempublikasikannya di Twitter mereka, saya rasa tidak apa &#8211; apa saya menuliskannya sekarang <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><strong>Apa itu MindTalk.com ?</strong></p>
<p>MindTalk.com adalah salah satu besutan baru dari Merah Putih Incubator (MPI) (grup yang menaungi DailySocial.net, InfoKost.net, KrazyMarket.com, LintasBerita.com, dst).  Kalau ditanya apa itu MindTalk (MT)? Penjelasan resminya ada dihalaman &#8220;About&#8221;-nya <a href="http://www.mindtalk.com/static/about">http://www.mindtalk.com/static/about</a>. Tapi kalau versi saya MindTalk.com adalah : Twitter + Facebook Group dengan konsep seperti MIRC :D. Persisnya kaya apa? Register aja.. Ha..ha..  *nyooh skrinsutnya :</p>
<p><img decoding="async" title="mindtalk" src="https://labanapost.com/wp-content/uploads/2011/06/mindtalk.jpg" alt="" /></p>
<p>Awalnya MT adalah proyek pribadi dari Robin (@anvie &#8211; tetua tim developer), dan konsepnya sebenarnya  simpel, bagaimana menghadirkan MIRC dalam versi website. Saya pernah  menggunakan versi originalnya sewaktu masih bernama Digaku. (Saat tulisan  ini dibuat halaman &#8220;About&#8221; MindTalk sendiri masih menggunakan nama  Digaku.) Pada perkembangannya, Digaku mengalami penambahan fitur &#8211; fitur baru : profil yang lebih detail, points, upload video, like, dst.. hingga menjadi seperti saat ini dan menggunakan nama MindTalk.com.</p>
<p><strong>Siapa di Belakang MindTalk.com?<span id="more-971"></span></strong></p>
<p>Secara company di belakangnya seperti disebutkan di atas, adalah MPI. Secara tim, selain manajemen dari MPI dan support dari tim IT MPI, core developernya adalah trio orang edan.. Ha..ha.. Mereka adalah <strong>Robin</strong>, &#8220;<strong>Fako</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Exa</strong>&#8220;. Dan ketiganya kombinasi kemampuan teknisnya sangat mumpuni. Dari Linux Administration, Python, Socket Programming, Git, Nginx, Tornado, Go Language, MongoDB, HyperTable, Node.js, PHP, Closure (sejenis JQuery), dst.. mereka gunakan dalam development website ini (serius..!). Dan mereka bukan sekadar menggunakan, mereka tahu di bagian mana menggunakan tool yang tepat, dan membiasakan diri melakukan benchmark dan unit testing sebelum menggunakannya. Kalau kalian mencari teman diskusi soal web development dengan teknologi yang lagi hot + sudah mengimplementasikannya, diskusilah bersama mereka.. Sakit jiwa semua mereka ini, hahahaha &#8230;.!</p>
<p>Secara fisik, mereka berlokasi di daerah Slipi, satu gedung dan satu lantai dengan tim DailySocial.net, lebih tepatnya bersebelahan ruang. (<span style="text-decoration: line-through;">Saya sendiri heran, kenapa DailySocial.net belum menuliskan tentang startup satu ini ya..?</span>) UPDATE : DailySocial.net akhirnya menulisnya juga sore ini.</p>
<p><strong>Teknologi</strong></p>
<p>Berbeda dengan website umumnya di Indonesia, arsitektur MindTalk.com sendiri cukup modern. Aplikasi inti webnya sendiri dibuat dengan Python, dan ini biasa mereka sebut kernel. Website yang kita akses itu sendiri sebuah aplikasi yang dibangun menggunakan PHP, dan berjalan di atas kernel tadi, menggunakan sebuah API khusus. Untuk menangani message yang bisa jadi membludak, mereka membuat sistem Message Queueing yang dibangun di atas Go Languange (Bahasa program baru buatan Google).</p>
<p>Banyak banget yang bisa diulas soal teknologi ini (lihat saja list teknologi yang mereka pakai di atas :D) tapi bisa jadi posting sendiri nanti malah.. Silahkan tanya langsung ke dedengkotnya kalau mau lebih detail ya..</p>
<p><strong>Social Media Lagi?</strong></p>
<p>Lalu mengapa MPI memutuskan membesarkan Digaku hingga menjadi MindTalk? Tidak cukupkah Twitter, Facebook, Foursquare, dan di lokal ada Koprol? Sementara Koprol sendiri, menurut Alexa seperti ini pergerakannya :</p>
<p><img decoding="async" src="https://labanapost.com/wp-content/uploads/2011/06/alexa-koprol.png" alt="" /></p>
<p>Well.., dengan pengalaman tim manajamen MPI di Kaskus, saya rasa mereka sudah memiliki strategi jitu untuk bisa memenangkan ranah social media di lokal. Mari kita lihat. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><strong>Model Bisnis</strong></p>
