Pesan Wired.com kepada Startup Media

[Ilustrasi: Ahmad Hammoud – ahmadhammoudphotography | flickr.com]

So startups out there listening—if you want to fizzle, like Circa, or have a slim chance of being acquired, like Wavii, Summly, and Pulse, do more or less the same. But if you can solve the real  problems that have faced news organizations since news first made its way online, you may have a  chance of making it on your own. Do what no one else can do: find new ways to profit off the news. Otherwise, you’re in it with the rest of us.

~Wired.com

Wired membahas tentang Circa yang akhirnya menyatakan akan magudTM. Circa adalah startup penyedia berita dalam bentuk mobile application. Berbeda dengan ala-ala BuzzFeed, UpWorthy, dll yang fokus ke gimana caranya dapat trafik sebanyak-banyaknya, Circa fokus ke isi berita yang straightforward, fokus ke fakta dan informasi yang penting. Well, sayangnya Circa salah melihat peluang. Bukan bagaimana cara menyampaikan konten yang jadi masalah, tapi gimana cara mendapatkan uang dari konten tersebut.

Kalau di Indonesia sih, pasarnya belum seperti di US. Makanya portal-portal berita itu juga masih lincah bermain-main headline ala-ala BuzzFeed demi mengejar trafik. Kalau trafik sudah tinggi (Alexa tinggi), tinggal jualan ads banner atau “native-ads” a.k.a advertorial deh.

Saya setuju dengan Wired. Kalau ada startup yang tahu cara memonetisasi media online dengan tidak bergantung pada “tweaking” headline dan konten ala BuzzFeed, niscaya akan jadi “disruptor” bisnis media online.

[Update] Portal Iklan yang “Mungkin” Ada Beritanya

Inget jaman dulu Detik.com sering disindir – sindir, sebagai “Portal Iklan yang Ada Beritanya..” ?. Setelah redesign, agak mending memang. Dan Budiono Darsono (Pimred Detik) pun pernah bilang di blognya, di halaman depan Detik hanya akan ada 14 banner. Waktu itu saya iseng sempat hitung, dan jumlahnya memang 14. Enggak tahu kalau sekarang.

Tapi kemarin saya lebih kaget lihat KapanLagi.com, beginilah tampilannya :

Lebih – lebih dari Detik.com jaman dulu menurut saya, maka istilah ini mungkin pas : Portal Iklan yang “Mungkin” Ada Beritanya

Ya, saya mengerti, mereka juga diburu target sales, dan memang bagaimanapun model bisnis online di Indonesia saat ini yang paling jelas ya itu, banner iklan.

UPDATE

Ada komentar yang masuk tertulis dari Tim KapanLagi.com di bawah. Thanks sudah mampir *terharu*..

Anyway.., saya rasa dengan pengalaman Tim KapanLagi yang tentunya sudah senior di jagad online Indonesia, mereka pasti mampu menemukan model bisnis lain (yang mungkin masih seputar iklan), tapi tanpa merusak kenyamanan membaca di website mereka sendiri. Tapi memang keputusan itu harus datang dari puncak manajemennya. Karena sering saya menemukan kalau ternyata tim sales, tim redaksi, ataupun tim developer sebuah website sebenarnya menyadari hal ini, tapi apa daya toh yang memegang keputusan puncak tetep bukan mereka.

Membangun Media Online – Yang Kasat Mata dan Tidak

Banyak yang sadar ke depan trend yang berkibar adalah informasi digital. Tapi walaupun banyak yang sadar, banyak juga yang latah mengeksekusinya. Lalu bagaimana membangun media online? Pertanyaan yang tidak punya jawaban pasti. Hanya ada beberapa petunjuk – petunjuk atau mungkin boleh saya bilang selentingan pendapat dari sana sini. Kalau dari saya ini :

Content is the king ?

Membangun media online itu bukan berarti punya konten dengan kualitas dan kuantitas tinggi lalu memasangnya di internet. Jauh lebih dari situ. Ibaratnya kalau mau bikin restoran gudeg, punya resep gudeg yang super, lalu dapat investor bukan berarti restoran itu pasti sukses.

User Behaviour

Sangat perlu diingat, perilaku membaca di online dan offline itu berbeda. Sangat berbeda. Jadi penyajian konten di online pun harus punya strategi yang pas, yang sesuai dengan konten yang ingin disampaikan, dan siapa target pengunjung yang dituju. Kadangkala sebuah situs terlalu agresif, dengan tampilan halaman depan yang seolah – olah ingin berkata : “Kami punya konten ini lho.. Ini juga, tentang ini juga, oh iya yang ini juga, bahkan tentang ini.., dst..”.  Sehingga yang tampak justru masing – masing konten bersaing satu sama lain agar mendapat perhatian.

