Tantangan Besar bagi MindTalk / Digaku

Beberapa waktu lalu Abang Edwin menulis di blognya perihal pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai CEO Ansvia (PT yang menaungi MindTalk.com / Digaku). Saya melihatnya di Linkedin. Kami sempat sedikit “berdiskusi” juga di Linkedin soal MT ini.

*mungkin ada yang masih ingat, di tahun 2011 saya pernah mengulas MindTalk.com saat awal-awal baru diluncurkan. Secuplik sejarahnya ada di sana. Mungkin bagus juga baca dulu detailnya, lalu kembali ke sini.

Slack

Seperti saya sebutkan di review saya dulu, konsep awal MT/Digaku sebenarnya cenderung lebih mirip MIRC ketimbang Facebook Group. Tapi dengan berbagai pertimbangan, mereka akhirnya memutuskan untuk berubah menjadi social media interest-based. Kalau menurut saya sih pada dasarnya ini adalah Kaskus versi modern.  Read more Tantangan Besar bagi MindTalk / Digaku

Canonical Inspirasi Model Perusahaan OpenSource bagi Drupal (dan Kita?)

Drupal CMSDries Buytaert, pencipta dari Drupal CMS (Content Management System) baru saja mendirikan perusahaan startup, Acquia. Bidang perusahaan ini tentunya masih di seputar Drupal. Lebih lengkapnya bisa dilihat di FAQ nya.

Drupal sendiri berlisensi GPL, sama seperti Linux. Dan Drupal juga mempunya varian (distro), salah satunya (dan satu – satunya yang saya tahu) CivicSpace. Jika di Linux distro satu dengan yang lainnya yang membedakannya adalah paketan software – software yang dibawanya (termasuk manajemen paketnya), di Drupal pun seperti itu. Perbedaan CivicSpace dan Drupal adalah paketan modul – modul yang menyertainya.

Saya sendiri dulu juga sempat bertanya – tanya, banyak perusahaan pengembang web & Drupal Support yang berkembang dan telah terbukti menghasilkan bisnis yang bagus. Di antaranya adalah Lullabot, yang mengembangkan web MTV Inggris dengan CMS Durpal. Tetapi mengapa si penciptanya sendiri tidak membuat perusahaan serupa, dan tetap asyik saja menjalani kuliah PhD nya. Dan pertanyaan saya terjawab sudah. Bukannya tidak, tetapi belum (walaupun tidak serupa).

Canonical (Ubuntu Linux)

UbuntuCanonical Ltd. sendiri sebuah perusahaan di bidang opensource yang cukup unik. Berbeda dengan pendahulunya yang telah sukses RedHat dan Novell, perusahaan yang digawangi oleh Mark Shuttleworth ini tidak membuat edisi enterprise dan edisi umum (public). Tetapi Read more Canonical Inspirasi Model Perusahaan OpenSource bagi Drupal (dan Kita?)

Kami Tak Takut pada Google ! (& Microsoft?)

Quintura.com“We are not afraid of Google!.. from Quintura with Love”

Begitulah iklan Quintura.com pada situs ReadWrite.com. Pada awalnya saya bingung, ini maksudnya apa? Apa mereka juga search engine juga? Akhirnya saya tekan Ctrl+Tab di Iceweasel (Firefox di Debian Linux) saya. Dan dugaan saya ternyata benar. Ini adalah search engine.

Quintura sendiri sepertinya tidak menggunakan engine mereka sendiri, di bagian FAQ nya mereka menyebutkan bahwa mereka menggunakan teknologi Yahoo! Index. Kalau kita melongok ke bagian History disebutkan juga kalau Quintura ini diawali dengan penelitian mereka mengenai neural network saat mereka masih menjadi mahasiswa (tahun 1989). Jadi bersemangatlah kalian kita yang masih meneliti di perguruan tinggi ini, siapa tahu nanti menjadi sukses dengan bekal ilmu itu.. (*menyemangati diri sendiri..).

Kembali ke iklan tadi. Aku sendiri tidak tahu apakah iklan tersebut resmi dari Quintura (sepertinya sih iya..). Tetapi iklan yang betul – betul frontal ini memang menggugahku untuk mengkliknya, dan mencobanya.

Lalu bagaimana cara mengetes suatu search engine itu sudah bekerja baik atau belum? Saya sendiri mempunya trik pribadi. Saya mencoba mencari dengan kata kunci “Okto Silaban”. Eitss sabar.. Bukan.., bukan mau narsis kok.. Pertimbangannya gini. Di Internet ini banyak sekali informasi, jadi kalau kita mencoba dengan menggunakan kata kunci yang umum seperti “cars reviews, lowongan kerja”, dll.. tentu saja ada hasilnya. Lalu bagaimana jika diberikan kata kunci yang tidak umum.., atau diisi dengan nama anda masing – masing? (kecuali nama anda pasaran ya..) Jika dia berhasil menemukan halaman yang benar, saya anggap search engine tersebut bisa menjadi alternatif Google.

Lalu kok ada embel – embel Microsoft di judul tulisan ini? Saya terinspirasi untuk membuat banner serupa buat para Linuxer. Dengan tulisan “We are not afraid of Microsoft.. from Linuxer with Love..!”. Keren kali ya?

Microsoft Serius di Open Source

CodePlex.comBeberapa waktu lalu aku baru tahu kalau MS akhirnya mau terlibat juga di dunia Linux. Tetapi konsepnya *isunya* berbeda dengan Open Source pada umumnya. Untuk lebih jelas bisa baca di microsoft.com/opensource . Dan ini masih ditambah dengan dibuatnya situs CodePlex.com (kok pake .com ya?). CodePlex ini kurang lebih seperti SourceForge.net lah menurut saya. Tetapi untuk konsep detailnya mungkin sedikit berbeda.

Pengaruhnya buat saya? Gak ada tuh… Lah selama windowsnya masih bayar gimana mo pake software – software itu? Kalau semisal Vista ato paling enggak XP dah gratis, nah.. bisa dipertimbangkan 😀