<p>Saya tidak tahu model bisnis mereka seperti apa. Tetapi dengan melihat background company nya, tentunya MT ini nantinya bisa jadi platform sebuah brand untuk membangun komunitas, melakukan campaign, atau sekadar promosi produk. Dan mungkin di seputar itulah nanti bisnis modelnya.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan saya, butuh berapa registered user sampai MT bisa sampai disana ya?  Kaskus membernya sudah tembus 3 juta, Koprol sendiri seingat saya membernya sudah hampir 2 juta (atau lebih malah?). Tapi secara bisnis dan awareness sepertinya masih sangat jauh berbeda. CMIIW</p>
<p>NOTE: No.. no&#8230; I didn&#8217;t hate Koprol, saya bahkan punya teman di tim mereka.. (Hallo Andre.. *dadah dadaahh.. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> ). Saya justru penasaran kenapa belum melihat atraksi indah mereka lagi selain saat atraksi bergabungnya mereka ke Yahoo.</p>
<p><em>DISCLOSURE : Saya pernah memiliki hubungan kerja dengan Digaku/MindTalk dan MPI.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://labanapost.com/971/2011/06/mindtalk-com-social-media-baru-buatan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>20</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati &#8211; hati Dengan Source Code Web Anda</title>
		<link>https://labanapost.com/688/2009/09/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/</link>
					<comments>https://labanapost.com/688/2009/09/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Okto Silaban]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:17:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[coding]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://labanapost.com/?p=688</guid>

					<description><![CDATA[Pagi ini saya melakukan googling dengan kata kunci nama seseorang. Saya cuma penasaran orang ini bidang keahliannya apa. Dan secara tidak sengaja, hasil search di Google menampilkan sebuah link ke alamat SVN (Subversion) repository.  Ditilik dari domainnya, saya ketahui kalau itu adalah sebuah situs penyedia layanan SVN Repository komersial. Tapi yang membuat mata saya tak &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini saya melakukan googling dengan kata kunci nama seseorang. Saya cuma penasaran orang ini bidang keahliannya apa. Dan secara tidak sengaja, hasil search di Google menampilkan sebuah link ke alamat SVN (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subversion_(software)">Subversion</a>) repository.  Ditilik dari domainnya, saya ketahui kalau itu adalah sebuah situs penyedia layanan SVN Repository komersial.</p>
<p>Tapi yang membuat mata saya tak berhenti berkedip adalah link subfolder yang namanya kebetulan sama dengan nama salah satu portal yang cukup besar di Indonesia. Ok, saya klik. Dan benar saja isinya adalah source code PHP. Satu demi satu saya jelajahi berkas script yang ada di repository SVN tersebut. Saya semakin yakin kalau ini memang script dari portal tersebut. Dan bohong kalau saya bilang saya tidak mendownload script tersebut.. (tapi cuma untuk referensi pribadi saja, bukan untuk yang aneh &#8211; aneh kok..).</p>
<p>Dan&#8230; heii&#8230;. Ini memang source code portal yang saya duga di awal tadi!  Lengkap dengan file SQL nya, patch SQL nya, bahkan password root di database MySQL server nya..!  (mantap..).</p>
<p>Karena source code webnya sudah di laptop, ndak ada salahnya dicoba dijalankan di localhost toh? Dengan sedikit penyesuaian akhirnya web itu jalan di localhost. Walaupun memang ada bagian &#8211; bagian yang error, karena berkas SQL tadi hanya berisi structure saja, tidak dengan datanya. Dari bentuknya, versi online portal tersebut tidak ada yang berbeda. Apa memang ini versi terakhirnya ya?</p>
<p>Jadi buat anda, mereka, dia maupun saya.. Berhati &#8211; hatilah meletakkan source code web kita. Mungkin kalau script nya diambil orang tidak begitu masalah. Mau dipakai buat apa juga? Bikin portal serupa? Ahh.. ndak masalah kalau itu. Yang menurut saya menjadi masalah adalah keamanan data di website (atau server web) itu sendiri. Kata orang bijak: &#8220;Laptop boleh saja hilang, tapi jangan datanya..&#8221;</p>
