Alay, Orang Kantoran, dan Keluarga 2.0

Rumah Raminten

Di awal tahun 2011 lalu, saya jalan – jalan ke Jogja, kemudian menyempatkan diri tengah malam untuk nongkrong di Rumah Raminten (sebuah tempat nongkrong (minum – minum) yang menu utamanya agak unik : Jamu  -setidaknya itu yang saya tangkap). Duduk di lantai dasar, di sebrang saya ada meja besar yang memang diperuntukkan buat mereka yang mau nongkrong rame – rame.

Sekitar setengah jam kemudian, datang sebuah rombongan anak muda (alay?), dengan dandanan khas : bawa kamera DSLR, Blackberry, celana pensil, kawat gigi, kacamata frame besar, dst. Mereka duduk di satu meja. “Seru nih kayaknya..”, begitu ujar saya dalam hati. Kebayang mereka bakal cekikikan rame – rame sampai pagi. (ya kalau waktu saya kuliah dulu sih kaya gitu, nongkrong di angkringan atau burjo, cekikikan sampe perut mules, berhenti kalau yang jual angkringan mau pulang.. ).

Dan.. yang terjadi adalah.. 5 menit pertama mereka memang heboh, karena baru akan memesan makananan dan minuman. Setelah pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.., satu per satu mulai mengeluarkan Blackberry masing – masing. Yap.., bisa ditebak, masing- masing akhirnya sibuk BBM-an.., Facebook-an, Twitter-an..  Dan ada dua orang yang akhirnya mungkin bosan, kemudian tertidur.

WTF..! Tidak kurang ada 8 orang jumlah mereka. Jauh – jauh dari rumah / kost- kostan ke situ, dan sampai disitu agendanya adalah : Blackberry-an bareng, sampai 3 jam..!!

Sejak itu saya memperhatikan rombongan – rombongan yang lain, baik di tempat ini maupun di tempat lain (kantin kantor, mall, food-court dll). Banyak ternyata yang begitu.

Orang Kantoran

Saya pikir itu hanya terjadi di kalangan anak – anak muda yang memang generasinya agak berbeda kulturnya (*ehm.. berasa tua..). Tapi.. ahh.., ternyata enggak juga tuh. Berapa orang dari kalian yang kerja kantoran dan pernah makan siang bareng (misal bertiga atau berempat), tetapi selama makan siang masing – masing sibuk dengan gadget masing – masing? Begitu makanan habis pun, hanya sesekali ngobrol. Kalaupun ngobrol topiknya : “Eh.. tadi gue baca di Twitter…… ” atau “Hahaha.. ini lho, temen gue status Facebook-nya..”,  atau kadang “Udah nyobain game ini belum?..” dst. Dan sekarang dengan ramainya Galaxy Tab, iPad, dll.. Makin banyak lagi variasinya..

Salah Anda

Pernah mengalami seperti ini ? : Lawan bicara anda seolah – olah mendengarkan, Continue reading “Alay, Orang Kantoran, dan Keluarga 2.0”

Bacaan Wajib untuk Web Designer !

Harus diakui memang kalau kadang ada waktu – waktu dimana tensi web-developer itu tinggi karena ketidaksinkronan dengan keinginan web designer, apalagi client. Nah, untuk para web-designer.., agar anda bisa bekerjasama lebih baik dengan web-developer.. Tolong.. tolong… ini dibaca : 20 things that drive web developers crazy (serius..!) Catatan: Yang dimaksud web designer disini adalah mereka … Continue reading Bacaan Wajib untuk Web Designer !

Tentang Bekerja

Work is the process of exchanging your time for money. Remember: What you do with your time is far more meaningful than the goods you accumulate with your money. If you are working so much to become rich but you ignore your spouse and miss seeing your kids grow up, you are actually poorer than … Continue reading Tentang Bekerja

Is It Worth It ?

Magdalena T: Magda kelas berapa, dek? J: 2 SMP.. T: Kok sore gini masih nongkrong di tempat kursus musik? J: Sopir Papa belum jemput. Katanya lagi nganterin papa meeting dulu. T : Kursus musik dari jam berapa emang? J: Jam 4 sore mulainya. Tapi sebelum kursus musik, Magda kursus bahasa Inggris dulu.. T: Oh gitu.. … Continue reading Is It Worth It ?

Takdir Linux di Desktop

Sekadar memperjelas dulu, hingga saat ini pun, saya adalah pengguna Linux aktif, baik di desktop maupun di server. Tadi saya menemukan sebuah tulisan yang membahas tentang Linux di dunia desktop, judulnya : The Linux desktop experience is killing Linux on the desktop. Kalau anda Linuxer, wajib baca menurut saya.  Saya dapat linknya dari Twitter, tapi … Continue reading Takdir Linux di Desktop

MindTalk.com – Social Media Baru Buatan Lokal

Sebenarnya saya sudah lama ingin menuliskan tentang ini, tapi saya cukup mengerti jika MindTalk.com sendiri saat itu memang belum ingin dipublikasikan. Tapi berhubung rekan – rekan saya disana sudah sering mempublikasikannya di Twitter mereka, saya rasa tidak apa – apa saya menuliskannya sekarang 🙂

Apa itu MindTalk.com ?

