TechCrunch diakusisi AOL

Anda – anda yang sering memperhatikan dunia bisnis online pasti tak asing dengan TechCrunch. Sebagai sebuah blog, TC ini terkenal dengan independensinya. Berita baik ataupun buruk dari seputar Sillicon Valley, masuk disitu. Termasuk gosip – gosip hangat di antara orang – orang dibelakang nama – nama besar sekelas Google, Facebook, Twitter, MySpace, Yahoo, dll.

Nah, 2 jam lalu TechCrunch mengumumkan bahwa mereka sekarang diakuisisi oleh AOL. Cukup mengagetkan buat saya. Karena setelah ini sepertinya independensinya jadi berkurang (setidaknya menurut saya).

Pendiri blog ini adalah Michael Arrington, terkenal juga sebagai sosok yang kontroversial.

Link terkait :

TechCrunch di mata eks-karyawannya : http://www.readwriteweb.com/archives/what_the_techcrunch_deal_means_to_me.php

Michael Arrington di Inc.com : http://www.inc.com/magazine/20101001/the-way-i-work-michael-arrington-techcrunch.html

Indonesia di TechCrunch

Sekitar tahun 2007, saya tahu TechCrunch pertama kali. Waktu itu cuma bisa ngiler aja lihat berbagai startup diulas di TechCrunch. Sama juga seperti pembaca TechCrunch dari Indonesia yang lain, sebagian besar pasti berpikir : Kapan ya, startup dari Indonesia masuk TechCrunch [TC] ? Saya berpikir, ah paling cepat 5 tahun lagi.

*Yang belum tahu tentang TC, bisa dibilang TC ini kiblat informasi tentang startup (yang sebagian besar memang startup dunia online).

Dan akhirnya, beberapa hari lalu pertama kalinya TechCrunch membahas startup Indonesia (ya karena dibeli Yahoo tentunya). Dialah Koprol, sebuah microblogging berbasis lokasi, yang sering dibanding – bandingkan dengan FourSquare (yang memang jauh lebih besar). Hey.., ternyata gak sampai 3 tahun sampai akhirnya pikiran saya itu terwujud.

Dan hari ini, tepat saat hari raya Waisak, TC menulis spesial tentang startup di Indonesia. Silahkan baca lengkapnya di TC.

Pesimis ?

Saya sempat rada pesimis dengan desas – desus maraknya startup dari Indonesia? Kenapa? Read more Indonesia di TechCrunch

Facebook harus Belajar dari Dirinya Sendiri Dulu

Saya suka ulasan Michael Arrington tentang tanggapan Facebook seputar worm yang beredar di situs ini beberapa waktu lalu.

Facebook mengatakan :

Never share your Facebook password with anyone. Never. No Facebook employee will ever ask for it, and no one else should know it. If you are ever prompted to log in to Facebook, make sure it’s from a legitimate Facebook web address. If something looks or feels off, go directly to www.facebook.com to log in. 

Tapi Facebook sendiri tidak menerapkan prinsip yang sama untuk layanan mereka. Facebook meminta username dan password email kita (tidak harus), untuk mencari dalam daftar kontak email apakah ada teman kita yang juga bergabung di Facebook.

Lengkapnya disini.