Statistic

Memiliki konten online, dengan pengunjung bulanan sejumlah XXXX, bukan berarti situs itu layak dipasangi iklan dengan harga mahal. Darimana pengunjung situs itu? Pengunjung itu membuka situs anda karena memang ingin, atau hanya karena nyasar dari Google? Link dari situs lain kah?  Setelah itu, berapa lama dia berada di situs anda? Di bagian mana? Kenapa? Pengunjung situs itu ngapain aja di situs anda? dst..

Visitors

Mengenali target pengunjung situs itu wajib dilakukan. Karena beda target, beda pendekatan, beda pula strategi maupun eksekusinya.

Marketing

Berjualan iklan di media online pun tidak mudah. Selain harus memahami faktor di atas, si penjual iklan harus juga bisa membawa calon pengiklan dalam pola pikir online. Berhubung pihak pengiklan bisa dikatakan raja, maka si penjual iklan pun seringkali tidak bisa memaksa membawa pemikiran mereka ke ranah online. Tapi yang paling parah adalah, kadang si penjual iklan itu sendiri tidak mengerti dunia online..!

Technology

Demi mengejar target agar bisa cepat online, seringkali keputusan penggunaan teknologi dilakukan dengan gegabah. Misal, memutuskan menggunakan sebuah framework MVC dengan bahasa program yang sama sekali baru bagi programmernya. Memutuskan menyerahkan pembuatan web pada pihak luar yang ternyata juga *hanya* menggunakan CMS jadi dengan sedikit sentuhan pada template. Sistem tambal sulam. Kadangkala, si pengambil kebijakan teknologi terkait itu pun memang tidak begitu memahami dunia online. Perancangan, penerapan, dan eksekusi pengembangan sistem dilakukan tanpa mengetahui bagaimana trend dunia online sesungguhnya. Sehingga ketika hal tersebut disadari, seringkali sudah terlambat.

Make Money

Ujung – ujungnya tentu kesini. Model bisnis banyak yang bisa diterapkan sebenarnya. Mereka yang berada di belakang berbagai situs tentu juga punya banyak ide model bisnis yang menarik. Tapi mungkin mereka yang disasar sebagai client masih belum bisa menerima model bisnis ini (khususnya di Indonesia). Jalan yang umum dipakai tentu saja iklan banner. Hingga kadangkala banner inilah yang mengganggu fungsionalitas dari website itu sendiri.

Culture

Nah ini yang menarik. Kultur yang dimaksud disini adalah pola kerja semua elemen di dalamnya. Media online tidak lepas dari dunia internet. Dunia yang sangat cepat berubah. Karena itu, mau tidak mau, elemen yang bergerak di belakang situs itu pun harus bisa cepat beradaptasi terhadap setiap perubahan. Kadangkala prosedur yang bertele – tele (dari sudut pandang online) membuat website tersebut lamban. Kadang juga mereka yang merasa lebih tahu urusan konten tidak luwes bekerjasama dengan mereka yang berada di belakang teknologi.

Mungkin di lain waktu, mereka yang merasa lebih tahu desain, tidak tanggap terhadap keinginan mereka yang mengurusi konten. Padahal pada dasaranya, mereka yang mengurusi konten belum tentu fasih dengan dunia online. Mereka yang mengurusi teknologi juga tidak mengerti betul konten seperti apa yang ingin dihadirkan. Tapi yang jelas mereka sebenarnya sejajar. Seperti rel dan kereta api. Tanpa rel, kereta api mungkin bisa jalan.., tapi menuju kematian. Sementara tanpa kereta api, rel hanya akan jadi logam hiasan di atas tanah.

[catatan]

Seperti biasa…, cuma pemikiran.. belum pernah praktek 😉

[terkait]

Beda Desainer, Web Programmer, SysAdmin, Marketer dan Pemilik Bisnis

Astaga.com Reborn..!

astagaSaya ndak pernah tahu lagi kabar Astaga.com (salah satu portal yang dulu sempat besar di Indonesia) sampai salah seorang awaknya (Aan Afdi) memberi komentar di blog ini. Dan Astaga.com (yang sekarang dipegang PT. IMT) ternyata sudah di-redevelop dan diluncurkan kembali pada tanggal 5 Oktober lalu. Tentu saja ada beberapa fitur yang *berbau web 2.0*, seperti ‘7circles’ (digg-like) dan ‘yournews’. Review lengkapnya bisa dibaca di blog Aan Afdi ini.

Astaga.com baru ini menggunakan CMS Drupal, dan dikerjakan dalam waktu 1 bulan 15 hari.. (wow..!), dengan menggunakan clustering server. Menurut komentar bung Aan Afdi, Astaga.com ini dikembangkan oleh satu orang programer, satu orang orang webmaster, satu orang desainer dan satu orang sysadmin.

