Akhirnya Upgrade WP 2.3.3 ke WP 2.6.3

Ahh.. akhirnya ku upgrade juga blog ku ini ke WP 2.6.3. Sebenarnya sudah lama sih mau kuupgrade. Tapi setelah lihat – lihat dan nyoba antarmukanya yang baru, kok rasanya berat yah.. Jadinya males mo upgrade.

Tapi setelah versi demi versi berganti, kok malah tambah jauh dengan versi terbarunya. Ntar lama – lama malah gak kompatibel deh plugin di blog ini dengan WP yang baru. Tapi kalau dibiarin, malah nambah susah nanti kalau mau upgrade ke versi terakhirnya.

Setelah sedikit bereksperimen coba semua plugin di blog ini di localhost dengan WP 2.6.3, ternyata tidak ada masalah. Plugin yang tidak jalan (seperti kuduga sebelumnya) adalah WP Advance Admin Menu (plugin yang membuat menu – menu di halaman admin bagian atas itu jadi menu drop down).

Setelah berkutat dengan remote SSH ke server, dalam waktu sekitar 5 menit, blog ini dengan nekat kuupgrade. (tanpa backup DB). Dan akhirnya sejauh ini aku belum menemukan error.. Susah – susah dikit gak apalah, hitung – hitung persiapan buat merayakan ulang tahun beberapa hari lagi.. πŸ˜‰

Aku juga baru sadar kalau aku make cukup banyak plugin :

– ajaxcomment (biar reply comment lebih mudah)

– matriphe-keycode (hai Zam.. aku setia lho pake ciptaanmu ini.. he.he..)

– WP-SEO-Master.1.0 (mbuh ini pengaruhnya apa dengan SEO. Perasaan gak ada deh.. Cuma sugesti aja kayaknya..)

– google-analyticator.2.2 (ini baru pasang sekarang, kayaknya lebih gampang daripada hard-coded langsung)

– random-posts (buat naikin lagi konten – konten lama.. Kadang aku nemuin tulisanku yang lama – lama. Terus jadi bingung sendiri.. “Hah?! Masa sih dulu aku nulis kek gitu?!!” Nih contohnya, ha..ha… Sumpah.. kok waktu bacanya jadi gimanaaa.. gitu.. )

– google-sitemap-generator (dulu jaman Google masih gak seagresif sekarng meng-crawl, kayaknya penting nih. Sekarang.. hmm.. gak tahu deh)

– syntaxhighlighter (cuma pernah dua atau tiga kali dipake dalam tulisanku sebenarnya).

Masih penasaran sebenarnya.., ada yang error gak ya nanti..

Eh, disela – sela nge-plurk masih bisa ngeblog juga ternyata aku. Padahal tadinya males banget mau ikutan nge-plurk. Tapi entah mengapa setelah Om Yahya pm via YM, tiba – tiba langsung tertarik. Kayaknya Om Yahya punya ilmu pelet Plurk deh.. (curiga)..

Oh iya.. back to topic WordPress 2.6.3 kolom Tag nya ternyata ada autosuggestionnya.. (dance) he..he. (Eh, ngupgrade WP nambah karma gak sih?)

BuddyPress = Blog + Social Network

BuddyPressMau bikin blog? Bisa daftar di WordPress.com

Mau bikin layanan kaya WordPress.com (blognetwork)? Silahkan download scriptnya di MU.wordpress.com

Mau bikin blog sendiri, dengan hosting sendiri? Silahkan download engine WordPress nya di WordPress.org

Enak ya sekarang, berbagai script jadi udah tersedia..

Apa? Mau bikin portal berita? Bisa tuh pake Drupal..

Mau bikin social network? Pake tuh Dolphin..

Kalau mau bikin blognetwork + socialnetwork? Naahh.. bisa tuh pake BuddyPress.

BuddyPress

Jika nanti ada social network baru lagi, kira – kira orang – orang mau join gak ya? Soalnya mendaftar di social network baru sama dengan : mengisi profil lagi, mengupload foto – foto narsis lagi,Β  “add friend” lagi, dst.. Repot kayanya ya.Tapi gimana kalau WordPress.com (yang penggunanya sangat banyak itu) ber-“transformasi” menjadi social network? Atau mungkin istilahnya “di-extend” kali ya…

Saya rasa para pengguna WordPress.com pun tidak akan keberatan. Mereka tinggal mengisi tambahan form yang ada, kemudian sudah bisa saling add blog temannya. Kalau dulu cuma bisa saling comment, sekarang bisa saling add sebagai teman juga.. Asyik ya.. Nah, sepertinya itu yang mau dituju sama BuddyPress.