<p>Ya.., lumayanlah sekarang saya jadi tau dikit &#8211; dikit tentang (ehm..) <a href="http://www.fusebox.org/">Fusebox</a> <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Eh tadi dah sempat mau nyanyi gini :</p>
<p><em>&#8220;..daripada cuma dapet di Google..</em></p>
<p><em>Mendingan tak commit toh.., enak toh.., mantep toh..</em></p>
<p><em>Tak commit.. kemana &#8211; mana.. 2x&#8221;</em></p>
<p>&#8211; mbah SVN</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://labanapost.com/688/2009/09/hati-hati-dengan-source-code-web-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>33</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Instalasi LAMPP Cara Saya</title>
		<link>https://labanapost.com/497/2008/11/instalasi-lampp-cara-saya/</link>
					<comments>https://labanapost.com/497/2008/11/instalasi-lampp-cara-saya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Okto Silaban]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 23:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital & Tech]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apache]]></category>
		<category><![CDATA[lampp]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://labanapost.com/?p=497</guid>

					<description><![CDATA[Ini tutorial instalasi XAMPP cara saya (di Linux jadinya LAMPP &#8211; Linux Apache Mysql PHP Perl). Kelebihannya : Portabel. Anda mo ganti &#8211; ganti distro.., mo install ulang Linux anda.. Gak ngefek. Edit konfigurasi lebih gampang. File berada di direktori yang dimiliki akses penuh oleh user, dan gampang diakses. Kebutuhan pra instalasi (pre-requirement) : &#8211; &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="http://www.apachefriends.org/images/1240.jpg" alt="XAMPP" align="left" />Ini tutorial instalasi XAMPP cara saya (di Linux jadinya LAMPP &#8211; Linux Apache Mysql PHP Perl). Kelebihannya :</p>
<ul>
<li>Portabel. Anda mo ganti &#8211; ganti distro.., mo install ulang Linux anda.. Gak ngefek.</li>
<li>Edit konfigurasi lebih gampang. File berada di direktori yang dimiliki akses penuh oleh user, dan gampang diakses.</li>
</ul>
<p>Kebutuhan pra instalasi (pre-requirement) :</p>
<p>&#8211; <a href="https://labanapost.com/2008/09/linux/bagi-bagi-partisi-di-linux/">Partisi sistem operasi dan partisi tempat menyimpan data terpisah</a></p>
<p><strong>Mengapa pakai cara ini?</strong></p>
<p>Begini. Saya dulu sempat berganti &#8211; ganti distro Linux antara Ubuntu dan Debian. Belakangan saya tetap di Ubuntu. Tetapi setiap rilis Ubuntu baru, saya memilih untuk melakukan fresh install (selalu gagal dengan upgrade). Nah selama berganti &#8211; ganti distro itu, saya tetap bermain &#8211; main dengan web development. Dan sangat susah jadinya kalau LAMPP nya tidak &#8220;portabel&#8221;.</p>
<p>LAMPP sendiri defaultnya harus diletakkan di /opt/lampp. Ada beberapa kesulitan yang saya hadapi dengan letak direktori seperti itu.</p>
<ul>
<li>File &#8211; file web berada di htdocs. Nah, saya harus mengeset permission di /opt/lampp/htdocs agar bisa diakses user. Bisa diatasi memang, dengan meletakkan htdocs di direktori lain / partisi lain, lalu dibuat symbolic links (shorcut) ke direktori tersebut. Atau dengan mengubah konfigurasi LAMPP anda.</li>
<li>Ok. Untuk folder htdocs masih bisa diatasi. Tapi setelah anda install ulang Linux anda, direktori /opt/lampp anda juga kan hilang. Eitss.. aman.. Htdocs kan sudah dibackup. Tinggal install ulang LAMPP, pasang di /opt/lampp, dan sesuaikan htdocsnya. Selesai? Belum.. Database nya bagaimana? Anda lupa backup? Ya udah.. mati aja.. Ha..ha..</li>
<li>Anda juga baru ingat, kalau ternyata anda sudah melakukan beberapa modifikasi dengan file php.ini serta httpd.conf. Weeww.. Lupa backup juga.. ? Mati lagi.. untuk kedua kalinya.. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></li>
</ul>
<p>Nah.. salah satu cara yang cukup aman folder /opt/lampp nya yang di symbolic links. Gini versi lengkapnya : <span id="more-497"></span></p>
<ol>
<li>Download LAMPP nya : <a href="http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html">http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html</a></li>
