Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon

UbuntuSetelah berjuang burn ke CD sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga diinstall Ubuntu Gutsy ini. Bayangkan, download image Ubuntu (versi alternate – text mode) nya cuma butuh waktu 10 menitan. Eh, proses burn + coba installnya malah 1 jam lebih. Keren gak tuh.. 🙁

Beberapa hal yang patut dicermati (di notebook ku – Compaq Presario V3103) :

1. Visual Effects

Kesan pertama setelah install : “Eh.., apa nih.., ohh.. Compiz nya secara default aktif.. Hmm.., berarti Ubuntu berani menjamin di sebagian besar PC/Notebook fitur ini bisa berjalan yah..”

Kemudian coba cari setingan buat tampilan Ubuntunya.. Ternyata letakknya bukan di System – Preferences – Theme seperti di Feisty, tetapi di “System – Preferences – Appearance“. Dan di dalam menu ini lah konfigurasi “Theme, Wallpaper, Fonts, Inteface, dan Visual Effects” diletakkan. Oh iya Visual Effects disini cuma menyediakan 3 opsi : None, Normal, Extra. Sementara untuk konfigurasi detail dari efeknya masih belum tahu nih.

Aku sendiri pake yang mode Extra, tetapi efek sampingnya, kadang – kadang rasanya efek ini malah mengganggu. Ketika anda akan memindahkan window ke atas, justru malah keluar efek “wooble”. Wekss..

2. Bluetooth Continue reading “Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon”

Bidang Pekerjaan yang Harus Dihindari untuk Abad 21

Anda sedang mencari pekerjaan? Di bidang apa? Dimana? Kalau anda mencari pekerjaan di Amerika, menurut Forbes.com hindarilah bidang pekerjaan berikut ini :

  1. Manufaktur

    Dulu hampir semua bagian di manufaktur membutuhkan banyak campur tangan manusia, kini hampir semuanya kalah oleh teknologi komputer, mesin dan robot. Pengurangan tenaga kerja dan mengganti dengan mesin otomatis tentu sangat menguntungkan bagi perusahaan.

  2. Programmer Komputer

    Programmer komputer semakin hari semakin banyak. Menurut Forbes sendiri dengan penambahan programmer sekitar 2% dari tahun 2004 – 2014, perusahaan Amerika lebih suka melakukan outsorcing (coba saja lihat Bangalore, India yang biasa menjadi tujuan outsource pertama). Bahkan sampai berkembang istilah Bangalored, sebagai pengganti kata outsourced. Bagi mereka outsourcing ini biayanya lebih murah. Untuk bisa bersaing dengan hal ini, maka para programmer harus punya spesialisasi, misal : programmer keamanan jaringan.

  3. Jurnalis Continue reading “Bidang Pekerjaan yang Harus Dihindari untuk Abad 21”

Mengetes Dominasi Otak Kanan atau Otak Kiri

Saya dapat ini dari milis IYE, ceritanya sih gambar ini diperlihatkan di kantor si penulis email. Terus orang – orangPutar Otak Kanan otak Kiri pada lihat. Sebagian besar cowok lihatnya gambar ini muter ke kanan (searah jarum jam). Tetapi yang cewek sebagian besar melihat gambar ini muter ke kiri (berlawanan arah jarum jam).

Dikatakan juga kalau beberapa orang bisa mengganti sudut pandangnya, sehingga kadang bisa melihat dia berputar ke kanan, dan kadang dia berputar ke kiri. Bagaimana dengan anda?

Di email tersebut juga disebutkan bawah jika jika kita melihatnya berputar ke kanan, berarti otak kita yang dominana adalah kanan, jika melihatnya berputar ke kiri berarti otak kita dominan kiri. Benar atau tidak itu saya sendiri enggak ngerti.. 🙁

Tapi setidaknya mungkin anda bisa baca penjelasan berikut tentang bagaiman jika otak kanan kita yang dominan, vice versa.. : Continue reading “Mengetes Dominasi Otak Kanan atau Otak Kiri”