Menanggapi pertanyaannya di bagian komentar :
Saya mo komen ahh… kalo bang okto bilang lupakan detikcom bikin yang beda, maka akan muncul pertanyaan baru tuh bang ” apa sih yang belum ada di jagad maya ini?”

Maksud saya di tulisan itu sebenarnya adalah, kalau mau bikin portal berita baru jangan “copy-paste” detikcom. Ya bikin yang beda (tampilan, model penulisan, cara pemaparan, cara berinteraksi, marketing, dst.. dst..). (itu cuma pemikiran, saya sendiri juga blm bisa mempraktekkan kok.. he..he..)

Kalau soal apa yang beluma ada di jagad maya, pertanyaan yang sama selalu ada setiap saat. 10 tahun yang lalu, kalau saya ditanya, saya tidak tahu. Tapi hari ini kita tahu.. Ternyata yang belum ada waktu itu : Twitter, Facebook, LinkedIn, StumbleUpon, Flickr, Politikana, dst.. dst..

Terus, kalau sekarang yg belum ada apa? Banyak.. terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu. Kalau boleh saya ganti pertanyaannya harusnya menjadi “Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa?” Nah kalau ini saya sendiri tidak berani menjawab. Kalau saya dapat jawabannya, kemungkinan besar sudah saya buat duluan.. hee.. 😛

Kalau pertanyannya ganti jadi “Yang dibutuhkan di dunia maya sekarang apa” kan berarti ndak harus sesuatu yang baru. Selama memang itu dibutuhkan, ya kemungkinan besar pasti sukses. Dan kalau Astaga.com bisa memberi jawaban atas pertanyaan itu, niscaya portal ini bisa sukses.. (*serasa motivator..*)

[catatan]

Tulisan ini cukup memberi pencerahan tentang apa yang bisa dibuat di dunia maya. (via Rama Mamuaya)

Hati – hati Dengan Source Code Web Anda

Pagi ini saya melakukan googling dengan kata kunci nama seseorang. Saya cuma penasaran orang ini bidang keahliannya apa. Dan secara tidak sengaja, hasil search di Google menampilkan sebuah link ke alamat SVN (Subversion) repository.  Ditilik dari domainnya, saya ketahui kalau itu adalah sebuah situs penyedia layanan SVN Repository komersial.

Tapi yang membuat mata saya tak berhenti berkedip adalah link subfolder yang namanya kebetulan sama dengan nama salah satu portal yang cukup besar di Indonesia. Ok, saya klik. Dan benar saja isinya adalah source code PHP. Satu demi satu saya jelajahi berkas script yang ada di repository SVN tersebut. Saya semakin yakin kalau ini memang script dari portal tersebut. Dan bohong kalau saya bilang saya tidak mendownload script tersebut.. (tapi cuma untuk referensi pribadi saja, bukan untuk yang aneh – aneh kok..).

Dan… heii…. Ini memang source code portal yang saya duga di awal tadi!  Lengkap dengan file SQL nya, patch SQL nya, bahkan password root di database MySQL server nya..!  (mantap..).

Karena source code webnya sudah di laptop, ndak ada salahnya dicoba dijalankan di localhost toh? Dengan sedikit penyesuaian akhirnya web itu jalan di localhost. Walaupun memang ada bagian – bagian yang error, karena berkas SQL tadi hanya berisi structure saja, tidak dengan datanya. Dari bentuknya, versi online portal tersebut tidak ada yang berbeda. Apa memang ini versi terakhirnya ya?

Jadi buat anda, mereka, dia maupun saya.. Berhati – hatilah meletakkan source code web kita. Mungkin kalau script nya diambil orang tidak begitu masalah. Mau dipakai buat apa juga? Bikin portal serupa? Ahh.. ndak masalah kalau itu. Yang menurut saya menjadi masalah adalah keamanan data di website (atau server web) itu sendiri. Kata orang bijak: “Laptop boleh saja hilang, tapi jangan datanya..”

Ya.., lumayanlah sekarang saya jadi tau dikit – dikit tentang (ehm..) Fusebox 😉

Eh tadi dah sempat mau nyanyi gini :

“..daripada cuma dapet di Google..

Mendingan tak commit toh.., enak toh.., mantep toh..

Tak commit.. kemana – mana.. 2x”

– mbah SVN

IndonesiaOnTime.com – Sudah Resmi Ditutupkah?

Sepertinya kabar burung tentang portal berita lokal yang mati itu memang kenyataan. Hari ini saya akses IndonesiaOnTime, dan tidak ada berita baru sama sekali sejak akhir tahun 2008. Tapi sampai sekarang situsnya masih bisa diakses.

