YogYES.com ReDesign

Di tengah gegap gempita startup – startup yang sedang *beradu-pitching* di Singapore, dan hebohnya berita akuisisi Koprol dengan Yahoo, situs YogYES.com akhirnya meluncurkan desain baru situsnya, tepat pada Hari Kebangkitan Nasional kemarin. Silahkan kunjungi situsnya untuk lebih jelasnya. Yang mau wisata ke Jogja, pasti lebih lengkap kalo sudah baca YogYES.com 😀  *duuhh.. bahasanya iklan banget … Continue reading YogYES.com ReDesign

Website belum akan Mati

Beberapa waktu lalu seorang teman mengirimkan link artikel dari WIRED Magz. Itu memang artikel kontroversial di jagad maya. Artikel itu mengatakan intinya “Website is Dead, Welcome Apps”. Alasannya sederhana, dengan ilustrasi seperti ini : Ketika anda bangun di pagi hari, anda buka Facebook. Tapi bukan website nya kan? Di tengah jalan menuju kampus atau kantor, … Continue reading Website belum akan Mati

SEO Expert Bersertifikasi dari Google ?

Ok, ini topik basi di seputar dunia SEO sebenarnya. Tapi tetap saja masih banyak yang tidak mendapatkan informasi dengan jelas. Sudah sejak lama di kalangan para pentolan SEO underground Indonesia, banyak yg heran dengan mereka yg mengaku sebagai ahli SEO, dan mengaku *bersertifikasi dari Google*.  Dan sudah sejak lama juga, di kalangan industri pun, banyak … Continue reading SEO Expert Bersertifikasi dari Google ?

Kaskus di Sekitar Kita

Dari jaman kuliah, saya sering bercerita kepada teman – teman saya tentang dunia online, mulai dari startup – startup di luar negri, sejarah Google, Facebook, eBay, Digg, Flickr dll sampai dengan situs – situs lokal. Saya bercerita tentang Detikcom, dan beberapa situs “startup” dari Indonesia (kala itu). Tapi saya tidak pernah bercerita tentang Kaskus. Tidak … Continue reading Kaskus di Sekitar Kita

Cari Developer Itu Susah Kawan !

Masih berkaitan dengan Indonesia di TechCrunch. Ada banyak poin yang bisa dijadikan catatan. Saya menyoroti satu hal : Ternyata yang sulit di Indonesia itu adalah mencari developer, bukan pendanaannya !

…Instead, the pain point is finding developers. In Indonesia, developers are considered an entry level position, not a lucrative career path. Most companies have to invest six months or so in training the talent they need, making scaling up a challenge.

Hah?! Dengan sekian banyak website bertema programming dan development (khususnya web), belum lagi milis – milis. Ternyata susah mencari developer?!!

Oohoo.. Bukan berita baru sebenarnya. Tanyakan pada mereka yang mencari programmer, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan programmer berkualitas? Sebuah perusahaan dari grup bisnis yang sangat besar di Indonesia, dalam waktu 6 bulan pun masih belum bisa mendapatkan satu orang programmer web, dengan spesifikasi standar.

Lalu apa penyebabnya ? Saya coba rangkum. (silahkan tambahkan di kolom komentar kalau anda punya masukan baru)

Gaji

Isu sangat sensitif ini. Dan seringkali jadi pertimbangan utama (ya sama lah dengan lowongan kerja lainnya). Ada yang menawarkan standar salary yang tidak masuk akal untuk standar hidup di Jakarta. Tapi berhubung perusahaan ini punya label nama yang mentereng, banyak yang rela mengantri (sebelum akhirnya pun mengantri untuk resign).

Ada juga yang minta minimal requirement kaya dewa (yah.., para developer pasti tahulah), tapi dengan gaji standar UMR.

Nama Besar

Lalu, apa tidak ada yang menawarkan gaji besar? Ohh ada.. Tapi minimal requirement nya tinggi ya? Tidak juga..  Tapi kok gak dapet – dapet programmernya?

Nah sama juga seperti lowongan kerja lainnya. Nama besar penting. Kalau perusahaan ini masih baru (khususnya startup) mereka yang punya kualitas tinggi pun tetap akan membandingkannya dengan lowongan sejenis dari perusahaan yang punya nama besar. Apalagi kalau multinational company. Apalagi kalau oil & gas company.. (jujur..!) Continue reading “Cari Developer Itu Susah Kawan !”

