Setelah cukup puas dengan mengoprek WordPress, kini aku mempelajari CMS yang lebih “sakti”, yaitu Drupal. Kusebut sakti karena fleksibilitas CMS satu ini benar – benar luar biasa. Dengan pilihan modules (plugins) + kustomisasi + template (theme) yang tepat, website sejenis Friendster bisa dibuat. Lihat saja contoh situs yang dibangun dengan Drupal : SpreadFirefox, Ubuntu, MTV – UK, Observer.com. LinuxJournal, ProjectOpus, dsb.

Learning Curve (istilah Indonesianya apa sih?) untuk Drupal sendiri sebenarnya aku belum dapet yang pasti. Tetapi dari yang kualami sampe sekarang sih kurang lebih begini:


1. Membiasakan diri dengan lingkungan UI (User Interface) nya Drupal. Tahu dimana menu untuk konfigurasi sistem, konfigurasi menu, konfigurasi setingan konten, tampilan, dll.
2. Membiasakan dengan istilah – istilah di Drupal. Semisal kalau anda di WordPress mengenal Plugins, maka di Drupal namanya Modules. Kemudian untuk Themes, di Drupal namanya Templates. Selain itu masih ada istilah Region, Menu, Block, Box, Teaser, Pager, Node, Content Types, Site Building, Site Maintenance, dll.
3. Cobalah bermain – main dengan mencoba – coba mengisi kontennya. Dengan begitu anda akan terbiasa dengan lingkungan kerja Drupal.
4. Mulailah mencoba menambahkan modules dan mengaktifkannya, kemudian menggunakannya.
5. Cobalah menambahkan suatu block baru.dan menambahkan menu baru.
6. Pelajari lebih jauh tentang templating di Drupal, cara paling mudah dengan mengkustomisasi template yang sudah ada.
7. Pelajari API dari Drupal.. Eiiitss.., sabar dulu. Aku tidak menyarankan untuk mempelajari dokumen API drupal yang katanya totalnya dalam PDF sampe 8000 lembar. Tetapi yang standar – standar aja, biar tahu workflow nya dari Drupal.Dan buat modal ngoprek – ngoprek Drupalnya.
8. Jangan lupa untuk menginstall modules Drupal yang menurut saya pribadi harusnya ada secara default (soalnya bisa dibilang pasti dipakai). Module tersebut : Pathauto (Jamannya SEF (search engine friendly) bos..), CCK+Views (susah ngejelasinnya, coba aja yah..), TinyMCE + engine TinyMCE, IMCE (tambahan buat TinyMCE, biar bisa masukin gambar dengan mudah).

Dan satu lagi yang belum aku sebutkan diatas, tetapi termasuk sangat krusial. Yaitu istilah Taxonomy. Ini adalah suatu bidang ilmu tentang kategorisasi. Istilah ini sendiri masih sering diperdebatkan. Aku rasa sih aku sendiri tidak berkompeten menjelaskan ini, silahkan baca dari sumber lain aja yah.. (Wikipedia.org misalnya, ato Google.com he..he.)