Takdir Linux di Desktop

Sekadar memperjelas dulu, hingga saat ini pun, saya adalah pengguna Linux aktif, baik di desktop maupun di server.

Tadi saya menemukan sebuah tulisan yang membahas tentang Linux di dunia desktop, judulnya : The Linux desktop experience is killing Linux on the desktop. Kalau anda Linuxer, wajib baca menurut saya.  Saya dapat linknya dari Twitter, tapi lupa account siapa.

Dari tulisan itu, kutipan ini yang membuat saya cukup tersentak :

“Linux will remain the king of the server world, but on the desktop front it will always be an OS for enthusiast and hackers only.”

Dan setelah saya pikir – pikir, sepertinya kalimat itu benar. Sayang sekali ya..

9 Comments

  • At 2011.06.16 08:01, daus said:

    ngga juga kalee 😛

    ngga semua orang mempunyai kebutuhan kaya Bozhidar Batsov

    Jadi jangan menggeneralisasi 😛

    Masih banyak orang yang happy & support Linux Desktop

    Jadi menurut anda berapa tahun lagi linux desktop akan mati ?

    • At 2011.06.16 09:42, anon said:

      @daus you miss the point,
      linux desktop gak akan mati, walaupun yg tersisa cuman cde, orang bakalan tetep pake.

      posting itu cuman bilang, nggak nyaman pake linux desktop kalo dikit2 mesti ngoprek macem2 sebelum hardwarenya jalan. saya setuju, awalnya memang fun, ganti2 distro, kompile kernel, nyobain prorietary driver atau ganti ndiswrapper kalo wifi gak jalan. kita jadi ngerti cara kerja hardisk, partisi, sector dan lain2, tapi itu dulu jaman kuliah, sekarang udah kerja: ngulangin siklus ini tiap ada hardware baru is pain in the ass,
      imho, jauh lebih annoying daripada install windows setahun sekali.

      ya saya setuju, linux gak akan jadi rajanya desktop
      apalagi menggulung windows dari desktop.
      jangankan programmer/designer/[insert any title here] yg cuman perlu produktivitas doang,
      beberapa sys/net admin yg saya kenal pada pake mac (ya server mereka tetep linux/*bsd)

      • At 2011.06.16 14:01, Affan said:

        Aku baca link itu pas weekend kemarin dari @newsycombinator.

        • At 2011.06.18 18:26, fp said:

          kalo begitu anakku yang sekarang 7 tahun itu hacker, ya?
          hihihihi

          • At 2011.06.20 14:31, kholis said:

            yup. setuju sekali. desktop linux tidak akan mampu menjadi OS masal yang mudah bagi newbie (sebagaimana Windows dan Mac). terlalu banyak pilihan (GNOME/KDE/XFCE/LXDE/). terlalu sedikit program desktop yang bagus (terlalu naif klo membandingkan gimp dg photoshop). sad but true 🙂

            • At 2011.06.21 04:35, jurank_dankkal said:

              tu mah cuma bad thinking aja…
              orang kitanya aja yg udah d’jajah ama desktop enviroment-ny wedus, menurut ane wedus enviroment gk bisa ngalahin keren-ny linux environment-ny linux, kita ambil aja salah satunya Gnome 3…
              ibarat pake’hp knp orang bisa gonta ganti merk dan tampilan desktop-ny hp, tp knp dgn komputer susah bgt, kalau seandai-ny paradigma pemikiran komputer user kyq hp user pasti kejayaan android jg akan sama dgn kwn2-ny d’komputer…

              • At 2011.07.20 09:17, gadgetboi said:

                saya berarti hanya sekedar enthusiast yah? *Sepertinya memang benar 😀 *

                • At 2011.08.18 12:38, Kokoh said:

                  ah itulah resikonya pake software open source, jadi pengembangnya lebih berwarna, sehingga kita harus memilih
                  tapi saya rasa hal itu tidak terlalu penting kok, linux desktop tetap menjadi OS yang buat kita makin kreatif 😀

                  • At 2011.12.06 09:14, joko said:

                    benar sekali, tapi dibanding beli lisensi os, dan software yang bejibun, mending gw tahan pake nih linux, kenapa ngga ? softwarenya banyak, gratis, macem2, tinggal kita saja, mau BELAJAR MAKENYA atau NGGA MAU REPOT ?

                    gw mahasiswa, dan semua kebutuhan program gw ada di sini, gw ga make lagi t jendela, bosen lisensinya

                    (Required)
                    (Required, will not be published)

                    semangka