Indonesia di TechCrunch

Sekitar tahun 2007, saya tahu TechCrunch pertama kali. Waktu itu cuma bisa ngiler aja lihat berbagai startup diulas di TechCrunch. Sama juga seperti pembaca TechCrunch dari Indonesia yang lain, sebagian besar pasti berpikir : Kapan ya, startup dari Indonesia masuk TechCrunch [TC] ? Saya berpikir, ah paling cepat 5 tahun lagi.

*Yang belum tahu tentang TC, bisa dibilang TC ini kiblat informasi tentang startup (yang sebagian besar memang startup dunia online).

Dan akhirnya, beberapa hari lalu pertama kalinya TechCrunch membahas startup Indonesia (ya karena dibeli Yahoo tentunya). Dialah Koprol, sebuah microblogging berbasis lokasi, yang sering dibanding – bandingkan dengan FourSquare (yang memang jauh lebih besar). Hey.., ternyata gak sampai 3 tahun sampai akhirnya pikiran saya itu terwujud.

Dan hari ini, tepat saat hari raya Waisak, TC menulis spesial tentang startup di Indonesia. Silahkan baca lengkapnya di TC.

Pesimis ?

Saya sempat rada pesimis dengan desas – desus maraknya startup dari Indonesia? Kenapa? Continue reading “Indonesia di TechCrunch”

Programmer Sukses

Bulha sedang menunggu pesanan sego kucing dan es tehnya ketika seorang gadis yang membawa kamera DSLR, dengan tas ransel di pundak, kaos oblong, dan celana jins pendek mendekatinya lalu duduk di sampingnya. Lokasi mereka nongkrong memang cocok untuk mengabadikan apa yang terlihat di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, yaitu di depan Kantor Pos perempatan … Continue reading Programmer Sukses

Ide : HargaHarga.com ?

Setelah membaca tulisan Rama yang menyinggung Blippy.com saya jadi teringat tulisan saya beberapa waktu lalu tentang ide – ide website yang mau saya tulis disini. Karena toh saya tidak mewujudkannya, dan pasti ada juga yang kepikiran dengan hal yang sama, jadi di share disini mungkin bisa membantu mereka yang sedang mewujudkannya. Dari tulisan Rama tentang … Continue reading Ide : HargaHarga.com ?

Copet di Busway Itu Nyata

SE G502*peringatan : ini postingan curhat*

Kronologi

Jadi gini ceritanya. Saya sama temen naek dari Halte Busway Kebon Jeruk, hendak menuju Pondok Indah Mall (PIM). Sebelum memutuskan naik, dua busway kami biarkan lewat, karena memang itu jam padat banget, sekitar jam 6 sore. Tapi karena niatnya mau nonton di XXI, daripada telat nekat aja naik busway yang sudah penuh sesak itu.

Sewaktu di busway, seperti biasa ada sedikit dorong – mendorong kecil di dalam. Ada yang persiapan mau turun, ada yang mencari posisi lebih nyaman, (dan belakangan saya ketahui, ada yang sedang berusaha mencopet hengpon saya).

Halte berikutnya, Kelapa Dua Sasak, beberapa orang turun. Karena saya berdiri pas nempel di kaca pintu busway, otomatis saya tersenggol beberapa penumpang, hal yang biasa terjadi. Setelah selesai, saya mengambil posisi lagi. Di halte berikutnya, Pos Pengumben, ada beberapa penumpang yang turun lagi, tapi kali ini tidak berdesak – desakan.

Saya mempunyai kebiasaan setiap beberapa saat memeriksa barang – barang yang saya bawa. Ketika menyadari kantong kiri bagian depan celana jins saya kosong, pikiran pertama saya hengpon saya itu jatuh. Meminjam hengpon temen saya, saya telpon HP saya. Masih ada nada sambung.., lama.. dan tidak diangkat. Saat itu busway sudah sampai lagi ke halte Medika Permata Hijau. Ketika saya coba telpon kedua kalinya, sudah tidak ada jawaban. Sah.. HP saya sudah dimatikan.

Kecurigaan pertama sebagai manusia, tentu tertuju orang – orang yang berada di sekitar saya. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian satu persatu penumpang mulai angkat bicara. Mereka curiga dengan satu orang pria yang dari tadi gerak – geriknya mencurigakan. Continue reading “Copet di Busway Itu Nyata”