Melihat Tempo.co Lebih Dekat dari Sisi Bisnis

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain)

Secara keseluruhan, grup Tempo (kode saham TMPO) di tahun 2012 menghasilkan laba bersih Rp 29,64 Miliar (ini termasuk laba dari penjualan gedung). Nilai ini meningkat dari tahun 2011 yang besarnya Rp 10,38 Miliar.

Portal berita Tempo sendiri dikonsep ulang dan diluncurkan kembali tanggal 23 November 2011, menggantikan portal berita Tempo Interaktif. Peluncuran ulang ini sekaligus peluncuran nama dan alamat barunya : www.tempo.co.

Pendapatan iklan Tempo.co di tahun 2012 naik 50% dibanding tahun sebelumnya (tetapi tidak disebutkan berapa nilainya).

Di bulan Oktober tahun 2012, Tempo.co mencatat 10,7 juta pengunjung dan 51 juta pageviews. Secara rata – rata, sepanjang tahun 2012 Tempo.co mencatatkan 11 juta pengunjung per bulannya, dan total 55 juta halaman yang dilihat perbulan (pageviews). Ini artinya rata – rata pengunjung Tempo.co membuka 5 halaman setiap kunjungan (page per visit).

Selain dari Tempo.co, Grup Tempo juga menjalankan bisnis PDAT (Pusat Data dan Analisa Tempo). Disini tercatat ada 2,6 juta database foto. Selain itu juga ada 1,2 juta expose foto digital yang bisa diakses di www.tempophoto.com.

Di tahun 2013, Tempo.co menargetkan untuk bisa mencapai 30 juta pengunjung per bulannya, dan 100 juta halaman (pageviews) per bulannya. (Anehnya ini juga berarti page per-visit nya justru turun dari 5 halaman ke sekitar 3 halaman saja).

Selain menargetkan penyelesaian gedung baru Tempo di Palmerah, grup Tempo juga berencana untuk meluncurkan Tempo Store. Disini Tempo akan menjual berbagai produk digital dari grup Tempo. Tempo juga berencana menerbitkan beragam buku digital (termasuk buku how-to) dalam format PDF, e-pub, flip.

Di tahun 2012, Tempo.co mengklaim bahwa mereka menempati kelompok 5 besar portal berita di Indonesia berdasarkan Alexa. Saat tulisan ini dibuat, peringkat portal berita lokal (berdasarkan Alexa adalah sebagai berikut) :
1. Detik
2. Kompas
3. Viva
4. Merdeka
5. OkeZone
6. KapanLagi
7. TribunNews
8. Tempo.co

Sayang sekali, dalam laporan ini tidak diperinci lebih lanjut mengenai besar omset dari Tempo.co

Salah satu yang mau saya angkat disini adalah, cukup mengejutkan ketika saya mengetahui bahwa laba bersih keseluruhan unit bisnis Grup Tempo di tahun 2012 adalah Rp 29,64 Miliar. Jumlah ini hanya sedikit di atas laba bersih Detik.com tahun 2010, Rp 20 Miliar. (yang notabene adalah laba bersih Detikcom 2 tahun sebelumnya). Padahal laba bersih grup Tempo sebesar Rp 29,64 M ini pun sebagiannya didapat dari penjualan gedung.

Jadi apakah memang industri media cetak (bahkan sekelas Tempo) benar – benar sudah digilas oleh media online?

Catatan:
– Semua data Tempo di atas didapatkan dari laporan tahun 2012 PT. Tempo Inti Media, Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

– Saat ini Detik.com masih menempati posisi nomor 1 di kategori portal berita lokal, walaupun ada sumber lain yang menyatakan revenue Kompas.com lebih besar daripada Detik.com.

– Saya tadinya hendak membandingkan dengan grup VIVA (dimana portal berita Viva.co.id bernaung), tetapi VIVA sudah memberikan pemberitahuan resmi ke BEI bahwa mereka akan terlambat menyampaikan laporan keuangannya tahun 2012, jadi datanya belum tersedia.

– Informasi yang saya dapatkan (unconfirmed), KapanLagi.com selama bertahun – tahun revenue terbesarnya justru dari mobile (SMS based), sementara dari yang murni dari website angkanya masih minus. Baru sekitar tahun 2011 revenue KapanLagi.com mulai menujukkan angka positif.

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

semangka