IndonesiaOnTime.com ini salah satu portal berita baru yang digawangi beberapa orang yang sangat berpengalaman di media elektronik (radio & televisi). Diluncurkan tahun 2008, tetapi gaungnya kurang besar. Informasi yang saya dapat sebelum portal ini diluncurkan cuma dari bung Agung.

Kenapa ya ditutup?

Karakter Media Online di Indonesia

Tak banyak jenis media online (resmi) di Indonesia. Paling hanya portal (OkeZone.com, PortalHR.com, blog – termasuk di dalamnya blog service (DagDigDug.com, BlogDetik.com) , blog media (?? StrategiManajemen.net mungkin ya), dan blog network (AsiaBlogging.com). Karena semalam baru saja ngangkring bareng Om Budi Putra (bersama teman – teman lain : Redy, Thomas Arie, Tika – SAY HELLO – banget, Sandal Jepit Putus, Koh Goen, Yan Arief, Yodi, dll), saya ambil contoh yang terakhir.

Di luar negri ada beribu karung *tukul mode* media online. Sebagian diantaranya masuk dalam Jaring Blog (blog network). Sebagai contoh ProBlogger.com, adalah salah satu blog dari jaring blog b5media.com. Di Indonesia sendiri, setahu saya hanya ada satu blog network, yaitu Asia Blogging Network (ABN) tadi, yang salah satu pentolannya adalah Om Budi Putra.

Dari ngobrol – ngobrol soal blog network inilah saya memperhatikan perbedaan karakter ABN dengan blog network di luar negri. Read more Karakter Media Online di Indonesia

Asia Blogging Network (ABN) di BlogNetworkWatch.com

Saya sedang mempelajari model bisnis online, seputar blog, blog network, blog aggregator, blog service, dst. Dan kebetulan pula tadi malam sempat dapet kesempatan nongkrong sama Om Budi Putra di Angkringan Lik Man, Bugisan, Jogja. Om Budi sempat berbagi banyak ilmu seputar seluk beluk soal ABN dan blog netwrok. Setelah balik ke kos, dan kembali “riset” di inernet, saya justru menemukan bahwa ABN telah masuk dalam “watch list” nya BlogNetworkWatch.com.

Sebuah prestasi menurut saya. Bagi saya ini berarti ABN sudah setara dengan b5media, 451Press, dan blog network lainnya yang sudah mendunia. Jadi targetnya yang tidak hanya lokal Indonesia, tetapi justru Asia, benar – benar bisa terwujud (sementara ini sebagian besar blognya masih berasal dari Indonesia).

Dan hal yang perlu diperhatikan adalah, BlogNetwork adalah new media. Dan sangat tepat jika sekarang dikembangkan di Indonesia. Mungkin portal berita “Indonesia Tepat Waktu” yang belum launching itu (dan kabarnya justru collaps sebelum dimulai), bisa berganti bisnis menjadi BlogNetwork juga, hi..hii..hi.. 😀

Jika banyak portal masih saja berkutat dengan _hanya_ menyampaikan berita, maka portal seperti ini harus siap berbagi kue iklan (dan kue – kue lainnya) dengan blog network.

Saya? Saya ingin bermain di ranah jaring blog juga sepertinya, tetapi dengan konsep dan model bisnis yang berbeda cukup jauh. Masih diracik bumbunya, belum dimasak, jadi belum bisa dihidangkan. 😉

Innchannels.com – Portal Berita Baru di Tahun 2007

Innchannels.comDapet dari blognya Pak Nuk, ternyata tahun 2007 lalu ada Portal Berita baru. Tapi formatnya sepertinya bukan breaking news, tapi berupa berita feature. Portal ini beralamat di Innchannels.com. Beberapa hal yang jadi perhatian sederhana saya :

  • Domain. Kok domainnya ribet. Coba saja anda beritahu alamat web ini pada rekan anda. Sebagian besar orang yang saya temui ketika memberi tahu alamat portal ini pasti bertanya, ” Hah? INCANEL? Gimana nulisnya?”. Bandingkan kalo saya mengatakan ke orang lain Kompas.com, Detik.com. Jarang disusul dengan pertanyaan seperti tadi. Dan saya pun tidak perlu memberi tahu ejaan sebuah kata.-
  • Logo. Kenapa logonya mirip dengan CNN yah? Terinpirasi atau ..?
  • Siapa Mereka? Anda ingin tahu? Coba saja buka halaman About Us nya. Dan apa isinya? KOSONG. Sebuah website portal yang profesional dengan konten yang bagus. Tetapi tidak sempat mengisi halaman About Us nya. Aneh..

Tetapi terlepas dari itu, saya puas dengan desain dan isi dari situs ini. Walaupun sedikit masih terinfluence Detikcom. Baik dari penempatan iklan, dan penempatan tulisan. Tetapi setidaknya tidak dibombardir oleh iklan di seluruh halamannya.