Saya bertanya – tanya, apa WordPress sedang berusaha merebut pasar social network ya? Mmm..

Btw, terus bedanya apa dong sama MySpace atau Friendster, kan mereka juga punya fasilitas blog?

> Itu dia.. Kalau MySpace atau Friendster itu social network yang ada fitur blog nya. Kalau BuddyPress, blog yang ada fitur social networknya πŸ˜‰

Jadi penasaran, kira – kira nanti DagDigDug atau BlogDetik ikutan jadi bentuk seperti ini gak ya?

Menjadi Orang Lain Lewat Tulisan

Pernah gak anda chatting dengan orang yang baru dikenal lewat YM. Itupun kenalnya lewat internet. Dari ngobrol di YM nya sih asyik.., nyambung.., hangat.. Begitu juga ketika membaca blog seseorang yang isinya lucu, asyik, dan bikin penasaran. Tetapi ketika bertemu orang aslinya, kok ya bisa beda banget.. Kadang ada yang pendiam, kadang ada yang gampang tersinggung, ada juga yang jayus, dll.. Walaupun kadang ada juga yang aslinya ternyata lebih banyol dari tulisan di blog ato YM.

Nah keterbalikannya juga terjadi. Kadang – kadang chat dengan orang yang baru dikenal. Nanyanya ngasal, gak jelas arahnya, ngalur ngidul, dst.. Tapi begitu ketemu orangnya yang asli, ternyata orangnya asyik.

Ini tidak hanya untuk orang yang baru dikenal saja. Beberapa kali saya terperanjat membaca blog yang tulisannya kesannya kasar, arogan, atau kadang gak nyambung awal dan akhirnya. Padahal saya tahu betul pemilik blog itu. Dan orangnya sangat jauh dari kesan dari tulisannya itu. Kadang juga sebaliknya. Saya punya kenalan yang sangat pendiam, jarang ngomong, dan sangat perasa. Tapi begitu nulis di blog kok kesannya ceria, hangat, dan lucu.. Ada lagi seorang kerabat yang ketika diskusi sulit sekali mengungkapkan pendapatnya. Tetapi begitu menengahi suatu permasalahan di milis, tulisannya benar – benar berwibawa dan cerdas.

Saya rasa anda juga pernah menemukan hal serupa..

So, never jugde people from his/her blog..

Karakter Media Online di Indonesia

Tak banyak jenis media online (resmi) di Indonesia. Paling hanya portal (OkeZone.com, PortalHR.com, blog – termasuk di dalamnya blog service (DagDigDug.com, BlogDetik.com) , blog media (?? StrategiManajemen.net mungkin ya),Β dan blog network (AsiaBlogging.com). Karena semalam baru saja ngangkring bareng Om Budi Putra (bersama teman – teman lain : Redy, Thomas Arie, Tika – SAY HELLO – banget, Sandal Jepit Putus, Koh Goen, Yan Arief, Yodi, dll), saya ambil contoh yang terakhir.

Di luar negri ada beribu karung *tukul mode* media online. Sebagian diantaranya masuk dalam Jaring Blog (blog network). Sebagai contoh ProBlogger.com, adalah salah satu blog dari jaring blog b5media.com. Di Indonesia sendiri, setahu saya hanya ada satu blog network, yaitu Asia Blogging Network (ABN) tadi, yang salah satu pentolannya adalah Om Budi Putra.

Dari ngobrol – ngobrol soal blog network inilah saya memperhatikan perbedaan karakter ABN dengan blog network di luar negri. Read more Karakter Media Online di Indonesia

Asia Blogging Network (ABN) di BlogNetworkWatch.com

Saya sedang mempelajari model bisnis online, seputar blog, blog network, blog aggregator, blog service, dst. Dan kebetulan pula tadi malam sempat dapet kesempatan nongkrong sama Om Budi Putra di Angkringan Lik Man, Bugisan, Jogja. Om Budi sempat berbagi banyak ilmu seputar seluk beluk soal ABN dan blog netwrok. Setelah balik ke kos, dan kembali “riset” di inernet, saya justru menemukan bahwa ABN telah masuk dalam “watch list” nya BlogNetworkWatch.com.

Sebuah prestasi menurut saya. Bagi saya ini berarti ABN sudah setara dengan b5media, 451Press, dan blog network lainnya yang sudah mendunia. Jadi targetnya yang tidak hanya lokal Indonesia, tetapi justru Asia, benar – benar bisa terwujud (sementara ini sebagian besar blognya masih berasal dari Indonesia).