Digg.com dan Sejarahnya

Sekarang – sekarang ini memang sepertinya era pencatatan sejarah kembali dunia IT. Seperti jaman tahun 80-an ketika Apple, Microsoft, Netscape muncul, disusul Yahoo, Google, dll. Sekarang eranya Facebook.com, MySpace.com, Yelp.com, SixAPart.com, Digg.com, YouTube.com, Flickr.com, dan berbagai situs – situs inovatif lainnya. Para pendiri website – website ini kini menjadi selebritis Sillicon Valley. Bagaimana dengan Indonesia? … Continue reading Digg.com dan Sejarahnya

Ohh.., Begitu Toh Sejarahnya Photoshop

Barusan baca postingan Om Thomas dari PlanetTerasi. Dari link yang dia kasih akhirnya terdampar di Photoshopnews.com. Disini diceritakan secara lengkap bagaimana kisahnya Photoshop itu hingga menjadi seperti sekarang ini. Ternyata memang sebagian besar brand besar di dunia IT saat ini diawali dengan kerja keras habis – habisan. Kalau anda pernah nonton film Revolution OS, anda … Continue reading Ohh.., Begitu Toh Sejarahnya Photoshop

Saatnya Band (Musisi) Tidak “Menjual Lagu”

Setelah diskusi dengan beberapa orang teman yang terlibat di dunia band indie, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian. Diantaranya adalah era masa depan industri musik Indonesia. Kurang lebih begini rangkumannya:

Anda punya band? Atau anda musisi? Anda membuat lagu? Anda sudah rekaman (recording)? Nah, itu proses yang biasanya dilakoni band/musisi. Oh iya, rekaman yang dimaksud disini adalah rekaman swadaya (recording dengan biaya sendiri). Selanjutnya ngapain ya?

Nah, tahap selanjutnya setelah proses rekaman inilah yang sering kali membingungkan. Beberapa band/musisi melakukan promo album, di antaranya dengan kerjasama dengan industri lain (biasanya rokok), dan yang paling umum menggandeng partner dari media radio dan distro – distro.

Harapannya adalah lagu mereka bisa dikenal publik dan akhirnya laku terjual. Apakah metode seperti ini akan terus bertahan untuk waktu – waktu ke depan? Sementara sekarang adalah jaman digital, sehingga lagu yang dijual dalam bentuk CD dengan benderol harga lumayan bisa dengan mudah digandakan (dibajak) dan disebarluaskan secara gratis (dan ilegal).

Contoh paling mudah adalah launching album terbaru PeterPan beberapa waktu lalu. Bahkan sebelum album “Hari yang Cerah” tersebut dilaunching secara resmi, seluruh lagu dalam satu album tersebut sudah berdengung di seputar kost-kostan daerah Jogja . Dan tentunya “hal biasa” ini tidak hanya terjadi di Jogja saja bukan? Dan tentunya tidak hanya album PeterPan saja, Kangen band juga (ouhh.. , topik sensitif ya :D).

Untuk band sekelas PeterPan, Padi, Dewa19, Slank, dll mungkin hal ini tidak berpengaruh banyak. Pendapatan mereka tetap berlebih. Tapi bagaimana dengan mereka yang berjalan di jalur indie? Pangsa pasar sedikit, bertahan susah, masih dibajak lagi.. (helahh…, sedih banget..)

Bagaimana jika sekarang skemanya kita ubah. Musisi, ciptakan karya, rekaman (baik itu rekaman yang profesional maupun amatir), setelah itu berikan lagu anda secara gratis. Continue reading “Saatnya Band (Musisi) Tidak “Menjual Lagu””

Kompetisi Membuat Web Internasional Dalam Satu Hari

Pernah membuat web? Pernah membuat desain? Pernah memprogram web? Pernah mengunggah (upload) web? Pernah membuat modul untuk CMS (Content Management System)? Tapi pernah kah anda membuat satu web internasional yang dapat beroperasi penuh, hanya dalam satu hari? Itulah yang terjadi FullCodePress.com.Berikut potongan kalimat dari mereka : On Saturday 18 August 2007, teams from Australia and … Continue reading Kompetisi Membuat Web Internasional Dalam Satu Hari