In Indonesia, it appears, you can get away with murder, as long as the killing is done in the name of religion.
– Jakarta Globe
Tulisan lengkap disini.
Related Post
Lokasi Perumahan Sebagai Sumber Kemacetan Jakarta
Jakarta macet penyebab utamanya sih menurut saya bukan regulasi, pengemudi ugal-ugalan, angkot ngetem sembarangan, dll. Faktor paling besar sederhana sih: jumlah kendaraan. Baik itu sepeda motor maupun mobil. Penyebab jumlah…
Membuat Paspor Online di Jakarta
Ini lanjutan dari cerita sebelumnya. Setelah gagal membuat paspor di kampung halaman, akhirnya saya memutuskan untuk membuat paspor di Jakarta saja, tapi baru terlaksana 6 bulan kemudian 😛 Saya mikirnya,…
Takdir Linux di Desktop
Sekadar memperjelas dulu, hingga saat ini pun, saya adalah pengguna Linux aktif, baik di desktop maupun di server. Tadi saya menemukan sebuah tulisan yang membahas tentang Linux di dunia desktop,…
Akuisisi Terbesar yang Tidak Terdengar
There was a time, not too long ago, when media outlets could drive "what’s important" by page placement or big web headlines. But that time has passed, in an age…
70 tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbahasa Inggris
Ini tulisan yang terlambat. Tapi lebih baik daripada tidak lah ya. 70 tahun Indonesia merdeka, seperti biasa komentar orang-orang masih sering “Ah.., apanya merdeka. Masih banyak yang gak beres, hukum…
BlogNetwork vs Web Portal
Blog merupakan salah satu tren di dunia internet yang sangat berkembang saat ini. Blog, menurut beberapa sumber salah satu cirinya adalah ditulis dengan “passion”, tetapi efek sampingnya juga sangatlah subjektif.…
Membuat Paspor di Kampung Halaman
Di penghujung tahun 2011 lalu, mumpung sedang pulang ke kampung halaman di Sumatra, saya menyempatkan diri membuat paspor. Saya datang hari Sabtu ke kantor Imigrasi, cuma untuk cari info saja…
Review Perumahan Graha Raya Bintaro
Jadi karena baca tulisan si Zam, kepikiran nulis ini. Kebetulan saya pernah survey langsung ke Graha Raya Bintaro. Akses Marketingnya pasti bilang dekat tol, aksesnya gampang, dll. Kalau pengalaman gue…
Ulasan 10 Tahun Blog Ini
2 tahun lalu saya bikin janji, sekarang waktunya saya penuhi. Blog ini dimulai sejak November 2004, jadi usinya sudah 10 tahun lebih. Tetapi Google Analytics-nya baru dipasang sejak 2007. Jadi…
Macet-Macet Jakarta dan Kencing di Tangga Halte
Walau bergoyang-goyang kesana kemari, Bulha dan Haran tetap asyik bercerita di dalam bis TransJakarta koridor VIII yang penuh sesak di pagi hari. Begitu sesaknya hingga mereka berdua tidak mendapat kursi,…
And apparently you can bomb and f*cked a whole country and get away with it, in the name of fighting terrorism, fuel the invasion with national debt, and take hostage of worlds economy in the process.
Jadi anda setuju dengan yg dilakukan di luar negri sana & yg dilakukan di dalam negri ini?
Dalam islam membunuh 1 orang tidak bersalah sama seperti membunuh rasa kemanusiaan itu sendiri.
Yang menarik dari posting dengan nada generalisasi di atas, pertanyaan yang lebih tepat sepertinya bukan setuju tidak setuju, tapi:
Apakah anda percaya seluruh pembunuhan atas nama tuhan (tuhannya islam) lolos dari jerat hukum – di indonesia?
memang memprihatinkan. atas nama membela agama, tuhan, orang bunuh-bunuhan. penegak hukum juga seperti takut kalau yang melakukan kekerasan/ pembunuhan dengan alasan membela “islam”, mungkin takut di demo, takut dianggap tidak islami, dll.
padahal masih banyak orang islam yang baik, yang tidak suka kekerasan.