<li>Ekstrak filenya di partisi yang terpisah dari partisi sistem operasi. Untuk kasus saya, saya letakkan di <code>/media/adata/opt/lampp</code></li>
<li>Buat symbolic links : <code>sudo ln -s /media/adata/opt/lampp /opt/</code></li>
<li>Set permission file &amp; folder : <code>chmod -R 777 /media/adata/opt/lampp </code>(ya.. ini memang rentan dengan security, tapi berhubung webku cuma diakses localhost, saya cuek aja..)</li>
<li>Set permission config phpmyadmin : <code>chmod 644 /media/adata/opt/lampp/phpmyadmin/config.inc.php </code> (file config memang harus diset seperti itu)</li>
<li>Symbolic links lain : <code>sudo ln -s /opt/lampp/lampp /usr/sbin</code> (agar bisa command lampp bisa diakses langsung dari konsol oleh root (atau sudo) )</li>
<li>Symbolic links untuk MySQL : <code>sudo ln -s /opt/lampp/bin/mysql</code> (agar mysql bisa diakses langsung dari konsol)</li>
<li>Symbolic links lain bisa ditambahkan kalau memang butuh.. (misal htdocs ingin anda pindah ke direktori lain). Saya sendiri menaruh file htdocs di /media/bdata/public_html. Folder htdocs di lampp saya pindah ke /media/bdata, dan saya ganti namanya jadi public_html. Kemudian buat symbolic links lagi : ln -s /media/bdata/public_html /media/adata/opt/lampp/htdocs</li>
</ol>
<p>Nah, kalau sudah siap silahkan coba jalankan : sudo lampp start (masukkan password jika diminta). Jika mendapatkan pesan semacam ini :</p>
<p><code>Starting XAMPP for Linux 1.6.6...<br />
XAMPP: Starting Apache with SSL (and PHP5)...<br />
XAMPP: Starting MySQL...<br />
XAMPP: Starting ProFTPD...<br />
XAMPP for Linux started.</code></p>
<p>Berarti webserver nya sudah berjalan. Silahkan akses lewat browser (misal : Firefox) dengan alamat : https://labanapost.com/</p>
<p>Jika distro anda tidak menggunakan sudo secara default, tetapi menggunakan account root. Silahkan lakukan perintah <code>su -c</code> (masukkan password root), setelah itu hilangkan sudo dari setiap perintah yang digunakan.</p>
<p>Jika suatu saat anda berganti distro, atau install ulang linux anda. Langkah yang perlu dilakukan adalah langkah 3, 6, dan 7.</p>
<p>Moga &#8211; moga bermanfaat..</p>
<p><strong>[OOT]</strong></p>
<p>Kok banyak banget Symbolic Links ya? Situ nafsu ya sama Symbolic Links? (doh)</p>
<p>*siap &#8211; siap tidur.. dah 2 hari belum tidur nih <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f641.png" alt="🙁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://labanapost.com/497/2008/11/instalasi-lampp-cara-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>33</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuat Rails Tetap Pakai PHP</title>
		<link>https://labanapost.com/455/2008/10/pembuat-rails-tetap-pakai-php/</link>
					<comments>https://labanapost.com/455/2008/10/pembuat-rails-tetap-pakai-php/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Okto Silaban]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 19:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital & Tech]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[ruby on rails]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://labanapost.com/2008/10/website/pembuat-rails-tetap-pakai-php/</guid>

					<description><![CDATA[Ini tanpa maksud membanding &#8211; bandingkan lho ya.. Cuma saya rasa ini menarik aja. Tahu pembuat framework Ruby on Rails yang terkenal itu? Ya.., dialah David Heinemeier Hansson (DHH). DHH ini adalah salah satu pentolan di balik 37Signals.com, yang mempunyai produk yang terkenal itu : Basecamp. Anehnya, berdasarkan postingan di blog Chris Shiflet, ternyata kedua &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tanpa maksud membanding &#8211; bandingkan lho ya.. Cuma saya rasa ini menarik aja.</p>
<p>Tahu pembuat framework <a href="http://rubyonrails.org/">Ruby on Rails</a> yang terkenal itu? Ya.., dialah <a href="http://www.loudthinking.com/about.html">David Heinemeier Hansson</a> (DHH). DHH ini adalah salah satu pentolan di balik <a href="http://37Signals.com/">37Signals.com</a>, yang mempunyai produk yang terkenal itu : <a href="http://basecamphq.com/">Basecamp</a>.</p>
