Cerpen: Mengingat Debora
Cerpen ini karya fiksi, kesamaan tokoh dan cerita hanya sebuah kebetulan saja (kalau memang ada). “Carilah dia di punggung gunung, udaranya dingin, ramai orang makan, banyak ular bersembunyi.” Menyan itu belum habis terbakar ketika Datu Omba mencelupkan jarinya ke mangkuk batok kelapa, lalu menoreh setetes darah babi ke tanah di antara kaki Nai Ria. Bau … Continue reading Cerpen: Mengingat Debora