
Minggu lalu saya lagi scrolling sore Medium, cari bacaan ringan sebelum ngulik Claude. Ketemu satu artikel dengan judul yang menarik, tentang seseorang yang berhasil “menipu otaknya sendiri” supaya mau baca buku lagi setelah bertahun-tahun cuma kuat baca caption Instagram. Saya klik, penasaran, siapa tahu ada trik yang bisa saya coba juga.
Baru dua paragraf, muncul tembok. Member-only story. Kalau mau lanjut baca, harus langganan dulu.
Saya diam sebentar, terus nganga sendiri. Lah, kok? Artikel yang isinya ajakan supaya orang balik lagi ke kebiasaan membaca, malah menghalangi saya untuk membacanya.
Saya gak sengaja nemu artikel lain yang topiknya mirip, judulnya Here’s Why Nobody Wants To Read Anymore. Penulisnya cerita jujur, dia yang dulu baca 50 buku setahun, sekarang cuma sanggup 3 buku dalam dua tahun terakhir. Cerita yang relatable, sebenarnya. Tapi sama seperti artikel pertama, begitu sampai ke bagian yang lebih dalam, ketemu label member-only lagi. Ada tanda kecil kunci, tanda buat pembaca kalau ini bukan buat semua orang.
Kenapa Ini Terasa Ironis?
Coba pikir logikanya. Membaca itu sudah kalah bersaing dengan scrolling pendek, video 15 detik, dan notifikasi yang datang tiap beberapa menit. Untuk orang yang niatnya udah goyah, butuh usaha ekstra buat balik ke kebiasaan baca. Nah, di titik paling rapuh itu, ketika ada niat baik untuk mulai baca lagi, malah dihadang bayar dulu.
Saya bukan anti sama model bisnis berlangganan, ya. Penulis juga butuh makan, platform juga butuh biaya server dan operasional. Tapi ada perbedaan antara artikel opini biasa yang dibayar, sama artikel yang secara spesifik menjual dirinya sebagai “ajakan untuk kembali membaca”. Kalau isinya soal strategi investasi atau analisis teknis yang butuh riset panjang, wajar kalau dipagari. Tapi kalau temanya “ayo baca buku lagi”, rasanya aneh kalau ajakan itu sendiri butuh kartu kredit dulu.
Ajakan membaca yang dipagari paywall itu bukan ajakan lagi, itu justru bentuk penegasan memang membaca artikel panjang itu memang tidak menarik.
Rasanya kaya disuruh bayar buat nonton iklan film yang baru mau rilis.