Dan hal yang perlu diperhatikan adalah, BlogNetwork adalah new media. Dan sangat tepat jika sekarang dikembangkan di Indonesia. Mungkin portal berita “Indonesia Tepat Waktu” yang belum launching itu (dan kabarnya justru collaps sebelum dimulai), bisa berganti bisnis menjadi BlogNetwork juga, hi..hii..hi.. πŸ˜€

Jika banyak portal masih saja berkutat dengan _hanya_ menyampaikan berita, maka portal seperti ini harus siap berbagi kue iklan (dan kue – kue lainnya) dengan blog network.

Saya? Saya ingin bermain di ranah jaring blog juga sepertinya, tetapi dengan konsep dan model bisnis yang berbeda cukup jauh. Masih diracik bumbunya, belum dimasak, jadi belum bisa dihidangkan. πŸ˜‰

WordPress 2.5 Akhirnya Resmi Dirilis

Semalaman ini saya sedang sedikit oprek – opresk wordpres di salah satu hosting saya. Seperti biasa, saya jalankan secara remote, lewat SSH. Engine WordPress terbaru pun langsung didownload ke server pakai WGET. Setelah selesai, selang sekitar 1 menit saya mendapat “warning” (*duuh.. apa ya istilahnya yg tepat?) tentang adanya update untuk WordPress yang sedang saya gunakan. Hah?! Perasaan baru 1 menit lalu download yang terbaru, kok ada update? Ternyata WordPress 2.5 sudah keluar pagi ini, sekitar pukul 6.40 WIB.

Di situs WordPress sendiri ada perubahan yang cukup signifikan. Selain itu kini ada 3 sponsor utama yang bannernya langsung ditempatkan di halaman depan WordPress.org : b5media (blog network semacam Asia Blogging Network), Yahoo! (wow..!), dan People.

Ada satu hal yang cukup menarik perhatian saya. Salah satu alasan mengapa dulu saya begitu menyukai WordPress adalah besar filenya yang hanya sekitar 300KB *dulu*. Tetapi versi 2.5 ini ternyata sudah mencapai 1MB.

Pengen segera upgrade, tapi kok rasanya ragu – ragu yah.. Soalnya sebelumnya saya dengar ada perubahan yang cukup signifikan pada versi ini. Takutnya blog saya ini malah jadi error.. πŸ™ . Saya tunggu testimoninya bagi yang sudah mencoba.

Panduan Upgrade WordPress 2.5 – oleh Movable Type !

MovableTypeYa, judul itu tidak salah. Setahu saya memang, WordPress 2.5 belumlah keluar. Dan anehnya panduan ini diberikan oleh Movable Type (saingan terbesar WordPress).

*Jika anda kurang familiar dengan Movable Type (MT) : MT ini adalah salah satu alat bantu blogging (blogging tools / blog platform / CMS nya blog). Selain MT masih ada pmachine, Drupal, WordPress, dll. Dan sebagai catatan MT sudah lebih dulu ada sebelum WordPress.

Perbedaan paling mendasar dari MT dan WordPress adalah, MT dikembangkan oleh perusahaan (Six Apart), dan WordPress dikembangkan oleh komunitas (opensource), sementara tujuan utama dan modelnya hampir sama. Selain itu tentunya adalah perbedaan fasilitas. MT memiliki lebih banyak fasilitas built in. (Sekarang sebenarnya MT pun sudah opensource).

Six Apart ini adalah salah satu perusahaan yang “paling romantis” dari sedikit perusahaan sejenis yang saya ketahui. Mengapa romantis? Karena kedua pendiri Six Apart ini adalah suami istri. Dan mereka sudah pacaran semenjak jaman SMA tanpa pernah berganti pasangan hingga saat ini ! (sumber : Business 2.0 Magazine). Apa di Indonesia juga ada ya yang mirip seperti ini? walaupun mungkin tidak dari jaman SMA. Saya rasa YogYES.com masuk kategori ini πŸ˜‰ hi..hi..

Kembali ke topik : Sebelum ini saya tidak begitu intens memperhatikan perkembangan MT. Tetapi setelah kemarin saya ngobrol lama dengan Bung Thomas Arie (OrangeScale.com) di tempat tinggalnya, saya jadi kembali tertarik memperhatikan MT. Dan judul di atas itulah yang saya temukan ketika membuka web MT.

