Mengkonversi Ubuntu Linux di Laptop Menjadi VM di VirtualBox

[Ilustrasi: Alex Kleinpo – kleinpo | flickr.com]
Season 1

Sejak sekitar 3 tahun terakhir saya menggunakan MacBook sebagai mesin utama di kamar. Laptop saya sebelumnya menggunakan HP Compaq, dengan OS Ubuntu Natty (11.04). Iye.., Ubuntu versi 4 tahun yang lalu.

Laptop HP Compaq itu mau saya format ulang aja sebenarnya. Tetapi saya tidak mau kehilangan isinya. Isinya bukan sekadar data, tapi sistem operasi, aplikasi dan data-data keseluruhannya. Karena di dalamnya sudah banyak sekali aplikasi dan library yang sudah saya konfigurasi secara custom, jadi beberapa aplikasi web lokal di dalamnya sangat bergantung dengan konfigurasi tersebut. Sementara selain karena males install ulang, konfigurasi, dll nya saya juga sudah banyak lupa.

Intinya, saya mau Ubuntu Linux di laptop HP Compaq itu saya backup lengkap dengan semua aplikasi, library dan isinya dan tetap bisa saya jalankan sewaktu-waktu ketika saya butuhkan. Yang kepikiran tentunya “Coba ini laptop bisa gue bikin jadi VM ya?”. Lalu dilanjutkan, “Oh iya.., kenapa tidak?”.

Jadilah akhirnya saya googling. Saya lupa akhirnya nemu dimana. Akhirnya saya berhasil menemukan cara membuat satu partisi aktif menjadi satu file image. Bentuk ouputnya saya letakkan di hardisk eksternal. Format file outputnya .img.

Nah file itu yang saya convert menjadi file .vdi (VirtualBox Disk Image). Jangan tanya caranya.., saya udah gak inget. Saya lakukan ini tahun lalu soalnya. Yang saya ingat cuma proses ini butuh waktu berjam-jam. Ya mengingat total size nya hampir 60 Gigabita juga sih.

Setelah selesai, lalu di MacBook saya jalankan VirtualBox, add new OS, dan pilih disk-nya file .vdi tadi. Saya coba jalankan. Error. Kurang lebih pesannya “No bootable media found..”.

Saya baru sadar. Di latop lama saya itu ada 2 OS. Partisi primary pertama Windows, partisi primary kedua Ubuntu. Nah, yang saya buat jadi VM adalah partisi kedua ini. Sementara bootloadernya ada di MBR (Master Boot Record), dan itu ada di bagian pertama harddisk. Lah terus gimana cara backup Bootloader/MBR dan memasangnya ke VM?

Lalu saya ambil gitar, dan mulai memainkan.., lagu lama yang biasa.., kita nyanyikan. Tapi tak sepatah kata, yang bisa terucap.. Hanya ingatan yang ada di.. *Slank – Terlalu Manis

Tapi beneran. Akhirnya saya ambil gitar, bikin lagu, upload ke SoundCloud. VM nya gimana? Bodo amaat..

Season 2

Kemarin saya kebetulan buka-buka lagi hardisk eksternal saya itu. Melihat file .vdi backup-an laptop lama, saya kepikiran lagi, sampai susah makan, susah tidur, susah BAB sih enggak. Continue reading “Mengkonversi Ubuntu Linux di Laptop Menjadi VM di VirtualBox”

Halaman Arsip Tulisan yang Lebih Baik dan Anti Spam WordPress Terbaik 8 Tahun Terakhir

Archive Berhubung baru migrasi alamat blog dan hostingnya, saya kembali menelusuri tulisan-tulisan lama di blog ini. Di beberapa tulisan saya membaca komentar-komentarnya. Ternyata banyak juga blog teman-teman saya itu yang sudah musnah. Sedikit yang masih aktif. Salah satunya Adham Soemantri. Setelah mengunjungi blognya (yang sepertinya bukan berbasis WordPress -iya gak sih bro?), saya melihat halaman … Continue reading Halaman Arsip Tulisan yang Lebih Baik dan Anti Spam WordPress Terbaik 8 Tahun Terakhir

Dari Sribulancer.com, BelowCepek vs Zalora, lalu Traveloka.com vs Tiket.com

Ryan Gondokusumo membagikan cerita bagaimana startup yang didirikannya (Sribulancer.com) pernah diperlakukan dengan tidak etis oleh beberapa pesaingnya. Tidak hanya dengan Sribulancer.com, beberapa kasus lain yang se-tema juga diceritakan. Misalnya, Zalora pernah membeli keyword “below cepek” untuk bersaing dengan salah satu ecommerce lokal yang cukup kondang, BelowCepek.com. Tak tanggung-tanggung, Zalora bahkan membuat subdomain khusus dengan keyword … Continue reading Dari Sribulancer.com, BelowCepek vs Zalora, lalu Traveloka.com vs Tiket.com

Labana.ID – Sebuah Eksperimen

Seperti yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Sekitar 2 bulan lalu saya bereksperimen membuat blog baru, Labana.ID. Temanya masih mirip dengan blog pribadi saya ini. Bedanya, isinya lebih serius. Jika di blog ini saya sering menulis dengan berbagai asumsi pribadi, mengutip pernyataan seingat saya, dan menuliskan kabar burung yang tidak terkonfirmasi, di Labana.ID saya berusaha … Continue reading Labana.ID – Sebuah Eksperimen

The Labana Post

Sudah lama sih sebenarnya kepikiran buat mindahin blog ini ke domain lain. Cuma kok rasanya sayang, nama saya, alamat blog dan alamat email sudah konsisten semua selama bertahun-tahun: Okto Silaban, okto.silaban.net, okto@silaban.net. Tuh, keren gak? Haha. Dan secara teknis juga sayang, karena PageRank nya (yang ajaibnya) lumayan, 3. Dulu malah sempat naik ke-4 jaman blog … Continue reading The Labana Post

