Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration

Dulu saya selalu bertanya – tanya, kenapa perusahaan – perusahaan besar itu tidak mau atau sulit sekali untuk pindah ke Linux. (Maksud saya tidak sekadar pindah server ya, tetapi pindah desktop full). Melihat lebih dekat, sekarang saya lebih mengerti kenapa. Uraian lengkapnya nanti saya buat dalam tulisan tersendiri. Nah buat yang bener – bener mau … Continue reading Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration

Krisis Keuangan di Amerika itu Sebenarnya Gimana Sih? Ini Dia

Dulu saya mendapat informasi sepotong – sepotong soal kenapa ada Occupy Wallstreet (demo dimana – mana di Amerika), terus krisis keuangan di Amerika tahun 2008 silam (dan sekarang sepertinya terjadi lagi). Jadi kebanyakan nebak – nebak juga (dari hasil baca koran, nonton film dokumenter, dll). Nah animasi ini semakin memperjelas bagaimana semua proses itu terjadi. … Continue reading Krisis Keuangan di Amerika itu Sebenarnya Gimana Sih? Ini Dia

Manajemen vs Pernak – Pernik

Sebuah perusahaan bisa memiliki komputer yang baru, meja kerja yang baru, kursi yang ergonomis, atau malah kantor baru sekalian, ditambah aneka permainan digital yang mengasyikkan. Tetapi jika kultur, kebiasaan organisasi dan manajemen yang berantakan -nya tetap saja berlangsung, percuma. Tapi ya.., selama manajemen yang berantakan itu secara de-facto tetap menghasilkan pundi – pundi uang yang … Continue reading Manajemen vs Pernak – Pernik

Spesialisasi di Industri Web (Indonesia)

Membuat website itu sendiri paling basicnya, sudah butuh beberapa teknologi, sebut saja :

  • Web server (Apache/Nginx/Tornado, dll)
  • Database server (MySQL/CouchDB/MongoDB, dll)
  • Server side programming (PHP/Python/Ruby, dll)
  • HTML

Jadi.., untuk bisa bikin satu web utuh, anda harus memahami 4 jenis teknologi itu. *Eh, ini konteksnya menggunakan tool – tool yang open ya.., bukan pake tool2 enterprise ala Visual Studio, dkk itu.. Agak beda sepertinya, CMIIW.

Nah, dulu.., kalau bisa ke-empat hal ini sudah bagus. Tapi makin lama tuntutannya bertambah. Jadi seperti ini :

  • OS (biasanya Linux, karena biasanya Apache, Nginx, Tornado dkk itu jalannya emang untuk di *NIX platform)
  • Web Server
  • Database Server
  • Server Side Programming
  • HTML
  • CSS & JavaScript

Lalu berkembang lagi jadi begini :

  • OS (ini bisa install OS, konfigurasi OS + install (compile) software + konfigurasi lho ya..)
  • Web Server
  • Database Server
  • Server Side Programming + Framework (CodeIgniter/Django/Pylons, dll)
  • HTML
  • CSS & JavaScript + JavaScript Framework (JQuery/Mootools, dll)
  • API (Facebook/Twitter, dll)

T : Beuhh.. banyak aje om?? Segitu yang harus dikuasai baru bisa jadi web progremer?

J : Ho oh..

T : Berarti rate web-developer makin lama makin tinggi dong ya? Kan spec nya makin rame aja tuh.. Continue reading “Spesialisasi di Industri Web (Indonesia)”

Alay, Orang Kantoran, dan Keluarga 2.0

Rumah Raminten

Di awal tahun 2011 lalu, saya jalan – jalan ke Jogja, kemudian menyempatkan diri tengah malam untuk nongkrong di Rumah Raminten (sebuah tempat nongkrong (minum – minum) yang menu utamanya agak unik : Jamu  -setidaknya itu yang saya tangkap). Duduk di lantai dasar, di sebrang saya ada meja besar yang memang diperuntukkan buat mereka yang mau nongkrong rame – rame.

Sekitar setengah jam kemudian, datang sebuah rombongan anak muda (alay?), dengan dandanan khas : bawa kamera DSLR, Blackberry, celana pensil, kawat gigi, kacamata frame besar, dst. Mereka duduk di satu meja. “Seru nih kayaknya..”, begitu ujar saya dalam hati. Kebayang mereka bakal cekikikan rame – rame sampai pagi. (ya kalau waktu saya kuliah dulu sih kaya gitu, nongkrong di angkringan atau burjo, cekikikan sampe perut mules, berhenti kalau yang jual angkringan mau pulang.. ).

Dan.. yang terjadi adalah.. 5 menit pertama mereka memang heboh, karena baru akan memesan makananan dan minuman. Setelah pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.., satu per satu mulai mengeluarkan Blackberry masing – masing. Yap.., bisa ditebak, masing- masing akhirnya sibuk BBM-an.., Facebook-an, Twitter-an..  Dan ada dua orang yang akhirnya mungkin bosan, kemudian tertidur.

WTF..! Tidak kurang ada 8 orang jumlah mereka. Jauh – jauh dari rumah / kost- kostan ke situ, dan sampai disitu agendanya adalah : Blackberry-an bareng, sampai 3 jam..!!

Sejak itu saya memperhatikan rombongan – rombongan yang lain, baik di tempat ini maupun di tempat lain (kantin kantor, mall, food-court dll). Banyak ternyata yang begitu.

Orang Kantoran

Saya pikir itu hanya terjadi di kalangan anak – anak muda yang memang generasinya agak berbeda kulturnya (*ehm.. berasa tua..). Tapi.. ahh.., ternyata enggak juga tuh. Berapa orang dari kalian yang kerja kantoran dan pernah makan siang bareng (misal bertiga atau berempat), tetapi selama makan siang masing – masing sibuk dengan gadget masing – masing? Begitu makanan habis pun, hanya sesekali ngobrol. Kalaupun ngobrol topiknya : “Eh.. tadi gue baca di Twitter…… ” atau “Hahaha.. ini lho, temen gue status Facebook-nya..”,  atau kadang “Udah nyobain game ini belum?..” dst. Dan sekarang dengan ramainya Galaxy Tab, iPad, dll.. Makin banyak lagi variasinya..

Salah Anda

Pernah mengalami seperti ini ? : Lawan bicara anda seolah – olah mendengarkan, Continue reading “Alay, Orang Kantoran, dan Keluarga 2.0”

Tentang Bekerja

Work is the process of exchanging your time for money. Remember: What you do with your time is far more meaningful than the goods you accumulate with your money. If you are working so much to become rich but you ignore your spouse and miss seeing your kids grow up, you are actually poorer than … Continue reading Tentang Bekerja