MindTalk.com adalah salah satu besutan baru dari Merah Putih Incubator (MPI) (grup yang menaungi DailySocial.net, InfoKost.net, KrazyMarket.com, LintasBerita.com, dst).  Kalau ditanya apa itu MindTalk (MT)? Penjelasan resminya ada dihalaman “About”-nya http://www.mindtalk.com/static/about. Tapi kalau versi saya MindTalk.com adalah : Twitter + Facebook Group dengan konsep seperti MIRC :D. Persisnya kaya apa? Register aja.. Ha..ha..  *nyooh skrinsutnya :

Awalnya MT adalah proyek pribadi dari Robin (@anvie – tetua tim developer), dan konsepnya sebenarnya simpel, bagaimana menghadirkan MIRC dalam versi website. Saya pernah menggunakan versi originalnya sewaktu masih bernama Digaku. (Saat tulisan ini dibuat halaman “About” MindTalk sendiri masih menggunakan nama Digaku.) Pada perkembangannya, Digaku mengalami penambahan fitur – fitur baru : profil yang lebih detail, points, upload video, like, dst.. hingga menjadi seperti saat ini dan menggunakan nama MindTalk.com.

Siapa di Belakang MindTalk.com? Continue reading “MindTalk.com – Social Media Baru Buatan Lokal”

[Update] Portal Iklan yang “Mungkin” Ada Beritanya

Inget jaman dulu Detik.com sering disindir – sindir, sebagai “Portal Iklan yang Ada Beritanya..” ?. Setelah redesign, agak mending memang. Dan Budiono Darsono (Pimred Detik) pun pernah bilang di blognya, di halaman depan Detik hanya akan ada 14 banner. Waktu itu saya iseng sempat hitung, dan jumlahnya memang 14. Enggak tahu kalau sekarang. Tapi kemarin … Continue reading [Update] Portal Iklan yang “Mungkin” Ada Beritanya

Kasak – Kusuk KASKUS

Eh.., singkatan Kaskus itu emang Kasak-Kusuk bukan? 😀

Ok, mungkin anda – anda juga sudah dengar, ada “sedikit” kisruh di Kaskus. Banyak moderatornya yang mengundurkan diri. Banyak beredar isu soal asal muasalnya pengunduran diri ini. Silahkan googling sendiri yah.. 😛  DailySocial.net ada nulis soal ini juga. Nah sebagai informasi saja, para moderator di Kaskus ini (yang tugasnya mendelete postingan SPAM, penipuan, SARA, nge-ban orang dll itu) adalah sukarelawan, volunteer. Jadi mereka bukan pegawai Kaskus (walaupun mungkin ada pegawai Kaskus yang jadi moderator).

Mungkin anda – anda juga sudah pada tahu, Kaskus di penghujung tahun 2010 lalu menerima investasi dari GDP (sebuah anak perusahaan dari Grup Djarum), dan gosipnya nilai investasinya sangat besar. Di beberapa tempat bahkan ada yang menulis nilainya hingga ratusan milliar. Baik Ken (CEO Kaskus), Andrew Darwis (CTO & Founder Kaskus), maupun Martin Hartono (bosnya GDP, anak dari Budi Hartono *orang terkaya no 2 di Indonesia) tidak mau menyebutkan angka sebenarnya.

Oke, balik soal moderator tadi. Kenapa mereka mau jadi sukarelawan? Karena dulu Kaskus itu berasa banget komunitas. Orang – orang saling bantu demi menjaga komunitas itu tetap bersih. Lagipula di masa itu Kaskus masih belum bergelimang pemasukan seperti sekarang. Jadi mereka saling bahu – membahu agar komunitas ini bisa terus ada dan makin besar.

Hal ini agak sedikit berubah, ketika (kalau tidak salah) tahun 2009, Kaskus di-revamp. Orientasi Kaskus saat itu sudah mulai melek secara bisnis. Dan secara positioning Kaskus sudah menjadi “Social Media”, seperti halnya Facebook, Twitter, Plurk, dll. Tapi, saya juga tidak tahu apakah saat itu ada gonjang – ganjing di dalam Kaskus setelah revamp ini.

Lalu, setelah investasi dari GDP tadi masuk, makin jelas lagi lah kalau sekarang memang Kaskus itu sebuah unit bisnis serius. Jadi bukan “Sebuah platform komunitas online yang yaaa… kalau ada penghasilan bagus, kalau enggak ya kita bantu bareng – bareng” (sebuah image yang saya tangkap dari Kaskus jaman dulu).

Jadi gonjang – ganjing moderator resign itu ada hubungannya dengan ini? Tentunya ada. Persisnya? Enggak tahu juga.. Ha..ha..

Komunitas

Pernah dengar Reddit.com? Atau HackerNews (news.ycombinator.com) ? atau 4chan.org ? Kalau belum pernah dengar, silahkan kunjungi masing – masing situs itu, tapi nanti aja ya.., sekarang lanjutkan baca tulisan saya aja :D. Nah, ketiga situs itu adalah situs – situs yang nuansanya sama kaya Kaskus jaman dulu. Mereka bener – bener kuat komunitasnya. Lalu apakah mereka tidak jadi unit bisnis profesional? Untuk HackerNews saya rasa tidak, karena sebenarnya itu cuma layanan dari YCombinator saja. 4chan.org? Setahu saya tidak.  Kalau Reddit iya, dia dibawah perusahaan Conde Nast.

Tapi walaupun Reddit itu bisnis yang profesional, bisa dilihat di webnya, kesan “looking for profit”-nya tidak begitu kerasa. Ya mungkin karena di US, bisnis online sudah lebih dewasa, jadi banyak pilihan lain untuk mendapatkan profit selain lewat iklan. Continue reading “Kasak – Kusuk KASKUS”