Alamat Lengkap

Setiap kali menemukan formulir yang meminta mengisikan alamat lengkap, saya selalu bingung. Ini maksudnya alamat lengkap apa ya? Bagi anak rantau pasti familiar dengan ini. Karena biasanya KTP masih menggunakan daerah asal, dan sekarang tinggal di tempat yang bisa sewaktu-waktu berubah. Entah itu alamat kos, rumah saudara yang ditempatin, rumah sewaan, atau mungkin apartemen milik … Continue reading Alamat Lengkap

Jangan Pernah Percayakan Urusan Domain Anda ke Pihak Lain

  Prinsip utama ketika memiliki domain adalah, pastikan domain tersebut semaksimal mungkin berada dalam kendali anda. Jangan tergantung kepada pihak ketiga, keempat, dst. Yang saya maksud dengan pihak ketiga, keempat dst itu adalah pihak di luar domain reseller. Jadi kalau anda bergantung dengan domain reseller semisal GoDaddy, Name.com, RumahWeb, Qwords, dkk, itu tidak apa-apa. Karena … Continue reading Jangan Pernah Percayakan Urusan Domain Anda ke Pihak Lain

Tembakan Tengah Malam di Perempatan Bulungan

[Ilustrasi Foto: says.com]

Saya kurang tahu nama persisnya apa. Pokoknya itulah, lampu merah perempatan PLN Bulungan.

Kejadiannya sudah lama, setahun atau dua tahun lalu. Waktu itu tengah malam, sekitar pukul 00.30. Saya naik taksi Bluebird, dalam perjalanan pulang. Datang dari arah Trunojoyo (Mabes POLRI). Kami berhenti di perempatan karena warna lampu sedang merah, dan tentunya karena ada pak polisi yang berjaga.

Di depan kami beberapa motor berhenti dengan tertib. Di sisi kanan depan saya sebuah GrandMax putih juga berhenti dengan tertib.

Tiba-tiba dari sisi kanan saya muncul Honda Jazz berwarna perak keabuan. Dua orang keluar dari sisi kanan dan kiri mobil. Tampilannya lusuh sekali. Pria yang keluar dari pintu kiri menggunakan semacam jaket, rambut kucal, dalemannya kaos, bawahannya celana panjang seperti celana gunung, dan tanpa alas kaki. Seperti sudah 3 hari tidak mandi. Pria yang keluar dari pintu kanan tidak terlihat jelas. Yang jelas tidak kalah lusuhnya. Tetapi saya bisa melihat jelas kedua pria ini masing-masing menenteng sebuah benda. Pistol jenis revolver. Continue reading “Tembakan Tengah Malam di Perempatan Bulungan”

Jangan Melakukan Pembayaran Online via Proxy

  Beberapa waktu lalu, akun hosting saya di-suspend karena masalah pembayaran menggunakan kartu kredit. Waktu itu saya menggunakan proxy di browser saya. Kenapa pakai proxy? Karena di pekerjaan saya, wajib menggunakan proxy. Kalau gak pakai proxy, gak bisa terkoneksi ke internet. Proxy nya sendiri ada 2, ada Indonesia dan luar negri. Untuk beberapa hal saya … Continue reading Jangan Melakukan Pembayaran Online via Proxy

Web Hosting Luar Negri vs Web Hosting Lokal

Hosting Luar Negri

Jadi tiba-tiba satu blog lain yang saya manage kena suspend. Gak ada email gak ada notifikasi. Tiba-tiba saya mau post tulisan keluar pesan account di-suspend. Ini hosting luar negri. Inisial nya H.

Coba login ke portal billing, tidak bisa lagi. Coba submit ticket untuk nanya/complaint, gak bisa login juga. Aneh. Akhirnya masuk ke fitur chat support. Entah kenapa di sini bisa login.

Ternyata kata supportnya, harusnya ada email yang masuk. Akhirnya dia proses di sana agar dikirim ulang. Barulah saya terima emailnya.

Kata emailnya, account saya harus diverifikasi terlebih dahulu. Minta kirim scan ID resmi. Langsung saya kirim. Malamnya saya cek email dapat reply, dia bilang sepertinya waktu register saya via VPN / Data Center lain. Peraturan mereka gak boleh registrasi kalau via VPN / Data Center lain. Betul memang, waktu mendaftar saya sedang menggunakan proxy yang berada di luar negri. Ini karena tuntutan pekerjaan.

Anehnya, waktu registrasi, pembayaran via PayPal, dll tidak ada masalah. Kalau emang gak boleh ya kenapa gak dari awal aja sih ditolak. Ini webnya udah jalan hampir semingguan, tiba-tiba di-suspend. Dan sebelnya, data di hosting itu tidak bisa saya backup lagi. Dikonfirmasi dari team supportnya. Continue reading “Web Hosting Luar Negri vs Web Hosting Lokal”

LibreOffice Online dan Tantangan Produk OpenSource di Desktop

Setelah hampir setahun lebih menggunakan Microsoft Office 365 dalam pekerjaan sehari-hari saya cukup gembira mendengar ada alternatif open source untuk produk sejenis. Iya, memang belum rilis sih. LibreOffice akhir tahun ini akan tersedia versi online nya. Detailnya bisa dibaca disini. Seperti halnya produk opensource lainnya, saya sering bingung siapa client enterprise yang ditarget mereka untuk … Continue reading LibreOffice Online dan Tantangan Produk OpenSource di Desktop