Tutupnya GigaOm adalah Simbol Kekalahan Pada “Click-Bait” Media?

Om Malik (pendiri Gigaom.com) dulu “menyatakan perang” terhadap media yang mengejar jumlah pengunjung dari jebakan judul berita (click-bait), atau penulisan ulang berita dengan sensasional. Tetapi akhirnya hari ini justru Gigaom yang tutup.

In 2008, our company decided that we would not pray at the altar of pageviews and advertising metrics that do nothing but devalue our readers’ time and attention. Instead, we opted to take the road less traveled — subscription revenues.

~ Om Malik, Februari 2014

*Gigaom: sebuah media yang cukup terkenal di dunia, fokus pada tulisan seputar dunia teknologi digital.

Sebagian dari anda juga mungkin familiar dengan BuzzFeed, UpWorthy, ViralNova, dkk. Ini media yang hampir semua konten-nya memang memancing orang untuk mengklik. Bisanya dengan judul-judul seperti “Pria ini terlihat seperti preman, tapi apa yang dia lakukan pada gadis kecil ini akan membuat anda meneteskan air mata..” Atau “10 Cara Simpel untuk Jadi Terkenal di YouTube.”

Sebagian jurnalis mengatakan ini jenis media-media sampah. Karena seringkali isinya diambil dari situs lain, tanpa memberikan kredit yang sesuai. Seringkali juga isinya memang tidak benar. Atau bisa jadi isinya benar, tetapi cara penulisannya dibuat lebay dan sensasional. Semua dilakukan agar judulnya menarik, banyak yang klik, dan banyak yang share lagi di Facebook atau Twitter. Semua atas nama trafik (jumlah pengunjung).

Gigaom melawan itu. Seperti dikutip di atas, Om Malik menolak untuk menghamba pada pageviews dan tolak ukur iklan karena hal itu sama artinya dengan merendahkan pembaca Gigaom sendiri. Tidak tanggung?—?tanggung, setahun lalu Gigaom mendapatkan investasi baru dan menerapkan strategi baru untuk mencapai visinya itu.

Tapi hari ini kita bisa sama-sama lihat, akhirnya Gigaom harus tutup juga. Faktor paling besar seputar masalah finansial. Mereka sudah kekurangan dana. Dalam asumsi saya berarti pendapatan mereka turun drastis.

Lalu, apakah ini artinya jenis media-media click-bait itu yang menang? Karena makin sering sekarang saya lihat media-media online besar pun melakukan hal yang sama.

Memang gak bisa dipungkiri sih, pageviews itu seperti uang; Bukan yang paling utama, tapi tanpa itu, semua percuma.

Catatan: Iya saya tahu, sekarang Buzzfeed sudah memiliki tim jurnalis profesional sendiri. Jangan lupa, Buzzfeed juga akhirnya menghapus tidak kurang dari 4.900 “artikel” lama mereka.

5 Comments

  • At 2015.03.13 13:56, @tediscript said:

    dibutakan trefik :v

    • At 2015.03.14 10:33, wkpd said:

      semua tak seperti apa yang tampak kasatmata. *tsah.

      #komengakmutucumanumpangnarohlink 😀

      • At 2015.03.14 10:34, wkpd said:

        trus linknya salah pula. hihi

        • At 2015.03.16 09:39, Okto Silaban said:

          Hahaha..

      • At 2015.08.03 04:02, Heru Notodirjo said:

        nggak cuman media berita online aja…saya sering mendapati blog2 yg menerapkan jebakan klik. Ketika klik judul2 artikel di homepage…selain artikel juga muncul iklan di jendela belakang ampai berlapis-lapis. Ketika membaca artikel dan mendapati kalimat yg merujuk pada artikel lainnya di blog2 tsb…klik, muncul iklan2 lagi dijendela belakang 2-3 lapis. Saya juga mengkatagorikan blog yg memasang widget melayang untuk fan page / klik suka. Gimana gak jengkel kalo baru pertama kali berkunjung belum lagi lihat2 isinya sudah ditutupi isi blognya dg kotak klik suka, kayak beli kucing dalam karung aja. Sayangnya blogger yang menggunakan logika anak PAUD (lbh dibawahnya anak TK), jumlahnya makin banyak. My best Regards!

        (Required)
        (Required, will not be published)

        apel