Jadi bagaimana “panduan” upgrade WordPress 2.5 oleh Movable Type ini? Ini dia, sebuah kalimat pembuka tulisan yang sangat menggugah : Read more Panduan Upgrade WordPress 2.5 – oleh Movable Type !

WhatMp3.Net Vs Woonz.com – Siapa Meniru Siapa?

Beberapa waktu lalu saya menemukan situs untuk mencari mp3 di dunia maya yang gratis (tetapi mungkin mp3 nya sendiri ilegal). Situs ini beralamat di WhatMp3.net. Di situs ini kita bisa mencari lagu apa saja di internet. Entah itu lagu Britney Spears, lagunya PeterPan, atau lagu Dewi Persik sekalipun. WhatMp3.net tidak menyimpan lagu – lagu itu di server mereka, tetapi ia mencari filenya melalui jaringan p2p (peer to peer), dan ketika kita mendownload mp3 dari situs ini, sebenarnya situs ini hanya melewatkan file mp3 dari jaringan p2p tadi kepada kita.

Kemudian barusan ketika ikut acara Gelar Tikarnya anak – anak Jumatan.com (yg spesial hari ini juga dihadiri Babe Nukman dan Om Keke + 2 orang rakyat jelata dari CahAndong), Bung Pogung177 mengatakan ia menemukan situs sejenis yang bernama Woonz.com. Saya berpikir mungkin konsepnya sama, tetapi situsnya sangat berbeda.

WhatMp3.net

Vs

Woonz.com

Read more WhatMp3.Net Vs Woonz.com – Siapa Meniru Siapa?

Perusahaan Pengembang Blog?

Beberapa waktu belakangan ini ada beberapa selebritis (artis maupun politikus) yang mulai ngeblog. Beberapa diantara blog – blog ini menggunakan hosting dan domain sendiri. Tetapi ada juga yang menggunakan layanan gratisan seperti Blogspot.

Saya memfokuskan pada blog selebritis dengan domain dan hosting sendiri. Kira – kira kalau anda adalah selebritis, kemudian berniat untuk membuat blog, kepada siapa kira – kira anda akan minta bantuan? Asumsi, anda tidak mengerti teknikal pembuatan blog (beli domain, sewa hosting, upload file, install cms, dll).

Dari beberapa kasus blog selebriti tersebut setahu saya akhirnya yang terlibat “mensukseskan” blog tersebut adalah para blogger ternama juga, sebut saja : Vavai, Budi Putra, dan Thomas Ari Setiawan. Lalu apakah memang mereka ini menyediakan layanan pembuatan blog profesional? Untuk Thomas “OrangScale” saya rasa iya, tetapi saya kurang yakin untuk yang dua lainnya.

Kita ketahui bahwa perusahaan web developer sangat banyak. Lalu apakah ada perusahaan yang khusus menjadi “blog developer“? Atau katakanlah seseorang yang secara resmi menyatakan diri sebagai “blog developer”? Sejauh ini yang saya tahu cuma bung Thomas tadi.

Sebuah perusahaan web developer kadangkala mencari job dengan memasukkan proposal kesana kemari. Ada juga yang dengan sedikit “mendidik” sebuah perusahaan swasta agar mau membuat web dengan iming – iming kenaikan profit bisnis perusahaan tersebut melalui web yang akan dikembangkan (walaupun pada kenyataannya hanya beberapa perusahaan saja yang benar – benar bisa melakukan ini). Dan yang “tak kalah seru”, bermain dengan oknum pemerintah, untuk pengembangan website dengan isu penerapan e-goverment. Pelaku di bisnis ini banyak, dan persaingannya cukup ketat, apalagi jika berurusan dengan lembaga pemerintah.

Kalau ada perusahaan “blog developer” formal, saya rasa ladangnya akan lebih hijau, . Kini proposal bukan diantarkan ke perusahaan satu ke perusahaan lain, tetapi dari satu artis ke artis lain, dari satu tokoh partai ke tokoh partai lain. Mungkin memang nilai proyeknya tidak sebesar pengembangan web korporat sekelas BNI, Telkom, dll. Tetapi sepertinya ini lebih prospektif. Karena tidak sulit bagi sebuah pribadi untuk memutuskan mau membuat blog atau tidak. Dan dengan melihat target yang disasar, tentunya mereka ini adalah kalangan yang mampu.

Bisnis di seputar blog sepertinya akan semakin banyak. Anda mau terlibat di dalamnya? Ajak – ajak saya ya..