<p>Anehnya, berdasarkan postingan di blog <a href="http://shiflett.org/blog/2006/feb/php-easter-eggs">Chris Shiflet</a>, ternyata kedua website tersebut justru dibangun dengan PHP (!). Ya.. memang ketika web itu dibuat Rails baru saja sedang dikembangkan. Tetapi kalau memang porting aplikasi web ke Rails semudah yang dipromosikan banyak orang (apalagi pembuatnya), mengapa mereka tidak memindahkannya ke Rails ya?</p>
<p>Yang makin bikin saya bingung adalah kalau anda membuka situs RubyOnRails.org, di halaman depan tertera tulisan dengan font gede : &#8220;<strong>Who is already on Rails</strong>?&#8221; &#8211; yang kalau saya terjemahkan kurang lebih &#8220;<em>Siapa saja yang sudah menggunakan Rails?</em>&#8220;. Disitu tertulis diantaranya : Basecamp, dan Backpack. Tapi kok di cek dengan PHP <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Easter_egg_(media)">Easter Egg</a> hasilnya mereka menggunakan PHP ya?</p>
<p><a href="http://www.backpackit.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000">http://www.backpackit.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000</a></p>
<p><a href="http://basecamphq.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000">http://basecamphq.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000</a></p>
<p>Dan ini situs induk kedua produk itu :</p>
<p><a href="http://www.37signals.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000">http://www.37signals.com/?=PHPB8B5F2A0-3C92-11d3-A3A9-4C7B08C10000</a></p>
<p>*baru tahu kalau PHP juga punya Easter Egg..</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://labanapost.com/455/2008/10/pembuat-rails-tetap-pakai-php/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Appnitro.com &#8211; PHP Ajax Form Builder Buatan Anak Negri</title>
		<link>https://labanapost.com/245/2007/11/appnitrocom-php-ajax-form-builder-buatan-anak-negri/</link>
					<comments>https://labanapost.com/245/2007/11/appnitrocom-php-ajax-form-builder-buatan-anak-negri/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Okto Silaban]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 10:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital & Tech]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[konten lokal]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://labanapost.com/2007/11/general/appnitrocom-php-ajax-form-builder-buatan-anak-negri/</guid>

					<description><![CDATA[Cukup kaget waktu tau situs ini. Ternyata ini situs sebuah penyedia layanan PHP &#8211; Ajax Form Builder. Aplikasi ini dijual dengan harga $39. Pemiliknya adalah Yuniar Setiawan (sarjana Teknik Elektro &#8211; Univ. Brawijaya). Dan yang bikin aku kagum, lokasinya bukanlah di Jakarta, Bandung atau kota &#8211; kota yang industri IT nya sudah sangat maju di &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://labanapost.com/2007/11/general/appnitrocom-php-ajax-form-builder-buatan-anak-negri/appnitrocom/" rel="attachment wp-att-244" title="Appnitro.com"><img decoding="async" src="https://labanapost.com/wp-content/uploads/2007/11/appnitro.jpg" alt="Appnitro.com" align="left" /></a>Cukup kaget waktu tau situs ini. Ternyata ini situs sebuah penyedia layanan PHP &#8211; Ajax Form Builder. Aplikasi ini dijual dengan harga $39. Pemiliknya adalah <a href="http://www.appnitro.com/machform/aboutus">Yuniar Setiawan</a> (sarjana Teknik Elektro &#8211; Univ. Brawijaya). Dan yang bikin aku kagum, lokasinya bukanlah di Jakarta, Bandung atau kota &#8211; kota yang industri IT nya sudah sangat maju di Indonesia. Appnitro ini justru berasal dari Malang. Salut deh buat bung Yuniar ini.</p>
<p>Lihat dari testimoni, dan support forumnya, clientnya justru kebanyakan dari luar negri. Mantap..</p>
<p>Ada lagi anak negri yang bikin kaya gini? *Saya pernah dengar sih tentang ThinkNoLimit, ada yang tau?</p>
<p>Oh iya, Support your local content..!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://labanapost.com/245/2007/11/appnitrocom-php-ajax-form-builder-buatan-anak-negri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>12</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
